Salat Idulfitri Perdana di Masjid Negara IKN Digelar 21 Maret 2026

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    20 Maret 2026 08:40 WIB

    Masjid Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN) di buka umum untuk masyarakat yang ingin melaksanakan salat Idulfitri 1447 hijriah. (Foto: Otorita/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Masjid Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN), untuk pertama kalinya akan menggelar Salat Idulfitri berjamaah pada 1 Syawal 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 21 Maret 2026. Salat dijadwalkan dimulai Pukul 06.30 Wita dan terbuka untuk masyarakat umum.

    Pelaksanaan salat ini menjadi momentum penting dalam perkembangan aktivitas keagamaan di ibu kota baru Indonesia. Masyarakat di IKN dan wilayah sekitarnya diundang untuk mengikuti ibadah bersama di Masjid Negara.

    Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw menyampaikan, kegiatan tersebut dapat diikuti oleh siapa saja.

    “Salat Idulfitri di Masjid Negara terbuka untuk umum. Kami mengajak masyarakat di IKN dan sekitarnya untuk hadir dan melaksanakan salat bersama,” ucap Troy dalam keterangan resminya, Jumat (20/3/2026).

    Sebelumnya, pemantauan hilal akan dilakukan pada 19 Maret 2026 sebagai bagian dari rangkaian penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah secara nasional.

    Pada pelaksanaan salat nanti, Prof. Dr. H. Muhammad Abzar Duraesa, M.Ag, yang merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, akan bertindak sebagai khatib.

    Sementara imam salat adalah Dr. Ahmad Muzakir, dosen Universitas PTIQ Jakarta. Adapun khatib dan imam cadangan adalah Ust. Dr. M. Aroka Fadli, SQ., M.Ag.

    “Pelaksanaan ibadah juga didukung petugas lainnya, yakni Ust. M. Rasky Raehan dan Ust. Muhammad Rifki Iksani sebagai bilal, serta Ust. Irfan Rosadi sebagai pembawa acara,” lanjutnya.

    Untuk mendukung kelancaran kegiatan, akses Tol IKN menuju kawasan Masjid Negara akan dibuka mulai pukul 04.30 Wita. Jamaah diimbau datang lebih awal dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

    Otorita IKN juga menyiapkan fasilitas parkir di area basement masjid. Jika kapasitas penuh, kendaraan akan diarahkan ke kantong parkir di sekitar kawasan sesuai petunjuk petugas.

    Selain itu, layanan shuttle bus disediakan dari sejumlah titik, seperti Rusun ASN 1 hingga Rusun ASN 4, HPK 1 dan HPK 2, serta rest area.

    “Seluruh rute akan transit di Bundaran Sumbu Timur sebelum menuju Masjid Negara. Layanan ini beroperasi pukul 05.00 hingga 09.00 Wita,” jelasnya.

    Bagi jamaah dengan kebutuhan khusus, seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, disediakan fasilitas mobilitas berupa golf cart untuk memudahkan akses ke lokasi salat.

    Pelaksanaan Salat Idulfitri perdana ini diharapkan menjadi tonggak awal tumbuhnya kehidupan sosial dan keagamaan di IKN, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat ibu kota baru.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Salat Idulfitri Perdana di Masjid Negara IKN Digelar 21 Maret 2026

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    20 Maret 2026 08:40 WIB

    Masjid Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN) di buka umum untuk masyarakat yang ingin melaksanakan salat Idulfitri 1447 hijriah. (Foto: Otorita/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Masjid Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN), untuk pertama kalinya akan menggelar Salat Idulfitri berjamaah pada 1 Syawal 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 21 Maret 2026. Salat dijadwalkan dimulai Pukul 06.30 Wita dan terbuka untuk masyarakat umum.

    Pelaksanaan salat ini menjadi momentum penting dalam perkembangan aktivitas keagamaan di ibu kota baru Indonesia. Masyarakat di IKN dan wilayah sekitarnya diundang untuk mengikuti ibadah bersama di Masjid Negara.

    Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw menyampaikan, kegiatan tersebut dapat diikuti oleh siapa saja.

    “Salat Idulfitri di Masjid Negara terbuka untuk umum. Kami mengajak masyarakat di IKN dan sekitarnya untuk hadir dan melaksanakan salat bersama,” ucap Troy dalam keterangan resminya, Jumat (20/3/2026).

    Sebelumnya, pemantauan hilal akan dilakukan pada 19 Maret 2026 sebagai bagian dari rangkaian penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah secara nasional.

    Pada pelaksanaan salat nanti, Prof. Dr. H. Muhammad Abzar Duraesa, M.Ag, yang merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, akan bertindak sebagai khatib.

    Sementara imam salat adalah Dr. Ahmad Muzakir, dosen Universitas PTIQ Jakarta. Adapun khatib dan imam cadangan adalah Ust. Dr. M. Aroka Fadli, SQ., M.Ag.

    “Pelaksanaan ibadah juga didukung petugas lainnya, yakni Ust. M. Rasky Raehan dan Ust. Muhammad Rifki Iksani sebagai bilal, serta Ust. Irfan Rosadi sebagai pembawa acara,” lanjutnya.

    Untuk mendukung kelancaran kegiatan, akses Tol IKN menuju kawasan Masjid Negara akan dibuka mulai pukul 04.30 Wita. Jamaah diimbau datang lebih awal dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

    Otorita IKN juga menyiapkan fasilitas parkir di area basement masjid. Jika kapasitas penuh, kendaraan akan diarahkan ke kantong parkir di sekitar kawasan sesuai petunjuk petugas.

    Selain itu, layanan shuttle bus disediakan dari sejumlah titik, seperti Rusun ASN 1 hingga Rusun ASN 4, HPK 1 dan HPK 2, serta rest area.

    “Seluruh rute akan transit di Bundaran Sumbu Timur sebelum menuju Masjid Negara. Layanan ini beroperasi pukul 05.00 hingga 09.00 Wita,” jelasnya.

    Bagi jamaah dengan kebutuhan khusus, seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, disediakan fasilitas mobilitas berupa golf cart untuk memudahkan akses ke lokasi salat.

    Pelaksanaan Salat Idulfitri perdana ini diharapkan menjadi tonggak awal tumbuhnya kehidupan sosial dan keagamaan di IKN, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat ibu kota baru.

    (Sf/Rs)