Seputar Kaltim

    Sabet 20 Medali Emas di Popda XVIII Kaltim, Kontingen PPU Masuk Posisi 5 Besar

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    28 November 2025 pukul 10:21 WITA

    Penutupan Popda XVIII Kaltim (Dok: istimewa)

    Penajam - Kontingen Penajam Paser Utara (PPU) berhasil mengantongi 20 medali emas, 20 perak dan 35 perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVIII Kalimantan Timur (Kaltim), 20-27 November 2025.

    Capaian ini membuat kontingen PPU berhasil menembus peringkat lima besar klasemen akhir dalam ajang tersebut.

    Berdasarkan data hasil akhir perolehan medali Popda ke-17 Kaltim yang dihimpun Disdikpora PPU, mencatat Balikpapan menjadi juara umum dengan perolehan 59 medali emas.

    Kemudian posisi kedua ditempati Samarinda dengan 56 medali emas, ketiga Kutai Kartanegara 39 medali emas, keempat Bontang 27 medali emas, kelima PPU dengan 20 medali ema, keenan Kutai Timur dengan 12 medali emas, ketujuh Berau dengan 10 medali emas, kedelapan, Paser dengan tujuh medali emas, kesembilan Kutai Barat dengan satu medali emas dan di posisi terakhir Mahulu hanya meraih dua medali perunggu.

    “Sebagai tuan rumah, PPU telah mencatatkan capaian luar biasa karena popda sebelumnya kita hanya mampu meraih posisi ketujuh dari 10 kabupaten/kota yang berpartisipasi,” ujar Bupati PPU, Mudyat Noor saat menutup Popda ke-17 Kaltim, Kamis (27/11/2025) malam.

    Ajang yang mengusung tema kolaborasi prestasi olahraga mewujudkan generasi emas ini merupakan wadah strategis untuk melahirkan banyak talenta atlet muda potensial, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan dan dapat bersaing di level nasional maupun internasional melalui pembinaan berkelanjutan.

    Mudyat berharap ajang popda dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan olahraga pelajar di Kaltim.

    “Kita berharap dari popda ini lahir atlet-atlet unggul yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.

    Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni menegaskan pengembangan ekosistem olahraga harus dilakukan secara kolaboratif.

    “Ekosistem olahraga tidak bisa dibangun sendirian oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan dukungan seluruh pihak,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sabet 20 Medali Emas di Popda XVIII Kaltim, Kontingen PPU Masuk Posisi 5 Besar

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    28 November 2025 pukul 10:21 WITA

    Penutupan Popda XVIII Kaltim (Dok: istimewa)

    Penajam - Kontingen Penajam Paser Utara (PPU) berhasil mengantongi 20 medali emas, 20 perak dan 35 perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVIII Kalimantan Timur (Kaltim), 20-27 November 2025.

    Capaian ini membuat kontingen PPU berhasil menembus peringkat lima besar klasemen akhir dalam ajang tersebut.

    Berdasarkan data hasil akhir perolehan medali Popda ke-17 Kaltim yang dihimpun Disdikpora PPU, mencatat Balikpapan menjadi juara umum dengan perolehan 59 medali emas.

    Kemudian posisi kedua ditempati Samarinda dengan 56 medali emas, ketiga Kutai Kartanegara 39 medali emas, keempat Bontang 27 medali emas, kelima PPU dengan 20 medali ema, keenan Kutai Timur dengan 12 medali emas, ketujuh Berau dengan 10 medali emas, kedelapan, Paser dengan tujuh medali emas, kesembilan Kutai Barat dengan satu medali emas dan di posisi terakhir Mahulu hanya meraih dua medali perunggu.

    “Sebagai tuan rumah, PPU telah mencatatkan capaian luar biasa karena popda sebelumnya kita hanya mampu meraih posisi ketujuh dari 10 kabupaten/kota yang berpartisipasi,” ujar Bupati PPU, Mudyat Noor saat menutup Popda ke-17 Kaltim, Kamis (27/11/2025) malam.

    Ajang yang mengusung tema kolaborasi prestasi olahraga mewujudkan generasi emas ini merupakan wadah strategis untuk melahirkan banyak talenta atlet muda potensial, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan dan dapat bersaing di level nasional maupun internasional melalui pembinaan berkelanjutan.

    Mudyat berharap ajang popda dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan olahraga pelajar di Kaltim.

    “Kita berharap dari popda ini lahir atlet-atlet unggul yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.

    Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni menegaskan pengembangan ekosistem olahraga harus dilakukan secara kolaboratif.

    “Ekosistem olahraga tidak bisa dibangun sendirian oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan dukungan seluruh pihak,” tandasnya.

    (Sf/Lo)