Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi acara musik yang digelar di Samarinda, Rabu (14/8/2024) lalu. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) telah menandatangani komitmen Kabupaten/Kota Kreatif Tahun 2024 dengan Tim Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI di Balai Kota Samarinda, Kamis (22/8/2024).
Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin mengatakan bahwa sebelum penandatanganan ini pihaknya telah melalui proses uji petik selama 14 hari.
Dalam uji petik itu tercatat ada 340 ekonomi kreatif (ekraf) yang mendaftar. Kemudian dikurasi oleh kementerian hingga tersisa 17 sub sektor. Kemudian saat peninjauan lapangan yang dilakukan selama dua hari pada tanggal 19 dan 20 Agustus, ada kurang lebih 17 subsektor yang dikunjungi. Di antaranya fesyen, fotografi, seni pertunjukan, musik, dan kriya.
“Dari 17 sub sektor itu lalu mengisi boring dikurasi oleh Kementerian ada enam sektor unggulan Samarinda yang bakal jadi lokomotif pergerakan ekraf di Samarinda. Musik yang paling diunggulkan,” ungkap Muslimin saat diwawancarai di kantornya.
Meski musik menjadi unggulan ekraf di Samarinda, ia menegaskan tak akan mengesampingkan sektor ekraf lainnya, terlebih soal kuliner. Karenanya ia berharap dengan diunggulkannya musik di Samarinda bisa mendorong perkembangan sektor ekraf yang lainnya.
“Kalau kita menyelenggarakan event musik pasti ekraf yang lain bisa masuk di dalamnya seperti pertunjukan seni, kuliner, apalagi kita sudah bisa dibilang jadi kota kuliner, banyak tempat kuliner Samarinda,” bebernya.
Lebih lanjut, pihaknya akan membuat sebuah komite yang menaungi 17 subsektor ekraf yang ada, serta bakal mengumpulkan para musisi yang ada di Samarinda dari berbagai macam aliran.
Beberapa catatan yang didapat Disporapar untuk pengembangan ekraf berkelanjutan, Muslimin menyebut di antaranya yakni pembentukan komite ekraf, peningkatan sumber daya manusai (SDM) ekraf yang memiliki sertifikasi, termasuk memberikan fasilitas ruang ekraf.
Kedepannya, pria yang juga sebagai pelatih cabang olahraga anggar ini menyebut bakal sering menggelar acara musik seperti konser, dengan menggandeng sektor ekraf lainnya sehingga dapat memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Semua musik yang ada di Samarinda jadi ikon bahwa Samarinda jadi kota musik nantinya, itu yang kita upayakan, arahnya nanti ke sana,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi acara musik yang digelar di Samarinda, Rabu (14/8/2024) lalu. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) telah menandatangani komitmen Kabupaten/Kota Kreatif Tahun 2024 dengan Tim Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI di Balai Kota Samarinda, Kamis (22/8/2024).
Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin mengatakan bahwa sebelum penandatanganan ini pihaknya telah melalui proses uji petik selama 14 hari.
Dalam uji petik itu tercatat ada 340 ekonomi kreatif (ekraf) yang mendaftar. Kemudian dikurasi oleh kementerian hingga tersisa 17 sub sektor. Kemudian saat peninjauan lapangan yang dilakukan selama dua hari pada tanggal 19 dan 20 Agustus, ada kurang lebih 17 subsektor yang dikunjungi. Di antaranya fesyen, fotografi, seni pertunjukan, musik, dan kriya.
“Dari 17 sub sektor itu lalu mengisi boring dikurasi oleh Kementerian ada enam sektor unggulan Samarinda yang bakal jadi lokomotif pergerakan ekraf di Samarinda. Musik yang paling diunggulkan,” ungkap Muslimin saat diwawancarai di kantornya.
Meski musik menjadi unggulan ekraf di Samarinda, ia menegaskan tak akan mengesampingkan sektor ekraf lainnya, terlebih soal kuliner. Karenanya ia berharap dengan diunggulkannya musik di Samarinda bisa mendorong perkembangan sektor ekraf yang lainnya.
“Kalau kita menyelenggarakan event musik pasti ekraf yang lain bisa masuk di dalamnya seperti pertunjukan seni, kuliner, apalagi kita sudah bisa dibilang jadi kota kuliner, banyak tempat kuliner Samarinda,” bebernya.
Lebih lanjut, pihaknya akan membuat sebuah komite yang menaungi 17 subsektor ekraf yang ada, serta bakal mengumpulkan para musisi yang ada di Samarinda dari berbagai macam aliran.
Beberapa catatan yang didapat Disporapar untuk pengembangan ekraf berkelanjutan, Muslimin menyebut di antaranya yakni pembentukan komite ekraf, peningkatan sumber daya manusai (SDM) ekraf yang memiliki sertifikasi, termasuk memberikan fasilitas ruang ekraf.
Kedepannya, pria yang juga sebagai pelatih cabang olahraga anggar ini menyebut bakal sering menggelar acara musik seperti konser, dengan menggandeng sektor ekraf lainnya sehingga dapat memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Semua musik yang ada di Samarinda jadi ikon bahwa Samarinda jadi kota musik nantinya, itu yang kita upayakan, arahnya nanti ke sana,” pungkasnya.
(Sf/Rs)