Cari disini...
Seputar Kaltim
Pengangkutan sampah di TPS yang ada di Jalan Juanda 2, Samarinda Ulu. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sebagai ibu kota provinsi, tentunya Kota Samarinda juga menjadi salah satu wilayah pendukung kuat dengan keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Endang Liansyah menyebut, pada bulan September lalu mendapat kunjungan dari tim konsultan asal Jepang, yakni Japan International Cooperation Agency (JICA). Kunjungan tersebut bertujuan untuk menganalisis kesiapan Samarinda sebagai salah satu kota penyangga IKN Nusantara. Mencari fakta lapangan tentang kondisi Samarinda saat ini, terutama dalam kaitannya dengan peran kota ini sebagai kota penunjang utama IKN.
“Mereka datang untuk menganalisis dan mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki dan didukung oleh pemerintah pusat agar Samarinda dapat mendukung IKN dengan optimal. Mereka meninjau sistem sanitasi, transportasi, dan infrastruktur lainnya yang ada di Samarinda,” ujar Endang saat diwawancara, Kamis (3/10/2024).
Endang menjelaskan, hasil pertemuan dengan konsultan JICA, Samarinda masih membutuhkan perbaikan yang signifikan, khususnya dalam hal pengelolaan sampah dan sistem Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Di mana sistem pengelolaan sampah di Samarinda perlu ditingkatkan, paling tidak sejalan dengan standar yang diterapkan di IKN nantinya.
“PR yang harus dikerjakan Samarinda memang masih banyak. Salah satu yang paling mendesak adalah pengelolaan sampah dan sistem TPA. Sistem ini paling tidak harus mirip dengan yang ada di IKN,” ungkapnya.
Endang juga mengungkapkan bahwa pihaknya berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan yang lebih besar, terutama dalam hal pendanaan dan bantuan teknis. Melihat, sampah merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi Samarinda. Meski ia menilai volume sampah di Samarinda masih dalam jumlah wajar, namun tetap harus dilakukan langkah antisipasi.
Apalagi dengan bertambahnya populasi penduduk juga akan sangat berpengaruh pada jumlah sampah yang dihasilkan. Saat ini, Samarinda juga belum mempunyai TPA yang representatif.
Sejauh ini berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah kota dalam menanggulangi sampah di lingkungan masyarakat. Seperti pemberlakukan jam pembuangan sampah, pengaturan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), serta imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Belum lama ini juga Pemerintah Kota Samarinda bertemu dengan investor dari Malaysia terkait dengan pengelolaan sampah. Di mana rencananya akan dibangun sebuah pabrik pengelolaan sampah yang nantinya dijadikan sebagai pembangkit listrik. Saat ini Samarinda sedang menjajaki terkait dengan kerja sama tersebut.
“Kami berharap pusat bisa membantu Samarinda, terutama dari sisi pendanaan dan lainnya. Kami juga sudah menyampaikan berbagai permasalahan lain yang berbeda dengan kondisi di Jepang,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pengangkutan sampah di TPS yang ada di Jalan Juanda 2, Samarinda Ulu. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sebagai ibu kota provinsi, tentunya Kota Samarinda juga menjadi salah satu wilayah pendukung kuat dengan keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Endang Liansyah menyebut, pada bulan September lalu mendapat kunjungan dari tim konsultan asal Jepang, yakni Japan International Cooperation Agency (JICA). Kunjungan tersebut bertujuan untuk menganalisis kesiapan Samarinda sebagai salah satu kota penyangga IKN Nusantara. Mencari fakta lapangan tentang kondisi Samarinda saat ini, terutama dalam kaitannya dengan peran kota ini sebagai kota penunjang utama IKN.
“Mereka datang untuk menganalisis dan mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki dan didukung oleh pemerintah pusat agar Samarinda dapat mendukung IKN dengan optimal. Mereka meninjau sistem sanitasi, transportasi, dan infrastruktur lainnya yang ada di Samarinda,” ujar Endang saat diwawancara, Kamis (3/10/2024).
Endang menjelaskan, hasil pertemuan dengan konsultan JICA, Samarinda masih membutuhkan perbaikan yang signifikan, khususnya dalam hal pengelolaan sampah dan sistem Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Di mana sistem pengelolaan sampah di Samarinda perlu ditingkatkan, paling tidak sejalan dengan standar yang diterapkan di IKN nantinya.
“PR yang harus dikerjakan Samarinda memang masih banyak. Salah satu yang paling mendesak adalah pengelolaan sampah dan sistem TPA. Sistem ini paling tidak harus mirip dengan yang ada di IKN,” ungkapnya.
Endang juga mengungkapkan bahwa pihaknya berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan yang lebih besar, terutama dalam hal pendanaan dan bantuan teknis. Melihat, sampah merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi Samarinda. Meski ia menilai volume sampah di Samarinda masih dalam jumlah wajar, namun tetap harus dilakukan langkah antisipasi.
Apalagi dengan bertambahnya populasi penduduk juga akan sangat berpengaruh pada jumlah sampah yang dihasilkan. Saat ini, Samarinda juga belum mempunyai TPA yang representatif.
Sejauh ini berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah kota dalam menanggulangi sampah di lingkungan masyarakat. Seperti pemberlakukan jam pembuangan sampah, pengaturan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), serta imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Belum lama ini juga Pemerintah Kota Samarinda bertemu dengan investor dari Malaysia terkait dengan pengelolaan sampah. Di mana rencananya akan dibangun sebuah pabrik pengelolaan sampah yang nantinya dijadikan sebagai pembangkit listrik. Saat ini Samarinda sedang menjajaki terkait dengan kerja sama tersebut.
“Kami berharap pusat bisa membantu Samarinda, terutama dari sisi pendanaan dan lainnya. Kami juga sudah menyampaikan berbagai permasalahan lain yang berbeda dengan kondisi di Jepang,” pungkasnya.
(Sf/Rs)