Seputar Kaltim

    Samarinda Diguyur Hujan Deras, Banjir Kepung Sejumlah Ruas Jalan dan Jebak Karyawan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    18 Juni 2026 pukul 17:11 WITA

    Banjir yang terjadi di Jalan DI Panjaitan, ketinggian mencapai paha orang dewasa. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang melanda Kota Samarinda pada Kamis (18/6/2026) sore. Cuaca ekstrem ini dilaporkan mulai mengguyur kota sejak pukul 15.00 WITA.

    Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda pukul 16.35 WITA, curah hujan tinggi tersebut mengakibatkan genangan air di berbagai titik. Ketinggian muka air rata-rata bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter.

    Meski demikian, pihak BPBD mengonfirmasi belum ada fasilitas umum yang terdampak parah. Mereka juga mencatat nihil kejadian pohon tumbang maupun tanah longsor hingga sore hari.

    Tim Pusdalops-PB BPBD Samarinda merilis sejumlah kawasan yang tergenang banjir. Aliran air terpantau merendam area Simpang Kebun Agung, Jalan Damanhuri, Jalan Lempake Jaya, dan Jalan D.I. Panjaitan.

    Kondisi serupa juga terpantau di beberapa rute lainnya. Genangan turut merendam Jalan Meranti arah Talangsari, Jalan Gunung Lingai Gang Berkat, Lempake Gunung Kapur, Simpang Sempaja, hingga Jalan A. Wahab Syahranie 4.

    Kawasan Jalan D.I. Panjaitan menjadi salah satu titik genangan yang cukup parah. Hal ini sangat menyulitkan warga, terutama mereka yang sedang dalam perjalanan pulang beraktivitas.

    Fiqry Afrilana Pasha, salah satu karyawan PT Phapros, harus pasrah merasakan dampaknya. Ia terpaksa menunda pekerjaannya mengunjungi Apotek Sehat Bersama karena terjebak banjir.

    "Jam-jam pulang kerja malah banjir. Tadi mulai hujan saya masih meneduh di sini sekitar pukul 15.30," keluh Fiqry menceritakan kondisinya.

    Debit air di lokasi tempatnya berteduh diakui naik dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu singkat, genangan air sudah melumpuhkan akses kendaraannya.

    "Setengah jam kemudian tiba-tiba air sudah mulai naik. Sampai sekarang ini sudah sampai se-paha orang dewasa," tambahnya.

    Melihat genangan air yang cukup tinggi tersebut, Fiqry terpaksa menunda waktu istirahatnya di rumah. Ia harus menunggu hingga debit air menyusut agar bisa melintas dengan aman.

    "Mau engga mau saya nunggu ini. Wah, bisa jadi pulang malam lagi ini mas," pungkasnya.

    Di sisi lain, pantauan kamera pengawas (CCTV) tim redaksi SeputarFakta juga mengonfirmasi luasnya sebaran banjir. Beberapa ruas jalan lain turut tergenang dan berpotensi memperlambat laju kendaraan.

    Kawasan genangan tersebut membentang mulai dari Simpang Damahuri Gang Ogok, Simpang Empat Lembuswana, Jalan Pasundan, hingga Jalan Jenderal Sudirman.

    Kemacetan akibat jalanan yang terendam air juga mengintai beberapa titik rawan lainnya. Pengendara di Jalan Diponegoro, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Tengkawang, dan Simpang Tiga Jembatan Mahakam diharapkan lebih berhati-hati.

    Masyarakat yang melintas di Jalan Panglima Batur, area Flyover Juanda, serta Jalan Kadrie Oening turut diimbau untuk selalu waspada. Mengurangi laju kendaraan sangat disarankan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Samarinda Diguyur Hujan Deras, Banjir Kepung Sejumlah Ruas Jalan dan Jebak Karyawan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    18 Juni 2026 pukul 17:11 WITA

    Banjir yang terjadi di Jalan DI Panjaitan, ketinggian mencapai paha orang dewasa. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang melanda Kota Samarinda pada Kamis (18/6/2026) sore. Cuaca ekstrem ini dilaporkan mulai mengguyur kota sejak pukul 15.00 WITA.

    Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda pukul 16.35 WITA, curah hujan tinggi tersebut mengakibatkan genangan air di berbagai titik. Ketinggian muka air rata-rata bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter.

    Meski demikian, pihak BPBD mengonfirmasi belum ada fasilitas umum yang terdampak parah. Mereka juga mencatat nihil kejadian pohon tumbang maupun tanah longsor hingga sore hari.

    Tim Pusdalops-PB BPBD Samarinda merilis sejumlah kawasan yang tergenang banjir. Aliran air terpantau merendam area Simpang Kebun Agung, Jalan Damanhuri, Jalan Lempake Jaya, dan Jalan D.I. Panjaitan.

    Kondisi serupa juga terpantau di beberapa rute lainnya. Genangan turut merendam Jalan Meranti arah Talangsari, Jalan Gunung Lingai Gang Berkat, Lempake Gunung Kapur, Simpang Sempaja, hingga Jalan A. Wahab Syahranie 4.

    Kawasan Jalan D.I. Panjaitan menjadi salah satu titik genangan yang cukup parah. Hal ini sangat menyulitkan warga, terutama mereka yang sedang dalam perjalanan pulang beraktivitas.

    Fiqry Afrilana Pasha, salah satu karyawan PT Phapros, harus pasrah merasakan dampaknya. Ia terpaksa menunda pekerjaannya mengunjungi Apotek Sehat Bersama karena terjebak banjir.

    "Jam-jam pulang kerja malah banjir. Tadi mulai hujan saya masih meneduh di sini sekitar pukul 15.30," keluh Fiqry menceritakan kondisinya.

    Debit air di lokasi tempatnya berteduh diakui naik dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu singkat, genangan air sudah melumpuhkan akses kendaraannya.

    "Setengah jam kemudian tiba-tiba air sudah mulai naik. Sampai sekarang ini sudah sampai se-paha orang dewasa," tambahnya.

    Melihat genangan air yang cukup tinggi tersebut, Fiqry terpaksa menunda waktu istirahatnya di rumah. Ia harus menunggu hingga debit air menyusut agar bisa melintas dengan aman.

    "Mau engga mau saya nunggu ini. Wah, bisa jadi pulang malam lagi ini mas," pungkasnya.

    Di sisi lain, pantauan kamera pengawas (CCTV) tim redaksi SeputarFakta juga mengonfirmasi luasnya sebaran banjir. Beberapa ruas jalan lain turut tergenang dan berpotensi memperlambat laju kendaraan.

    Kawasan genangan tersebut membentang mulai dari Simpang Damahuri Gang Ogok, Simpang Empat Lembuswana, Jalan Pasundan, hingga Jalan Jenderal Sudirman.

    Kemacetan akibat jalanan yang terendam air juga mengintai beberapa titik rawan lainnya. Pengendara di Jalan Diponegoro, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Tengkawang, dan Simpang Tiga Jembatan Mahakam diharapkan lebih berhati-hati.

    Masyarakat yang melintas di Jalan Panglima Batur, area Flyover Juanda, serta Jalan Kadrie Oening turut diimbau untuk selalu waspada. Mengurangi laju kendaraan sangat disarankan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    (Sf/Lo)