Seputar Kaltim

    Sama Seperti Tahun Lalu, Kuota Haji Balikpapan 2025  Sebanyak 507

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan, Masrivani. (Foto: Istimewa)

    Balikpapan – Kuota haji untuk wilayah Kota Balikpapan tahun 2025 tetap sama dengan tahun sebelumnya yakni 507 orang. Namun, pemerintah dan pihak terkait di daerah ini terus berupaya mempersiapkan segala sesuatunya untuk memastikan kelancaran keberangkatan jamaah haji, termasuk proses perekaman biometrik yang telah dimulai pada November 2024.

    Kepala Kemenag Balikpapan, Masrivani menjelaskan, perekaman biometrik merupakan kewajiban yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk memudahkan dan mempercepat proses verifikasi jamaah. Proses ini diharapkan dapat meminimalisir kendala teknis menjelang keberangkatan.

    “Setiap harinya kami melayani sekitar 20 hingga 30 jamaah untuk proses perekaman biometrik, yang dilakukan pada Pukul 08.00 Wita sampai Pukul 12.00 Wita. Hingga kini, sekitar 400 jamaah sudah berhasil mengikuti tahap ini,” ujar Masrivani kepada awak media, Jumat (17/1/2025).

    Meskipun jumlah kuota tetap sama seperti tahun sebelumnya, ia berharap ada penambahan kuota haji di masa depan. Ini mengingat panjangnya daftar tunggu yang kini telah mencapai 30 tahun di Balikpapan. 

    Dengan meningkatnya jumlah calon jamaah yang mendaftar, penambahan kuota dianggap penting untuk mempercepat proses pemberangkatan.

    "Kami berharap pemerintah dapat menambah kuota haji agar calon jamaah yang sudah menunggu lama bisa segera berangkat," terangnya.

    Selain itu, Kemenag Balikpapan juga masih menunggu pengumuman resmi mengenai jadwal pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Menurutnya, pelunasan haji akan dilakukan dalam beberapa tahap. 

    Tahap pertama akan dibuka setelah jadwal diumumkan, dan bagi jamaah yang belum melunasi pada tahap pertama, mereka masih memiliki kesempatan pada tahap kedua. Namun, ia mengingatkan bahwa ada kemungkinan beberapa jamaah batal berangkat karena berbagai alasan, seperti kendala pelunasan.

    “Dengan sistem pelunasan bertahap, kami berharap seluruh jamaah yang terdaftar tahun ini dapat menyelesaikan pembayaran tepat waktu dan berangkat sesuai jadwal,” imbuhnya.

    Kata dia, pemerintah dan pihak terkait di Balikpapan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada calon jamaah haji, dari tahap administrasi hingga keberangkatan. Dengan semua persiapan yang telah dilakukan, diharapkan jamaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan nyaman dan khusyuk.

    Masrivani juga mengimbau bagi calon jamaah haji yang belum melakukan perekaman biometrik untuk segera melapor dan mengikuti prosedur yang telah ditentukan, agar tidak ada kendala dalam proses keberangkatan.

    “Pelayanan ini kami lakukan dengan sepenuh hati, demi memastikan seluruh persiapan jamaah berjalan lancar,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sama Seperti Tahun Lalu, Kuota Haji Balikpapan 2025  Sebanyak 507

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan, Masrivani. (Foto: Istimewa)

    Balikpapan – Kuota haji untuk wilayah Kota Balikpapan tahun 2025 tetap sama dengan tahun sebelumnya yakni 507 orang. Namun, pemerintah dan pihak terkait di daerah ini terus berupaya mempersiapkan segala sesuatunya untuk memastikan kelancaran keberangkatan jamaah haji, termasuk proses perekaman biometrik yang telah dimulai pada November 2024.

    Kepala Kemenag Balikpapan, Masrivani menjelaskan, perekaman biometrik merupakan kewajiban yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk memudahkan dan mempercepat proses verifikasi jamaah. Proses ini diharapkan dapat meminimalisir kendala teknis menjelang keberangkatan.

    “Setiap harinya kami melayani sekitar 20 hingga 30 jamaah untuk proses perekaman biometrik, yang dilakukan pada Pukul 08.00 Wita sampai Pukul 12.00 Wita. Hingga kini, sekitar 400 jamaah sudah berhasil mengikuti tahap ini,” ujar Masrivani kepada awak media, Jumat (17/1/2025).

    Meskipun jumlah kuota tetap sama seperti tahun sebelumnya, ia berharap ada penambahan kuota haji di masa depan. Ini mengingat panjangnya daftar tunggu yang kini telah mencapai 30 tahun di Balikpapan. 

    Dengan meningkatnya jumlah calon jamaah yang mendaftar, penambahan kuota dianggap penting untuk mempercepat proses pemberangkatan.

    "Kami berharap pemerintah dapat menambah kuota haji agar calon jamaah yang sudah menunggu lama bisa segera berangkat," terangnya.

    Selain itu, Kemenag Balikpapan juga masih menunggu pengumuman resmi mengenai jadwal pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Menurutnya, pelunasan haji akan dilakukan dalam beberapa tahap. 

    Tahap pertama akan dibuka setelah jadwal diumumkan, dan bagi jamaah yang belum melunasi pada tahap pertama, mereka masih memiliki kesempatan pada tahap kedua. Namun, ia mengingatkan bahwa ada kemungkinan beberapa jamaah batal berangkat karena berbagai alasan, seperti kendala pelunasan.

    “Dengan sistem pelunasan bertahap, kami berharap seluruh jamaah yang terdaftar tahun ini dapat menyelesaikan pembayaran tepat waktu dan berangkat sesuai jadwal,” imbuhnya.

    Kata dia, pemerintah dan pihak terkait di Balikpapan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada calon jamaah haji, dari tahap administrasi hingga keberangkatan. Dengan semua persiapan yang telah dilakukan, diharapkan jamaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan nyaman dan khusyuk.

    Masrivani juga mengimbau bagi calon jamaah haji yang belum melakukan perekaman biometrik untuk segera melapor dan mengikuti prosedur yang telah ditentukan, agar tidak ada kendala dalam proses keberangkatan.

    “Pelayanan ini kami lakukan dengan sepenuh hati, demi memastikan seluruh persiapan jamaah berjalan lancar,” tutupnya.

    (Sf/Rs)