Seputar Kaltim

    Sambutan Pertama sebagai Gubernur, Rudy Mas'ud Soroti Lubang Tambang

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Februari 2025 pukul 18:33 WITA

    Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud saat menyampaikan sambutan perdananya setelah serah terima jabatan. (Foto: Tangkapan layar dari Youtube Diskominfo Kaltim)

    Samarinda - Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud dan Seno Aji, resmi menjabat setelah menerima serah terima jabatan dari Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik, dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (20/2/2025). 

    Dalam sambutan perdananya sebagai Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi daerahnya, terutama terkait masalah lubang tambang yang masih menjadi pekerjaan rumah besar.

    Rudy menyinggung permasalahan lubang tambang yang belum terselesaikan hingga saat ini. Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat sekitar 1.743 lubang tambang yang tersebar di berbagai wilayah di Kaltim. 

    Lubang-lubang tambang ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga telah menelan banyak korban jiwa.

    “Banyak sekali lubang tambang kita yang menjadi PR besar. Kita harus mencari cara untuk memanfaatkan lahan eks tambang yang selama ini menjadi momok menakutkan. Yang lebih merepotkan lagi, air yang mengalir dari lubang tambang ini memiliki sifat asam, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan serius,” kata Rudy.

    Ia menekankan bahwa pemerintah daerah akan mencari solusi terbaik untuk menangani permasalahan ini dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas terkait dan masyarakat.

    Rudy menilai memang Kaltim dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh bergantung semata-mata pada kekayaan alam, melainkan harus bertumpu pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

    "Sumber daya alam ini adalah modal bagi kita untuk membangun, tetapi yang menjadi tulang punggung ke depan adalah sumber daya manusianya. Agar kita mampu mengelola sumber daya alam yang melimpah ini dengan lebih baik," tuturnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sambutan Pertama sebagai Gubernur, Rudy Mas'ud Soroti Lubang Tambang

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Februari 2025 pukul 18:33 WITA

    Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud saat menyampaikan sambutan perdananya setelah serah terima jabatan. (Foto: Tangkapan layar dari Youtube Diskominfo Kaltim)

    Samarinda - Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud dan Seno Aji, resmi menjabat setelah menerima serah terima jabatan dari Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik, dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (20/2/2025). 

    Dalam sambutan perdananya sebagai Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi daerahnya, terutama terkait masalah lubang tambang yang masih menjadi pekerjaan rumah besar.

    Rudy menyinggung permasalahan lubang tambang yang belum terselesaikan hingga saat ini. Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat sekitar 1.743 lubang tambang yang tersebar di berbagai wilayah di Kaltim. 

    Lubang-lubang tambang ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga telah menelan banyak korban jiwa.

    “Banyak sekali lubang tambang kita yang menjadi PR besar. Kita harus mencari cara untuk memanfaatkan lahan eks tambang yang selama ini menjadi momok menakutkan. Yang lebih merepotkan lagi, air yang mengalir dari lubang tambang ini memiliki sifat asam, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan serius,” kata Rudy.

    Ia menekankan bahwa pemerintah daerah akan mencari solusi terbaik untuk menangani permasalahan ini dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas terkait dan masyarakat.

    Rudy menilai memang Kaltim dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh bergantung semata-mata pada kekayaan alam, melainkan harus bertumpu pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

    "Sumber daya alam ini adalah modal bagi kita untuk membangun, tetapi yang menjadi tulang punggung ke depan adalah sumber daya manusianya. Agar kita mampu mengelola sumber daya alam yang melimpah ini dengan lebih baik," tuturnya.

    (Sf/Rs)