Seputar Kaltim

    Sambut Puncak Harganas Kaltim di Berau, Bupati Tinjau Layanan KB di Puskesmas

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    22 Juli 2026 pukul 13:14 WITA

    Peninjauan langsung Bupati Berau bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur di Puskesmas Kampung Bugis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Menjelang puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas meninjau langsung pelayanan pemasangan alat kontrasepsi di sejumlah puskesmas, Rabu (22/7/2026). 

    Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Harganas yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Berau sebagai tuan rumah.

    Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim, Sunarto. Selain memastikan pelayanan keluarga berencana berjalan optimal, keduanya juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang sehat, harmonis dan sejahtera melalui perencanaan keluarga.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan Harganas bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga dalam mencetak generasi yang berkualitas. Menurutnya, keberhasilan membangun keluarga tidak hanya bergantung pada peran seorang ibu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seorang ayah.

    "Harganas mengingatkan kita betapa pentingnya sebuah keluarga. Di dalamnya yang bertugas bukan hanya ibu, tetapi seorang ayah juga memiliki peran yang sangat penting dan akan menentukan kualitas pendidikan dalam sebuah keluarga," ujar Sri Juniarsih.

    Ia menjelaskan, rangkaian Harganas di Berau tidak hanya diisi dengan pelayanan keluarga berencana di puskesmas, tetapi juga kegiatan edukasi di sekolah. Seluruh agenda tersebut menjadi bagian dari persiapan menyambut puncak peringatan Harganas tingkat Provinsi Kaltim yang akan dihadiri Gubernur Kaltim bersama perwakilan kabupaten dan kota se-Kaltim.

    "Harganas kami rangkaian dengan kunjungan ke beberapa puskesmas dan sekolah. Besok puncak peringatannya akan dihadiri Bapak Gubernur bersama perwakilan 10 kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur dan Berau dipercaya menjadi tuan rumah," katanya.

    Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim, Sunarto, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Berau dalam memanfaatkan pelayanan keluarga berencana. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat 20 akseptor telah mendaftar di Puskesmas Tanjung Redeb dan 15 calon akseptor di Puskesmas Bugis.

    Menurutnya, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengatur jarak kelahiran demi kesehatan ibu dan anak, sekaligus menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting.

    "Yang kita dorong bukan membatasi kelahiran, tetapi mengatur jarak kelahiran. Idealnya minimal tiga tahun, karena itu sangat menentukan kualitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak," jelasnya.

    Sunarto juga menilai kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan Kabupaten Berau sudah berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dari tingginya kepercayaan masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang disediakan pemerintah.

    "Ketika masyarakat datang ke unit pelayanan dan pulang dengan senyum, itu menjadi indikator bahwa pelayanannya sudah memuaskan. Tinggal bagaimana kualitas itu dipertahankan dan terus ditingkatkan," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sambut Puncak Harganas Kaltim di Berau, Bupati Tinjau Layanan KB di Puskesmas

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    22 Juli 2026 pukul 13:14 WITA

    Peninjauan langsung Bupati Berau bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur di Puskesmas Kampung Bugis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Menjelang puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas meninjau langsung pelayanan pemasangan alat kontrasepsi di sejumlah puskesmas, Rabu (22/7/2026). 

    Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Harganas yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Berau sebagai tuan rumah.

    Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim, Sunarto. Selain memastikan pelayanan keluarga berencana berjalan optimal, keduanya juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang sehat, harmonis dan sejahtera melalui perencanaan keluarga.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan Harganas bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga dalam mencetak generasi yang berkualitas. Menurutnya, keberhasilan membangun keluarga tidak hanya bergantung pada peran seorang ibu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seorang ayah.

    "Harganas mengingatkan kita betapa pentingnya sebuah keluarga. Di dalamnya yang bertugas bukan hanya ibu, tetapi seorang ayah juga memiliki peran yang sangat penting dan akan menentukan kualitas pendidikan dalam sebuah keluarga," ujar Sri Juniarsih.

    Ia menjelaskan, rangkaian Harganas di Berau tidak hanya diisi dengan pelayanan keluarga berencana di puskesmas, tetapi juga kegiatan edukasi di sekolah. Seluruh agenda tersebut menjadi bagian dari persiapan menyambut puncak peringatan Harganas tingkat Provinsi Kaltim yang akan dihadiri Gubernur Kaltim bersama perwakilan kabupaten dan kota se-Kaltim.

    "Harganas kami rangkaian dengan kunjungan ke beberapa puskesmas dan sekolah. Besok puncak peringatannya akan dihadiri Bapak Gubernur bersama perwakilan 10 kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur dan Berau dipercaya menjadi tuan rumah," katanya.

    Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim, Sunarto, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Berau dalam memanfaatkan pelayanan keluarga berencana. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat 20 akseptor telah mendaftar di Puskesmas Tanjung Redeb dan 15 calon akseptor di Puskesmas Bugis.

    Menurutnya, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengatur jarak kelahiran demi kesehatan ibu dan anak, sekaligus menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting.

    "Yang kita dorong bukan membatasi kelahiran, tetapi mengatur jarak kelahiran. Idealnya minimal tiga tahun, karena itu sangat menentukan kualitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak," jelasnya.

    Sunarto juga menilai kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan Kabupaten Berau sudah berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dari tingginya kepercayaan masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang disediakan pemerintah.

    "Ketika masyarakat datang ke unit pelayanan dan pulang dengan senyum, itu menjadi indikator bahwa pelayanannya sudah memuaskan. Tinggal bagaimana kualitas itu dipertahankan dan terus ditingkatkan," pungkasnya.

    (Sf/Lo)