Cari disini...
Seputar Kaltim
Posko perjuangan Aliansi Rakyat Kaltim. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Persiapan aksi demonstrasi besar-besaran yang akan digelar pada 21 April mendatang tidak hanya terfokus pada konsolidasi gagasan, tetapi juga persiapan logistik dan akomodasi.
Mengantisipasi kedatangan gelombang massa dari berbagai wilayah di luar Kota Samarinda, posko relawan kini difungsikan sekaligus sebagai tempat singgah dan peristirahatan.
Humas Aksi, Bella, memaparkan bahwa eskalasi massa dipastikan meningkat seiring bergabungnya lebih dari 35 lembaga, mahasiswa, dan aliansi masyarakat. Massa tidak hanya datang dari kampus-kampus lokal seperti Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), dan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), tetapi juga dari daerah tetangga.
"Teman-teman dari luar kota seperti Balikpapan bahkan sudah ada yang tiba di sini sejak konsolidasi kemarin. Sementara untuk massa dari Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Timur (Kutim), kemungkinan besar akan berdatangan pada H-1 sebelum aksi," jelas Bella saat ditemui di posko.
Mengingat aksi dijadwalkan mulai pukul 08.00 pagi, panitia telah menyiagakan posko agar representatif untuk menampung para peserta aksi yang menempuh perjalanan jauh.
"Kami persilakan teman-teman dari luar daerah untuk menginap. Di sini kami sudah siapkan tempat berteduh, makanan, dan kebutuhan pokok lain yang dibutuhkan agar mereka siap turun ke jalan besoknya," tambahnya.
Operasional posko singgah ini tidak lepas dari kuatnya arus solidaritas warga Samarinda. Relawan Aksi, Irma Suryani, menyebutkan bahwa pemenuhan kebutuhan logistik bagi massa luar kota maupun relawan lokal sangat terbantu oleh donasi masyarakat yang mengalir tanpa henti setiap harinya.
"Setiap hari pasti ada saja warga yang datang membawa bantuan. Pagi tadi kami menerima kiriman nasi kuning, lalu siangnya ada yang mengirim nasi kotak dan kopi. Bahkan, donasi tidak hanya datang dari kelompok mampu, teman-teman penyandang disabilitas juga ikut menitipkan bantuan," ungkap Irma.
Selain makanan dan minuman, posko yang sudah berdiri selama hampir sepekan ini juga telah menghimpun dana tunai sekitar Rp20 juta dari sumbangan sukarela warga. Dana tersebut, kata Irma, akan dimaksimalkan untuk menunjang kelancaran teknis aksi, termasuk penyewaan sound system.
Hingga saat ini, Irma memastikan situasi di posko berjalan sangat kondusif. Penyatuan kekuatan antara elemen mahasiswa dan masyarakat sipil sukses menciptakan ekosistem pergerakan yang saling menjaga, tanpa adanya intervensi dari pihak luar yang mengganggu jalannya persiapan menuju 21 April.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Posko perjuangan Aliansi Rakyat Kaltim. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Persiapan aksi demonstrasi besar-besaran yang akan digelar pada 21 April mendatang tidak hanya terfokus pada konsolidasi gagasan, tetapi juga persiapan logistik dan akomodasi.
Mengantisipasi kedatangan gelombang massa dari berbagai wilayah di luar Kota Samarinda, posko relawan kini difungsikan sekaligus sebagai tempat singgah dan peristirahatan.
Humas Aksi, Bella, memaparkan bahwa eskalasi massa dipastikan meningkat seiring bergabungnya lebih dari 35 lembaga, mahasiswa, dan aliansi masyarakat. Massa tidak hanya datang dari kampus-kampus lokal seperti Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), dan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), tetapi juga dari daerah tetangga.
"Teman-teman dari luar kota seperti Balikpapan bahkan sudah ada yang tiba di sini sejak konsolidasi kemarin. Sementara untuk massa dari Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Timur (Kutim), kemungkinan besar akan berdatangan pada H-1 sebelum aksi," jelas Bella saat ditemui di posko.
Mengingat aksi dijadwalkan mulai pukul 08.00 pagi, panitia telah menyiagakan posko agar representatif untuk menampung para peserta aksi yang menempuh perjalanan jauh.
"Kami persilakan teman-teman dari luar daerah untuk menginap. Di sini kami sudah siapkan tempat berteduh, makanan, dan kebutuhan pokok lain yang dibutuhkan agar mereka siap turun ke jalan besoknya," tambahnya.
Operasional posko singgah ini tidak lepas dari kuatnya arus solidaritas warga Samarinda. Relawan Aksi, Irma Suryani, menyebutkan bahwa pemenuhan kebutuhan logistik bagi massa luar kota maupun relawan lokal sangat terbantu oleh donasi masyarakat yang mengalir tanpa henti setiap harinya.
"Setiap hari pasti ada saja warga yang datang membawa bantuan. Pagi tadi kami menerima kiriman nasi kuning, lalu siangnya ada yang mengirim nasi kotak dan kopi. Bahkan, donasi tidak hanya datang dari kelompok mampu, teman-teman penyandang disabilitas juga ikut menitipkan bantuan," ungkap Irma.
Selain makanan dan minuman, posko yang sudah berdiri selama hampir sepekan ini juga telah menghimpun dana tunai sekitar Rp20 juta dari sumbangan sukarela warga. Dana tersebut, kata Irma, akan dimaksimalkan untuk menunjang kelancaran teknis aksi, termasuk penyewaan sound system.
Hingga saat ini, Irma memastikan situasi di posko berjalan sangat kondusif. Penyatuan kekuatan antara elemen mahasiswa dan masyarakat sipil sukses menciptakan ekosistem pergerakan yang saling menjaga, tanpa adanya intervensi dari pihak luar yang mengganggu jalannya persiapan menuju 21 April.
(Sf/Rs)