Satgas Pangan Polda Kaltim Pantau Harga Sembako di Pasar Pandansari, Beras dan Cabai Alami Kenaikan

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    24 Februari 2026 08:13 WIB

    Jajaran Satgas Pangan Polda Kaltim bersama tim gabungan turun langsung lakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat. (Foto : Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kaltim bersama Satgas Polresta Balikpapan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Dinas Perdagangan Provinsi Kaltim dan Kota Balikpapan, serta Perum Bulog melakukan pemantauan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan saat bulan suci Ramadan.

    Pemantauan dilakukan di Pasar Tradisional Pandansari, Balikpapan Barat dan dilanjutkan ke pergudangan Minyakita, Selasa (24/2/2026).

    Ditreskrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas mengatakan pengawasan harga telah dilakukan, bahkan sebelum memasuki Ramadan.

    “Dari sebelum masuk bulan suci Ramadan, kami sudah melaksanakan beberapa kali pemantauan. Satgas Pangan Polda Kaltim juga didampingi langsung oleh Bapanas RI,” ucap Kombes Pol Bambang usai pemantauan.

    Sebelumnya Bapanas RI bersama Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah melakukan pendampingan di sejumlah daerah, mulai dari Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, Berau, Mahakam Ulu hingga Kutai Barat.

    “Langkah tersebut bertujuan untuk memetakan komoditas yang mengalami kenaikan harga,” jelasnya.

    Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga antara lain beras, daging sapi, cabai dan telur. Selain itu, di beberapa lokasi sempat ditemukan kelangkaan Minyakita.

    Menindaklanjuti temuan tersebut, Bulog telah merealisasikan distribusi Minyakita serta menyalurkan beras medium dan premium ke sejumlah wilayah. Proses distribusi dilakukan melalui sistem yang terintegrasi dengan Bapanas, termasuk pemanfaatan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP).

    “Hari ini kami kembali melakukan konsolidasi bersama Satgas kewilayahan dan Bapanas. Dari awal Ramadan hingga menjelang Idulfitri, Bapanas akan terus melakukan pendampingan,” terang Bambang.

    Berbagai instansi di tingkat provinsi, seperti Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brinda), Dinas Perdagangan dan Perizinan, serta Dinas Pangan turut berkolaborasi dalam pengendalian harga. Koordinasi juga dilakukan secara daring untuk memantau perkembangan harga di sejumlah daerah.

    Setelah dari Balikpapan, tim dijadwalkan melanjutkan pemantauan ke Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), Paser dan Kutai Timur guna melakukan mitigasi lanjutan.

    “Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan operasi pasar murah, serta langkah intervensi lainnya untuk menekan harga,” lanjutnya.

    Terkait dugaan adanya spekulan yang memanfaatkan momentum Ramadan dan Idulfitri, Bambang menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.

    “Untuk spekulan, kami masih melakukan penelitian. Sampai saat ini belum ditemukan, namun jika ada yang menimbun bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri, tentu akan kami tindak tegas dan terukur,” tegasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Satgas Pangan Polda Kaltim Pantau Harga Sembako di Pasar Pandansari, Beras dan Cabai Alami Kenaikan

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    24 Februari 2026 08:13 WIB

    Jajaran Satgas Pangan Polda Kaltim bersama tim gabungan turun langsung lakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat. (Foto : Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kaltim bersama Satgas Polresta Balikpapan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Dinas Perdagangan Provinsi Kaltim dan Kota Balikpapan, serta Perum Bulog melakukan pemantauan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan saat bulan suci Ramadan.

    Pemantauan dilakukan di Pasar Tradisional Pandansari, Balikpapan Barat dan dilanjutkan ke pergudangan Minyakita, Selasa (24/2/2026).

    Ditreskrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas mengatakan pengawasan harga telah dilakukan, bahkan sebelum memasuki Ramadan.

    “Dari sebelum masuk bulan suci Ramadan, kami sudah melaksanakan beberapa kali pemantauan. Satgas Pangan Polda Kaltim juga didampingi langsung oleh Bapanas RI,” ucap Kombes Pol Bambang usai pemantauan.

    Sebelumnya Bapanas RI bersama Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah melakukan pendampingan di sejumlah daerah, mulai dari Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, Berau, Mahakam Ulu hingga Kutai Barat.

    “Langkah tersebut bertujuan untuk memetakan komoditas yang mengalami kenaikan harga,” jelasnya.

    Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga antara lain beras, daging sapi, cabai dan telur. Selain itu, di beberapa lokasi sempat ditemukan kelangkaan Minyakita.

    Menindaklanjuti temuan tersebut, Bulog telah merealisasikan distribusi Minyakita serta menyalurkan beras medium dan premium ke sejumlah wilayah. Proses distribusi dilakukan melalui sistem yang terintegrasi dengan Bapanas, termasuk pemanfaatan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP).

    “Hari ini kami kembali melakukan konsolidasi bersama Satgas kewilayahan dan Bapanas. Dari awal Ramadan hingga menjelang Idulfitri, Bapanas akan terus melakukan pendampingan,” terang Bambang.

    Berbagai instansi di tingkat provinsi, seperti Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brinda), Dinas Perdagangan dan Perizinan, serta Dinas Pangan turut berkolaborasi dalam pengendalian harga. Koordinasi juga dilakukan secara daring untuk memantau perkembangan harga di sejumlah daerah.

    Setelah dari Balikpapan, tim dijadwalkan melanjutkan pemantauan ke Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), Paser dan Kutai Timur guna melakukan mitigasi lanjutan.

    “Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan operasi pasar murah, serta langkah intervensi lainnya untuk menekan harga,” lanjutnya.

    Terkait dugaan adanya spekulan yang memanfaatkan momentum Ramadan dan Idulfitri, Bambang menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.

    “Untuk spekulan, kami masih melakukan penelitian. Sampai saat ini belum ditemukan, namun jika ada yang menimbun bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri, tentu akan kami tindak tegas dan terukur,” tegasnya.

    (Sf/Lo)