Seputar Kaltim

    Sarana Puskesmas Temindung dan Lempake Perlu Pembenahan, Dinkes Tunggu Kemampuan Fiskal

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    03 September 2026 pukul 13:48 WITA

    Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengakui sarana fisik Puskesmas Temindung dan Puskesmas Lempake masih membutuhkan pembenahan.

    Meski kondisi bangunan belum sepenuhnya ideal, pelayanan kesehatan di kedua fasilitas tersebut dipastikan tetap berjalan sesuai standar akreditasi, sementara peningkatan sarana masih menunggu kemampuan fiskal Pemerintah Kota Samarinda.

    Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan Puskesmas Temindung menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang masih membutuhkan peningkatan dari sisi sarana fisik. Hal serupa juga berlaku untuk Puskesmas Lempake.

    “Dari sarana fisik yang kurang Puskesmas Temindung. Kita berdoalah mudah-mudahan nanti sarananya bisa kita tingkatkan. Terus yang kedua mungkin Lempake ya,” ujar Ismed, Rabu (3/9/2026).

    Menurutnya, kondisi fisik bangunan tidak serta-merta mencerminkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

    Ia memastikan pelayanan di Puskesmas Temindung maupun Lempake tetap berjalan dengan standar yang telah ditetapkan.

    “Tapi kalau dari sisi pelayanan saya bisa pastikan sebenarnya pelayanannya kurang lebih sama,” katanya.

    Ismed menyebut, meski dari sisi fasilitas belum sebaik beberapa puskesmas lainnya, kedua fasilitas tersebut telah memenuhi standar akreditasi pelayanan.

    “Yang lainnya kayaknya kurang lebih ya, tidak sebagus empat puskesmas yang ada, tapi ya dari sisi akreditasi sebenarnya sudah sesuai standar,” jelasnya.

    Ia mengatakan peningkatan sarana fisik puskesmas masih bergantung pada kebijakan dan kemampuan anggaran Pemkot Samarinda.

    Ismed berharap kondisi fiskal daerah yang membaik dapat membuka ruang untuk pembenahan fasilitas kesehatan pada tahun mendatang.

    “Tergantung dari pemkot. Tapi beliau tadi kan berjanji, mudah-mudahan tahun depan, dengan keuangan fiskal yang baik, ada perhatian untuk itu,” ungkapnya.

    Di sisi lain, Ismed menegaskan pembenahan fisik bukan satu-satunya indikator peningkatan layanan kesehatan. Dinkes juga terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di seluruh fasilitas kesehatan.

    Ia mengungkapkan, dari 78 pelayanan publik yang ada di Kota Samarinda pada tahun lalu, lima posisi teratas ditempati fasilitas kesehatan. Penilaian tersebut tertuang dalam keputusan Wali Kota Samarinda.

    “Tahun lalu untuk pelayanan publik dari 78 pelayanan publik di Kota Samarinda oleh pemerintah. Jadi 78 pelayanan publik itu, lima teratas dari semua fasilitas kesehatan. Itu SK Bapak Wali Kota langsung,” katanya.

    Menurut Ismed, capaian tersebut menjadi gambaran komitmen Dinkes dalam meningkatkan kualitas pelayanan, di tengah kebutuhan pembenahan sarana fisik sejumlah puskesmas.

    “Itu menunjukkan sebenarnya komitmen kita. Terlepas dari peningkatan sarana fisik sebenarnya juga kita berusaha semaksimal mungkin meningkatkan pelayanan publik yang diminta tadi oleh Bapak Wali Kota,” ujarnya.

    Selain mengandalkan anggaran daerah, Ismed menyinggung rencana pemerintah pusat melakukan rehabilitasi 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia.

    Program tersebut dinilai berpotensi membantu fasilitas kesehatan yang membutuhkan perbaikan, termasuk puskesmas di Samarinda.

    “Tapi jangan lupa, pidato Bapak Presiden kan rencana akan merehabilitasi 10.000 puskesmas seluruh Indonesia. Ada puskesmas perlu direhabilitasi tadi puskesmas kita sendiri,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sarana Puskesmas Temindung dan Lempake Perlu Pembenahan, Dinkes Tunggu Kemampuan Fiskal

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    03 September 2026 pukul 13:48 WITA

    Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengakui sarana fisik Puskesmas Temindung dan Puskesmas Lempake masih membutuhkan pembenahan.

    Meski kondisi bangunan belum sepenuhnya ideal, pelayanan kesehatan di kedua fasilitas tersebut dipastikan tetap berjalan sesuai standar akreditasi, sementara peningkatan sarana masih menunggu kemampuan fiskal Pemerintah Kota Samarinda.

    Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan Puskesmas Temindung menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang masih membutuhkan peningkatan dari sisi sarana fisik. Hal serupa juga berlaku untuk Puskesmas Lempake.

    “Dari sarana fisik yang kurang Puskesmas Temindung. Kita berdoalah mudah-mudahan nanti sarananya bisa kita tingkatkan. Terus yang kedua mungkin Lempake ya,” ujar Ismed, Rabu (3/9/2026).

    Menurutnya, kondisi fisik bangunan tidak serta-merta mencerminkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

    Ia memastikan pelayanan di Puskesmas Temindung maupun Lempake tetap berjalan dengan standar yang telah ditetapkan.

    “Tapi kalau dari sisi pelayanan saya bisa pastikan sebenarnya pelayanannya kurang lebih sama,” katanya.

    Ismed menyebut, meski dari sisi fasilitas belum sebaik beberapa puskesmas lainnya, kedua fasilitas tersebut telah memenuhi standar akreditasi pelayanan.

    “Yang lainnya kayaknya kurang lebih ya, tidak sebagus empat puskesmas yang ada, tapi ya dari sisi akreditasi sebenarnya sudah sesuai standar,” jelasnya.

    Ia mengatakan peningkatan sarana fisik puskesmas masih bergantung pada kebijakan dan kemampuan anggaran Pemkot Samarinda.

    Ismed berharap kondisi fiskal daerah yang membaik dapat membuka ruang untuk pembenahan fasilitas kesehatan pada tahun mendatang.

    “Tergantung dari pemkot. Tapi beliau tadi kan berjanji, mudah-mudahan tahun depan, dengan keuangan fiskal yang baik, ada perhatian untuk itu,” ungkapnya.

    Di sisi lain, Ismed menegaskan pembenahan fisik bukan satu-satunya indikator peningkatan layanan kesehatan. Dinkes juga terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di seluruh fasilitas kesehatan.

    Ia mengungkapkan, dari 78 pelayanan publik yang ada di Kota Samarinda pada tahun lalu, lima posisi teratas ditempati fasilitas kesehatan. Penilaian tersebut tertuang dalam keputusan Wali Kota Samarinda.

    “Tahun lalu untuk pelayanan publik dari 78 pelayanan publik di Kota Samarinda oleh pemerintah. Jadi 78 pelayanan publik itu, lima teratas dari semua fasilitas kesehatan. Itu SK Bapak Wali Kota langsung,” katanya.

    Menurut Ismed, capaian tersebut menjadi gambaran komitmen Dinkes dalam meningkatkan kualitas pelayanan, di tengah kebutuhan pembenahan sarana fisik sejumlah puskesmas.

    “Itu menunjukkan sebenarnya komitmen kita. Terlepas dari peningkatan sarana fisik sebenarnya juga kita berusaha semaksimal mungkin meningkatkan pelayanan publik yang diminta tadi oleh Bapak Wali Kota,” ujarnya.

    Selain mengandalkan anggaran daerah, Ismed menyinggung rencana pemerintah pusat melakukan rehabilitasi 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia.

    Program tersebut dinilai berpotensi membantu fasilitas kesehatan yang membutuhkan perbaikan, termasuk puskesmas di Samarinda.

    “Tapi jangan lupa, pidato Bapak Presiden kan rencana akan merehabilitasi 10.000 puskesmas seluruh Indonesia. Ada puskesmas perlu direhabilitasi tadi puskesmas kita sendiri,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)