Salat Idulfitri Muhammadiyah di Balikpapan Diikuti Ribuan Jemaah

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    20 Maret 2026 01:29 WIB

    Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijrah berlangsung di halaman Bukopin, Balikpapan Permai (BP). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Balikpapan Kota melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Furqon melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Bank Bukopin Balikpapan Permai (BP), Jumat (20/3/2026) pagi.

    Pelaksanaan salat Idulfitri tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jemaah. Untuk kawasan Balikpapan Permai, jumlah jemaah diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang.

    “Secara keseluruhan, Muhammadiyah Balikpapan menggelar salat Idulfitri di 13 titik yang tersebar di sejumlah wilayah. Di antaranya di kawasan Kampung Baru, Manggar, Gunung Kawi, hingga Balikpapan Kota,” ucap Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Balikpapan Kota, Frisco Harmadi usai salat.

    Ia mengatakan, pelaksanaan salat Idulfitri ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu diselenggarakan pihaknya.

    “Tahun ini ada 13 titik yang secara serentak melaksanakan salat Idulfitri di berbagai wilayah di Balikpapan,” jelasnya.

    Frisco menyebutkan, total jemaah Muhammadiyah yang mengikuti salat Idulfitri tahun ini di seluruh Balikpapan diperkirakan mencapai sekitar 10.000 orang.

    Adapun tema yang diangkat dalam pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini adalah memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia.

    “Di tengah adanya perbedaan penetapan hari raya Idulfitri, Muhammadiyah tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi toleransi,” imbaunya.

    Dirinya menjelaskan, perbedaan tersebut terjadi karena adanya metode penentuan yang berbeda. Muhammadiyah menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi, sementara pemerintah umumnya menggunakan metode rukyat hilal atau pengamatan bulan.

    “Perbedaan ini adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga silaturahmi dan harmonisasi di tengah masyarakat,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Salat Idulfitri Muhammadiyah di Balikpapan Diikuti Ribuan Jemaah

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    20 Maret 2026 01:29 WIB

    Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijrah berlangsung di halaman Bukopin, Balikpapan Permai (BP). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Balikpapan Kota melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Furqon melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Bank Bukopin Balikpapan Permai (BP), Jumat (20/3/2026) pagi.

    Pelaksanaan salat Idulfitri tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jemaah. Untuk kawasan Balikpapan Permai, jumlah jemaah diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang.

    “Secara keseluruhan, Muhammadiyah Balikpapan menggelar salat Idulfitri di 13 titik yang tersebar di sejumlah wilayah. Di antaranya di kawasan Kampung Baru, Manggar, Gunung Kawi, hingga Balikpapan Kota,” ucap Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Balikpapan Kota, Frisco Harmadi usai salat.

    Ia mengatakan, pelaksanaan salat Idulfitri ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu diselenggarakan pihaknya.

    “Tahun ini ada 13 titik yang secara serentak melaksanakan salat Idulfitri di berbagai wilayah di Balikpapan,” jelasnya.

    Frisco menyebutkan, total jemaah Muhammadiyah yang mengikuti salat Idulfitri tahun ini di seluruh Balikpapan diperkirakan mencapai sekitar 10.000 orang.

    Adapun tema yang diangkat dalam pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini adalah memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia.

    “Di tengah adanya perbedaan penetapan hari raya Idulfitri, Muhammadiyah tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi toleransi,” imbaunya.

    Dirinya menjelaskan, perbedaan tersebut terjadi karena adanya metode penentuan yang berbeda. Muhammadiyah menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi, sementara pemerintah umumnya menggunakan metode rukyat hilal atau pengamatan bulan.

    “Perbedaan ini adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga silaturahmi dan harmonisasi di tengah masyarakat,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)