Seputar Kaltim

    Samarinda Bakal Punya Pusat Darurat Seperti 911 di Amerika Serikat

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    24 Januari 2025 pukul 11:58 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengungkapkan rencana besarnya untuk membangun Samarinda Emergency Communication Centre atau sebuah pusat informasi darurat yang terintegrasi seperti sistem 911 di Amerika Serikat. 

    Hal ini mampu mengatasi keterbatasan sistem informasi darurat yang selama ini dinilai belum optimal. "Kita mau, lebih tepatnya Samarinda Emergency Communication Centre seperti 911, karena selama ini hanya parsial, belum ada pusat informasi yang kita miliki," ungkap Andi Harun. 

    Sebagaimana diketahui, pemerintah kota juga telah memiliki layanan darurat sendiri. Pada 2019 lalu meluncurkan fasilitas berupa layanan nomor tunggal panggilan darurat Samarinda 112 yang dikelola oleh Diskominfo Samarinda. 

    Namun, ia menyoroti saat ini memiliki nomor darurat seperti 112 dinilai kurang efektif karena laporan sering dilempar antarinstansi, sehingga menginginkan adanya pusat darurat dan ketika ada peristiwa, bisa tertangani tanpa harus menunggu terhubung dengan instansi terkait. 

    Lebih lanjut dikatakannya, gedung Samarinda Emergency Crisis Centre itu nantinya akan menjadi pusat komando informasi, dengan melibatkan berbagai unsur terkait, seperti BPBD, Dinas Kesehatan, pemadam kebakaran, TNI dan Polri. 

    "Ketika ada laporan masuk, penelpon akan langsung diketahui lokasinya, seperti sistem 911. Dengan teknologi ini, masyarakat yang sakit, misalnya, bisa segera diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat," jelasnya.  

    Sistem ini, kata dia, dirancang agar setiap laporan darurat terintegrasi dengan respons cepat sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga tidak ada lagi pengalihan laporan yang memakan waktu.

    Andi Harun pun menyebut bahwa teknologi canggih akan diterapkan, termasuk layar monitor yang dapat mendeteksi lokasi penelepon secara akurat hingga detail jalan, kelurahan dan kecamatan.  

    "Yang kita harapkan, masyarakat bisa langsung mendapat respons tanpa harus menunggu lama. Dengan teknologi ini, bahkan jika ada penelpon yang memberikan informasi palsu, operator dapat segera mengetahuinya," katanya. 

    Proyek ini rencananya akan mulai dikerjakan tahun depan secara bertahap, mencakup pembangunan fisik dan pengembangan teknologi komunikasi yang berstandar nasional. "Kita pastikan semuanya canggih dan sesuai harapan masyarakat, layaknya yang sering kita lihat di film," pungkasnya. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Samarinda Bakal Punya Pusat Darurat Seperti 911 di Amerika Serikat

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    24 Januari 2025 pukul 11:58 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengungkapkan rencana besarnya untuk membangun Samarinda Emergency Communication Centre atau sebuah pusat informasi darurat yang terintegrasi seperti sistem 911 di Amerika Serikat. 

    Hal ini mampu mengatasi keterbatasan sistem informasi darurat yang selama ini dinilai belum optimal. "Kita mau, lebih tepatnya Samarinda Emergency Communication Centre seperti 911, karena selama ini hanya parsial, belum ada pusat informasi yang kita miliki," ungkap Andi Harun. 

    Sebagaimana diketahui, pemerintah kota juga telah memiliki layanan darurat sendiri. Pada 2019 lalu meluncurkan fasilitas berupa layanan nomor tunggal panggilan darurat Samarinda 112 yang dikelola oleh Diskominfo Samarinda. 

    Namun, ia menyoroti saat ini memiliki nomor darurat seperti 112 dinilai kurang efektif karena laporan sering dilempar antarinstansi, sehingga menginginkan adanya pusat darurat dan ketika ada peristiwa, bisa tertangani tanpa harus menunggu terhubung dengan instansi terkait. 

    Lebih lanjut dikatakannya, gedung Samarinda Emergency Crisis Centre itu nantinya akan menjadi pusat komando informasi, dengan melibatkan berbagai unsur terkait, seperti BPBD, Dinas Kesehatan, pemadam kebakaran, TNI dan Polri. 

    "Ketika ada laporan masuk, penelpon akan langsung diketahui lokasinya, seperti sistem 911. Dengan teknologi ini, masyarakat yang sakit, misalnya, bisa segera diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat," jelasnya.  

    Sistem ini, kata dia, dirancang agar setiap laporan darurat terintegrasi dengan respons cepat sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga tidak ada lagi pengalihan laporan yang memakan waktu.

    Andi Harun pun menyebut bahwa teknologi canggih akan diterapkan, termasuk layar monitor yang dapat mendeteksi lokasi penelepon secara akurat hingga detail jalan, kelurahan dan kecamatan.  

    "Yang kita harapkan, masyarakat bisa langsung mendapat respons tanpa harus menunggu lama. Dengan teknologi ini, bahkan jika ada penelpon yang memberikan informasi palsu, operator dapat segera mengetahuinya," katanya. 

    Proyek ini rencananya akan mulai dikerjakan tahun depan secara bertahap, mencakup pembangunan fisik dan pengembangan teknologi komunikasi yang berstandar nasional. "Kita pastikan semuanya canggih dan sesuai harapan masyarakat, layaknya yang sering kita lihat di film," pungkasnya. 

    (Sf/By)