Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Foto:M.Anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Teluk Dalam di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) kepada orang tua murid.
Pungli dilakukan dengan alasan pemenuhan Sarana dan Prasaranan (Sapras) sekolah yang selama ini tidak terpenuhi.
Orang Tua Siswa, Yohanes menerangkan awalnya pihak sekolah mengundang untuk rapat terkait persiapan pelaksanaan Ujian Sekolah (US) kepada seluruh orang tua murid.
"Mereka meminta kami dana sebesar Rp100 ribu untuk Ijazah dan foto. Kemudian biaya syukuran pelepasan murid Rp200 ribu. Tapi yang kami tidak setujui itu uang kontribusi sebesar Rp150.000," ungkap Yohanes Traksin, Rabu (23/4/2025).
Ia menegaskan pihak sekolah tidak mempunyai hak untuk meminta uang kontribusi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar juga bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan di sekolah negeri, termasuk pembiayaan, pembinaan guru dan pengembangan kurikulum.
"Kami menduga pungli ini dilakukan sekolah itu sudah berjalan sejak tahun kemarin dan sampai sekarang. Meraka beralasan untuk pemenuhan sapras," ujarnya.
Sementara Staf Administrasi SDN 007, Siti Kalisom menjelaskan tidak ada pungli di sekolah mereka. Pihaknya hanya meminta uang kontribusi sukarela demi memenuhi sapras yang selama ini dianggap tidak layak. Permintaan ini juga dilakukan melalui diskusi yang melibatkan para orang tua murid.
"Kami membenarkan informasi itu, tapi uang kontribusi hanya untuk memperbaiki sekolah, seperti perbaikan wc, pagar dan partisipasi ini tidak pada semua siswa, ini hanya ditujukan kepada murid kelas enam yang mau keluar atau lulus dari 007. Dalam hal ini juga tak ada paksaan untuk mereka memberikan nominal berapapun kami akan terima," jelasnya.
Kata dia, uang iuran dari para orang tua memang benar-benar untuk memperbaiki sekolah. terakhir SDN 007 mendapat bantuan dari Disdikbud Kukar pada 2019 lalu, kemudian mereka kembali mengajukan permintaan pemenuhan dan perbaikan pada 2024.
"Kami di 2024 sudah ajukan ke Disdikbud tetapi belum ada kabar sampai saat ini, dari situ kami berinisiatif untuk mengajak oarang tua murid iuran," ucapnya.
Dirinya berharap perbaikan bangunan di sekolah dapat diperbaiki dan pihaknya masih terus berjuang untuk mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda).
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Foto:M.Anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Teluk Dalam di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) kepada orang tua murid.
Pungli dilakukan dengan alasan pemenuhan Sarana dan Prasaranan (Sapras) sekolah yang selama ini tidak terpenuhi.
Orang Tua Siswa, Yohanes menerangkan awalnya pihak sekolah mengundang untuk rapat terkait persiapan pelaksanaan Ujian Sekolah (US) kepada seluruh orang tua murid.
"Mereka meminta kami dana sebesar Rp100 ribu untuk Ijazah dan foto. Kemudian biaya syukuran pelepasan murid Rp200 ribu. Tapi yang kami tidak setujui itu uang kontribusi sebesar Rp150.000," ungkap Yohanes Traksin, Rabu (23/4/2025).
Ia menegaskan pihak sekolah tidak mempunyai hak untuk meminta uang kontribusi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar juga bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan di sekolah negeri, termasuk pembiayaan, pembinaan guru dan pengembangan kurikulum.
"Kami menduga pungli ini dilakukan sekolah itu sudah berjalan sejak tahun kemarin dan sampai sekarang. Meraka beralasan untuk pemenuhan sapras," ujarnya.
Sementara Staf Administrasi SDN 007, Siti Kalisom menjelaskan tidak ada pungli di sekolah mereka. Pihaknya hanya meminta uang kontribusi sukarela demi memenuhi sapras yang selama ini dianggap tidak layak. Permintaan ini juga dilakukan melalui diskusi yang melibatkan para orang tua murid.
"Kami membenarkan informasi itu, tapi uang kontribusi hanya untuk memperbaiki sekolah, seperti perbaikan wc, pagar dan partisipasi ini tidak pada semua siswa, ini hanya ditujukan kepada murid kelas enam yang mau keluar atau lulus dari 007. Dalam hal ini juga tak ada paksaan untuk mereka memberikan nominal berapapun kami akan terima," jelasnya.
Kata dia, uang iuran dari para orang tua memang benar-benar untuk memperbaiki sekolah. terakhir SDN 007 mendapat bantuan dari Disdikbud Kukar pada 2019 lalu, kemudian mereka kembali mengajukan permintaan pemenuhan dan perbaikan pada 2024.
"Kami di 2024 sudah ajukan ke Disdikbud tetapi belum ada kabar sampai saat ini, dari situ kami berinisiatif untuk mengajak oarang tua murid iuran," ucapnya.
Dirinya berharap perbaikan bangunan di sekolah dapat diperbaiki dan pihaknya masih terus berjuang untuk mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda).
(Sf/Lo)