Cari disini...
Seputar Kaltim
Asisten II Sekot Samarinda, Marnabas Patiroy (Foto : Umar Daud/Seputardakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai serius melakukan transformasi penggunaan sumber energi rumah tangga lebih ramah lingkungan dan terjangkau masyarakat dengan membangun 7.619 sabungan jaringan gas (Jargas) gratis.
Pembangunan jalur gas ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dari pemerintah pusat guna menekan ketergantungan masyarakat tehadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg.
Asisten II Sekot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan proyek pembangunan Jargas diperkirakan akan dimulai pada Oktober 2025 mendatang.
Selain itu, proyek ini juga sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Tetapi untuk sementara masih dalam tahap proses lelang.
"Kemungkinan Oktober ini baru mulai berjalan. Untuk pendanaan itu tanggungjawab pemerintah pusat," ujar Marnabas, Kamis (25/9/2025).
Targetnya sendiri, pembangunan Jargas akan dikerjakan selama 8 bulan penuh dan rampung pada 2026 mendatang.
Adapun wilayah yang akan dipasang sambungan Jargas, sekarang ada dua kelurahan, yakni Sidomulyo dan Sungai Pinang Dalam dengan total 7.619 sambungan ke rumah.
Dengan demikian, diharapkan program ini mendapat dukungan penuh masyarakat agar target pengurangan penggunaan LPG subsidi dapat tercapai, sekaligus mendorong penggunaan energi bersih yang berkelanjutan di Samarinda.
"Ini langkah menuju energi yang lebih baik, kami mohon dukungan dari masyarakat," harapnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Asisten II Sekot Samarinda, Marnabas Patiroy (Foto : Umar Daud/Seputardakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai serius melakukan transformasi penggunaan sumber energi rumah tangga lebih ramah lingkungan dan terjangkau masyarakat dengan membangun 7.619 sabungan jaringan gas (Jargas) gratis.
Pembangunan jalur gas ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dari pemerintah pusat guna menekan ketergantungan masyarakat tehadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg.
Asisten II Sekot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan proyek pembangunan Jargas diperkirakan akan dimulai pada Oktober 2025 mendatang.
Selain itu, proyek ini juga sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Tetapi untuk sementara masih dalam tahap proses lelang.
"Kemungkinan Oktober ini baru mulai berjalan. Untuk pendanaan itu tanggungjawab pemerintah pusat," ujar Marnabas, Kamis (25/9/2025).
Targetnya sendiri, pembangunan Jargas akan dikerjakan selama 8 bulan penuh dan rampung pada 2026 mendatang.
Adapun wilayah yang akan dipasang sambungan Jargas, sekarang ada dua kelurahan, yakni Sidomulyo dan Sungai Pinang Dalam dengan total 7.619 sambungan ke rumah.
Dengan demikian, diharapkan program ini mendapat dukungan penuh masyarakat agar target pengurangan penggunaan LPG subsidi dapat tercapai, sekaligus mendorong penggunaan energi bersih yang berkelanjutan di Samarinda.
"Ini langkah menuju energi yang lebih baik, kami mohon dukungan dari masyarakat," harapnya.
(Sf/Rs)