Seputar Kaltim

    Santap Makanan di Acara Keagamaan, Puluhan Warga Sebulu Keracunan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    16 September 2024 pukul 08:43 WITA

    Puluhan warga Kecamatan Sebulu, Kukar terpaksa dilarikan ke Puskesmas Sebulu akibat keracunan makanan. (Istimewa)

    Tenggarong - Puluhan warga Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami keracunan massal dan dilarikan ke Puskesmas pada Sabtu (14/9/2024) kemarin. 

    Insiden ini terjadi setelah warga menyantap makanan dari acara keagamaan yang dilaksanakan di Masjid Raudhatul Jannah.

    Kejadian itu diketahui pada Sabtu (14/9/2024) sore, saat sejumlah warga datang ke Puskesmas Sebulu mengeluhkan sakit perut, mual dan lainnya. 

    Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kukar, Waode Nuraida mengatakan, bahwa saat ini pihaknya telah menagani para korban. 

    "Untuk saat ini yang jelas sudah ada bantuan dari Puskesmas sekitar, kemudian ada juga bantuan dari Publik Safety Centar (PSC) 119 Kukar juga sudah turun juga untuk membantu," kata Waode Nuraida Saat dihubungi Seputar Fakta pada Senin (16/9/2024) dini hari.

    Sebelumnya, pihaknya mengira hanya segelintir warga yang mengeluhkan keracunan tersebut. 

    "Kami pikir cuma sedikit dan bisa ditangani oleh (Puskesmas) Sebulu I, ternyata bertambah. Sudah ada juga turun bantuan dari Puskesmas Sebulu II, ternyata masih kurang karena petugas sangat lelah, kemudian d bantu sama PSC 119 tadi (Minggu) siang, dan malam ini dibantu sama Puskesmas Mangkurawang," jelas Waode. 

    Dinkes lanjut Waode, masih melakukan pemantauan situasi dan kondisi, juga memastikan obat-obatan, sebab harus tersedia sehingga dapat menangani korban-korban agar tak menjadi lebih berat.

    "Kami belum bisa memastikan berapa korban, tadi 68 orang, saya prediksikan korban akan bertambah. Kita lihat juga kalau ada yang tak bisa ditangani oleh Puskesmas maka akan kami alihkan ke rumah sakit," ungkapnya. 

    Nuraida mengaku, dalam kejadian tersebut ada balita yang harus dilarikan ke rumah sakit di Samarinda. Sebab, balita itu mengalami demam panas yang sangat tinggi. Hal yang dikeluhkan para korban, adalah muntah-muntah, lemas, nyeri mual, dan nyeri perut.

    "Saya harap kita bisa menyediakan banyak obat-obatan untuk para korban, semoga juga korban tak bertambah. Kami masih pantau," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Santap Makanan di Acara Keagamaan, Puluhan Warga Sebulu Keracunan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    16 September 2024 pukul 08:43 WITA

    Puluhan warga Kecamatan Sebulu, Kukar terpaksa dilarikan ke Puskesmas Sebulu akibat keracunan makanan. (Istimewa)

    Tenggarong - Puluhan warga Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami keracunan massal dan dilarikan ke Puskesmas pada Sabtu (14/9/2024) kemarin. 

    Insiden ini terjadi setelah warga menyantap makanan dari acara keagamaan yang dilaksanakan di Masjid Raudhatul Jannah.

    Kejadian itu diketahui pada Sabtu (14/9/2024) sore, saat sejumlah warga datang ke Puskesmas Sebulu mengeluhkan sakit perut, mual dan lainnya. 

    Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kukar, Waode Nuraida mengatakan, bahwa saat ini pihaknya telah menagani para korban. 

    "Untuk saat ini yang jelas sudah ada bantuan dari Puskesmas sekitar, kemudian ada juga bantuan dari Publik Safety Centar (PSC) 119 Kukar juga sudah turun juga untuk membantu," kata Waode Nuraida Saat dihubungi Seputar Fakta pada Senin (16/9/2024) dini hari.

    Sebelumnya, pihaknya mengira hanya segelintir warga yang mengeluhkan keracunan tersebut. 

    "Kami pikir cuma sedikit dan bisa ditangani oleh (Puskesmas) Sebulu I, ternyata bertambah. Sudah ada juga turun bantuan dari Puskesmas Sebulu II, ternyata masih kurang karena petugas sangat lelah, kemudian d bantu sama PSC 119 tadi (Minggu) siang, dan malam ini dibantu sama Puskesmas Mangkurawang," jelas Waode. 

    Dinkes lanjut Waode, masih melakukan pemantauan situasi dan kondisi, juga memastikan obat-obatan, sebab harus tersedia sehingga dapat menangani korban-korban agar tak menjadi lebih berat.

    "Kami belum bisa memastikan berapa korban, tadi 68 orang, saya prediksikan korban akan bertambah. Kita lihat juga kalau ada yang tak bisa ditangani oleh Puskesmas maka akan kami alihkan ke rumah sakit," ungkapnya. 

    Nuraida mengaku, dalam kejadian tersebut ada balita yang harus dilarikan ke rumah sakit di Samarinda. Sebab, balita itu mengalami demam panas yang sangat tinggi. Hal yang dikeluhkan para korban, adalah muntah-muntah, lemas, nyeri mual, dan nyeri perut.

    "Saya harap kita bisa menyediakan banyak obat-obatan untuk para korban, semoga juga korban tak bertambah. Kami masih pantau," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)