Seputar Kaltim

    Samarinda Raih WHO Healthy Cities Recognition Awards 2026, Angkat Isu Kekerasan dan Kesetaraan Gender

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdian
    01 September 2026 pukul 21:23 WITA

    Ketua Forum Kota Sehat Samarinda Rinda Wahyuni menerima penghargaan internasional dalam ajang AFHC 2026 di Sydney, Australia. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kota Samarinda meraih WHO Healthy Cities Recognition Awards 2026, penghargaan dari World Health Organization (WHO) yang mengakui upaya kota dalam membangun lingkungan perkotaan yang sehat, aman dan inklusif. 

    Samarinda mendapat pengakuan melalui kategori “Preventing Violence and Promoting Gender Equality: Transforming Urban Systems, Norms, and Spaces” atau pencegahan kekerasan dan penguatan kesetaraan gender melalui transformasi sistem, norma dan ruang perkotaan.

    Penghargaan tersebut diterima Ketua Forum Kota Sehat Kota Samarinda, Rinda Wahyuni, yang mewakili Kota Samarinda dalam agenda WHO Healthy Cities Recognition Awards 2026 di Sydney, Australia.

    Rinda mengatakan penghargaan tersebut menjadi kebanggaan karena Samarinda menjadi salah satu kota yang mendapat pengakuan dalam ajang tingkat dunia tersebut.

    “Alhamdulillah hari ini saya sebagai Ketua Forum Kota Sehat Kota Samarinda sangat berbangga hati dan berbahagia mewakili Kota Samarinda menerima penghargaan dari WHO,” ujar Rinda, Selasa (1/9/2026).

    Dalam penghargaan tersebut, Samarinda mengusung tema “Mencegah Kekerasan dan Mendorong Kesetaraan Gender, Mentransformasi Sistem, Norma, dan Ruang Perkotaan.”

    Menurut Rinda, tema tersebut berkaitan dengan upaya membangun kota yang sehat sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

    “Penghargaan ini dari seluruh kota yang ada di dunia, salah satunya adalah Kota Samarinda,” katanya.

    Rinda menilai pengakuan WHO menjadi dorongan bagi Samarinda untuk terus memperkuat pembangunan kota yang memperhatikan kesehatan, lingkungan serta perlindungan masyarakat.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada WHO yang telah mendorong kota-kota di dunia agar semakin peduli terhadap kondisi lingkungan dan masyarakatnya.

    “Terima kasih dan apresiasi seluas-luasnya kepada WHO yang telah memfasilitasi, yang telah memberikan sesuatu yang mendorong kota-kota yang ada di dunia ini untuk bisa aware kepada kotanya menjadi kota yang sehat, kota yang peduli akan lingkungannya,” ungkapnya.

    Rinda menambahkan, perhatian terhadap perempuan dan anak menjadi bagian penting dalam pembangunan kota sehat. Menurutnya, lingkungan yang aman diperlukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat.

    “Anak-anak bisa berkembang dengan sehat, dengan ceria, tumbuh dengan rasa aman di lingkungannya,” pungkas Rinda.

    Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan penghargaan tersebut menjadi capaian yang membanggakan bgi Kota Samarinda. 

    Ia menyebut proses penilaian dilakukan tanpa pertemuan langsung dengan pihak penilai.

    “Kita juga tidak tahu kapan dinilainya, dengan cara apa mereka menilai. Karena memang tidak bertemu dengan kita penilaiannya. Penilaian dunia kan, zero KKN, bahkan zero contact dalam bentuk tatap muka,” kata Andi Harun.

    Andi Harun mengatakan dirinya seharusnya berada di Sydney untuk menghadiri agenda penyerahan penghargaan tersebut.

    Namun, karena memiliki sejumlah kegiatan di Samarinda, penerimaan penghargaan diwakili Ketua Forum Kota Sehat.

    Ia menegaskan keberangkatan tersebut tidak menggunakan APBD. Menurutnya, biaya perjalanan dan hotel ditanggung oleh WHO melalui mekanisme reimburse.

    “Biayanya itu kita tidak pakai APBD ke sana sebenarnya. Itu semua ditanggung oleh WHO,” tegasnya.

    Andi Harun berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Samarinda untuk terus membangun kota yang sehat dan aman bagi masyarakat.


    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Samarinda Raih WHO Healthy Cities Recognition Awards 2026, Angkat Isu Kekerasan dan Kesetaraan Gender

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdian
    01 September 2026 pukul 21:23 WITA

    Ketua Forum Kota Sehat Samarinda Rinda Wahyuni menerima penghargaan internasional dalam ajang AFHC 2026 di Sydney, Australia. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kota Samarinda meraih WHO Healthy Cities Recognition Awards 2026, penghargaan dari World Health Organization (WHO) yang mengakui upaya kota dalam membangun lingkungan perkotaan yang sehat, aman dan inklusif. 

    Samarinda mendapat pengakuan melalui kategori “Preventing Violence and Promoting Gender Equality: Transforming Urban Systems, Norms, and Spaces” atau pencegahan kekerasan dan penguatan kesetaraan gender melalui transformasi sistem, norma dan ruang perkotaan.

    Penghargaan tersebut diterima Ketua Forum Kota Sehat Kota Samarinda, Rinda Wahyuni, yang mewakili Kota Samarinda dalam agenda WHO Healthy Cities Recognition Awards 2026 di Sydney, Australia.

    Rinda mengatakan penghargaan tersebut menjadi kebanggaan karena Samarinda menjadi salah satu kota yang mendapat pengakuan dalam ajang tingkat dunia tersebut.

    “Alhamdulillah hari ini saya sebagai Ketua Forum Kota Sehat Kota Samarinda sangat berbangga hati dan berbahagia mewakili Kota Samarinda menerima penghargaan dari WHO,” ujar Rinda, Selasa (1/9/2026).

    Dalam penghargaan tersebut, Samarinda mengusung tema “Mencegah Kekerasan dan Mendorong Kesetaraan Gender, Mentransformasi Sistem, Norma, dan Ruang Perkotaan.”

    Menurut Rinda, tema tersebut berkaitan dengan upaya membangun kota yang sehat sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

    “Penghargaan ini dari seluruh kota yang ada di dunia, salah satunya adalah Kota Samarinda,” katanya.

    Rinda menilai pengakuan WHO menjadi dorongan bagi Samarinda untuk terus memperkuat pembangunan kota yang memperhatikan kesehatan, lingkungan serta perlindungan masyarakat.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada WHO yang telah mendorong kota-kota di dunia agar semakin peduli terhadap kondisi lingkungan dan masyarakatnya.

    “Terima kasih dan apresiasi seluas-luasnya kepada WHO yang telah memfasilitasi, yang telah memberikan sesuatu yang mendorong kota-kota yang ada di dunia ini untuk bisa aware kepada kotanya menjadi kota yang sehat, kota yang peduli akan lingkungannya,” ungkapnya.

    Rinda menambahkan, perhatian terhadap perempuan dan anak menjadi bagian penting dalam pembangunan kota sehat. Menurutnya, lingkungan yang aman diperlukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat.

    “Anak-anak bisa berkembang dengan sehat, dengan ceria, tumbuh dengan rasa aman di lingkungannya,” pungkas Rinda.

    Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan penghargaan tersebut menjadi capaian yang membanggakan bgi Kota Samarinda. 

    Ia menyebut proses penilaian dilakukan tanpa pertemuan langsung dengan pihak penilai.

    “Kita juga tidak tahu kapan dinilainya, dengan cara apa mereka menilai. Karena memang tidak bertemu dengan kita penilaiannya. Penilaian dunia kan, zero KKN, bahkan zero contact dalam bentuk tatap muka,” kata Andi Harun.

    Andi Harun mengatakan dirinya seharusnya berada di Sydney untuk menghadiri agenda penyerahan penghargaan tersebut.

    Namun, karena memiliki sejumlah kegiatan di Samarinda, penerimaan penghargaan diwakili Ketua Forum Kota Sehat.

    Ia menegaskan keberangkatan tersebut tidak menggunakan APBD. Menurutnya, biaya perjalanan dan hotel ditanggung oleh WHO melalui mekanisme reimburse.

    “Biayanya itu kita tidak pakai APBD ke sana sebenarnya. Itu semua ditanggung oleh WHO,” tegasnya.

    Andi Harun berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Samarinda untuk terus membangun kota yang sehat dan aman bagi masyarakat.


    (Sf/Rs)