Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancara di Atrium Bigmall Samarinda, Kamis (1/8/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyampaikan terkait rencana pembangunan infrastruktur air bersih yang akan meningkatkan kapasitas layanan dan memungkinkan penjualan air curah untuk Balikpapan yang tengah menghadapi krisis air baku.
Andi Harun berencana untuk membangun fasilitas baru yang tidak hanya akan menyelesaikan kekurangan layanan air bersih sebesar 23 persen, tetapi juga memungkinkan Samarinda untuk menjual air curah.
"Kita manfaatkan peluang yang ada" ujar Andi Harun, di Atrium Bigmall Samarinda, Kamis (1/8/2024).
Menurutnya ini adalah langkah penting untuk memastikan akses yang lebih baik kepada masyarakat. Mengingat Samarinda sendiri masih ada sekitar 23 persen wilayah yang belum teraliri air bersih untuk warganya. Namun di sisi lain jika kerja sama ini dapat berjalan, maka PR Pemerintah Kota Samarinda itu bisa terselesaikan.
"Sambil nyelam minum air," selorohnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) menjalankan dua fungsi utama, yakni sebagai lembaga pelayanan publik dan sebagai entitas bisnis.
"Jika rencana ini berhasil, kedua fungsi tersebut akan tercapai, sekaligus membuka peluang untuk kerja sama antar daerah," tambahnya.
Pria yang kerap disapa AH itu juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam era modern. Bukan lagi mempertahankan ego masing-masing.
"Jka Balikpapan ingin bekerjasama, kami sudah menyiapkan Perumdam Tirta Kencana untuk melanjutkan prosesnya," ungkapnya.
Ia berharap ketika rencana itu sudah disetujui, proses pembangunan diharapkan dapat dimulai akhir tahun ini.
AH menilai solusi yang ditawarkannya ini adalah yang paling memungkinkan untuk diterapkan, ketimbang dengan melakukan penyulingan air laut karena memerlukan investasi besar dan lebih rumit.
"Kami lebih memilih alternatif yang lebih terlihat, yaitu membangun IPA (Instalasi Pengolahan Air) baru, entah nanti di Harapan Baru atau Palaran. Pembangunan ini diharapkan selesai dalam waktu maksimal 8 bulan, termasuk pemasangan pipa transmisi menuju Balikpapan," bebernya.
Rencana ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah kekurangan air bersih yang sedang dihadapi oleh Balikpapan dan memperkuat kerja sama antar daerah, sekaligus memastikan pelayanan air bersih yang lebih baik untuk masyarakat Samarinda.
"Tapi kita lihat nanti kemajuannya seperti apa, kalau sudah disepakati kita juga akan simulasikan perencanaan teknis dan keuangannya seperti apa," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancara di Atrium Bigmall Samarinda, Kamis (1/8/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyampaikan terkait rencana pembangunan infrastruktur air bersih yang akan meningkatkan kapasitas layanan dan memungkinkan penjualan air curah untuk Balikpapan yang tengah menghadapi krisis air baku.
Andi Harun berencana untuk membangun fasilitas baru yang tidak hanya akan menyelesaikan kekurangan layanan air bersih sebesar 23 persen, tetapi juga memungkinkan Samarinda untuk menjual air curah.
"Kita manfaatkan peluang yang ada" ujar Andi Harun, di Atrium Bigmall Samarinda, Kamis (1/8/2024).
Menurutnya ini adalah langkah penting untuk memastikan akses yang lebih baik kepada masyarakat. Mengingat Samarinda sendiri masih ada sekitar 23 persen wilayah yang belum teraliri air bersih untuk warganya. Namun di sisi lain jika kerja sama ini dapat berjalan, maka PR Pemerintah Kota Samarinda itu bisa terselesaikan.
"Sambil nyelam minum air," selorohnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) menjalankan dua fungsi utama, yakni sebagai lembaga pelayanan publik dan sebagai entitas bisnis.
"Jika rencana ini berhasil, kedua fungsi tersebut akan tercapai, sekaligus membuka peluang untuk kerja sama antar daerah," tambahnya.
Pria yang kerap disapa AH itu juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam era modern. Bukan lagi mempertahankan ego masing-masing.
"Jka Balikpapan ingin bekerjasama, kami sudah menyiapkan Perumdam Tirta Kencana untuk melanjutkan prosesnya," ungkapnya.
Ia berharap ketika rencana itu sudah disetujui, proses pembangunan diharapkan dapat dimulai akhir tahun ini.
AH menilai solusi yang ditawarkannya ini adalah yang paling memungkinkan untuk diterapkan, ketimbang dengan melakukan penyulingan air laut karena memerlukan investasi besar dan lebih rumit.
"Kami lebih memilih alternatif yang lebih terlihat, yaitu membangun IPA (Instalasi Pengolahan Air) baru, entah nanti di Harapan Baru atau Palaran. Pembangunan ini diharapkan selesai dalam waktu maksimal 8 bulan, termasuk pemasangan pipa transmisi menuju Balikpapan," bebernya.
Rencana ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah kekurangan air bersih yang sedang dihadapi oleh Balikpapan dan memperkuat kerja sama antar daerah, sekaligus memastikan pelayanan air bersih yang lebih baik untuk masyarakat Samarinda.
"Tapi kita lihat nanti kemajuannya seperti apa, kalau sudah disepakati kita juga akan simulasikan perencanaan teknis dan keuangannya seperti apa," pungkasnya.
(Sf/Rs)