Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi ikan beku. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perikanan menyatakan bahwa proyek cold storage berkapasitas 120 ton ditargetkan rampung dan beroperasi pada akhir tahun 2025 ini.
Cold storage merupakan sebuah ruang yang dirancang khusus untuk menyimpan produk dalam suhu rendah agar kualitasnya tetap terjaga dan mencegah pembusukan.
Kepala Dinas Perikanan Kota Samarinda, Achmad Fauzi Irawan, mengatakan bahwa pembangunan cold storage tahun lalu telah mencakup penyediaan gedung dan kantor pendukung.
Sementara tahun ini, pihaknya menargetkan pemasangan mesin serta penyelesaian pagar pengaman dan koneksi infrastruktur dengan Pelabuhan Perikanan (PPI).
Langkah ini menurutnya menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas perikanan seperti ikan tongkol dan layang yang kerap mengalami kenaikan harga.
“InsyaAllah tahun ini mesinnya sudah masuk. Di belakang cold storage-nya nanti akan dibangun juga tempat penurunan ikan,” ujar Fauzi.
Ia menjelaskan, lokasi cold storage ini berada di kawasan Harapan Baru, Loa Janan Ilir dan akan dikelola langsung oleh Pemkot Samarinda, berbeda dengan kawasan Selili yang dikelola bersama Pemprov Kaltim.
Fauzi menilai kerja sama di Selili mengalami kendala akibat penerapan peraturan daerah provinsi yang berpengaruh pada rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) tingkat kota.
“Kalau kita pakai Perda kota, justru bisa melampaui target. Tahun lalu saja PAD sudah mencapai Rp800 juta setahun. Kalau yang di Harapan Baru sudah jalan, insya Allah bisa lebih,” tambahnya.
Menurut dia, keberadaan cold storage sangat krusial dalam menstabilkan harga ikan di pasar.
Selama ini, ikan tongkol dan layang yang beredar merupakan stok beku dari cold storage milik swasta dengan harga jual yang lebih tinggi akibat tingginya biaya operasional.
Sehingga, dengan adanya fasilitas ini biaya operasional bisa ditekan dan proyek ini diperuntukkan sebagai bagian dari pengendalian inflasi.
Ia optimis fasilitas cold storage ini bisa mulai difungsikan pada akhir tahun, dengan harapan dapat memperkuat ketahanan pangan serta mendongkrak kontribusi sektor perikanan terhadap PAD Kota Samarinda.
"Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah clear dan sudah bisa digunakan," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi ikan beku. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perikanan menyatakan bahwa proyek cold storage berkapasitas 120 ton ditargetkan rampung dan beroperasi pada akhir tahun 2025 ini.
Cold storage merupakan sebuah ruang yang dirancang khusus untuk menyimpan produk dalam suhu rendah agar kualitasnya tetap terjaga dan mencegah pembusukan.
Kepala Dinas Perikanan Kota Samarinda, Achmad Fauzi Irawan, mengatakan bahwa pembangunan cold storage tahun lalu telah mencakup penyediaan gedung dan kantor pendukung.
Sementara tahun ini, pihaknya menargetkan pemasangan mesin serta penyelesaian pagar pengaman dan koneksi infrastruktur dengan Pelabuhan Perikanan (PPI).
Langkah ini menurutnya menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas perikanan seperti ikan tongkol dan layang yang kerap mengalami kenaikan harga.
“InsyaAllah tahun ini mesinnya sudah masuk. Di belakang cold storage-nya nanti akan dibangun juga tempat penurunan ikan,” ujar Fauzi.
Ia menjelaskan, lokasi cold storage ini berada di kawasan Harapan Baru, Loa Janan Ilir dan akan dikelola langsung oleh Pemkot Samarinda, berbeda dengan kawasan Selili yang dikelola bersama Pemprov Kaltim.
Fauzi menilai kerja sama di Selili mengalami kendala akibat penerapan peraturan daerah provinsi yang berpengaruh pada rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) tingkat kota.
“Kalau kita pakai Perda kota, justru bisa melampaui target. Tahun lalu saja PAD sudah mencapai Rp800 juta setahun. Kalau yang di Harapan Baru sudah jalan, insya Allah bisa lebih,” tambahnya.
Menurut dia, keberadaan cold storage sangat krusial dalam menstabilkan harga ikan di pasar.
Selama ini, ikan tongkol dan layang yang beredar merupakan stok beku dari cold storage milik swasta dengan harga jual yang lebih tinggi akibat tingginya biaya operasional.
Sehingga, dengan adanya fasilitas ini biaya operasional bisa ditekan dan proyek ini diperuntukkan sebagai bagian dari pengendalian inflasi.
Ia optimis fasilitas cold storage ini bisa mulai difungsikan pada akhir tahun, dengan harapan dapat memperkuat ketahanan pangan serta mendongkrak kontribusi sektor perikanan terhadap PAD Kota Samarinda.
"Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah clear dan sudah bisa digunakan," pungkasnya.
(Sf/Rs)