Seputar Kaltim

    Sabaruddin Soroti Minimnya Penerangan Jalan Umum  di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    18 April 2024 pukul 20:44 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Proklamasi TPA Manggar, Balikpapan Timur hingga ke Jalan Transad Km 8 Balikpapan Utara, mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle.

    Untuk memajukan infrastruktur, kata dia, bukan semata-mata hanya dengan memperbaiki akses jalan saja, tetapi juga harus ada penunjang fasilitas penerangan, sehingga menjadi manfaat yang lengkap bagi masyarakat.

    "Jadi membangun infrastruktur jalan itu harus dibarengi dengan Penerangan Jalan Umum (PJU)," ucap Sabaruddin, Kamis (18/4/2024).

    Oleh sebab itu, Sabaruddin pun mendorong maksimalnya upaya dari 10 Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Dapil Balikpapan, untuk memperoleh dana Bantuan Keuangan (Bankeu) ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang sesuai dengan Substansi persoalan infrastruktur di Kota Beriman, khusus minimnya PJU.

    "Itu tidak cukup dengan anggaran Kota Balikpapan. Karena ada anggaran yang dipersiapkan Provinsi Kaltim yang perlu kami bawa ke pembangunan Kota Balikpapan," jelasnya.

    Dikatakan, bahwa ini bukan sekedar persoalan yang mencuat hari ini saja, karena jauh-jauh hari pihaknya sudah sampaikan hal ini kepada Pemerintah Kota dan kawan-kawan anggota DPRD Kaltim Dapil Balikpapan untuk menurunkan Bankeu Provinsi ke Balikpapan.

    "Maka itu, kami berharap adanya perjuangan yang lebih dari Kepala Daerah bersama 10 perwakilan legislator Dapil Balikpapan untuk memperoleh Bankeu tersebut, disisa masa jabatannya," harapnya.

    Sehingga, Balikpapan yang notabennya memiliki 10 kursi wakil rakyat di Karang Paci, menerima dana Bankeu lebih besar dibandingan dengan sembilan kabupaten/kota lainnya yang mempunyai anggota dewan lebih sedikit.

    "Masa kami kalah dana Bankeu dari kabupaten/kota lainnya yang memiliki lebih sedikit perwakilan rakyatnya di Karang Paci. Jadinya ini kan tidak fair juga," tanyanya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sabaruddin Soroti Minimnya Penerangan Jalan Umum  di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    18 April 2024 pukul 20:44 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Proklamasi TPA Manggar, Balikpapan Timur hingga ke Jalan Transad Km 8 Balikpapan Utara, mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle.

    Untuk memajukan infrastruktur, kata dia, bukan semata-mata hanya dengan memperbaiki akses jalan saja, tetapi juga harus ada penunjang fasilitas penerangan, sehingga menjadi manfaat yang lengkap bagi masyarakat.

    "Jadi membangun infrastruktur jalan itu harus dibarengi dengan Penerangan Jalan Umum (PJU)," ucap Sabaruddin, Kamis (18/4/2024).

    Oleh sebab itu, Sabaruddin pun mendorong maksimalnya upaya dari 10 Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Dapil Balikpapan, untuk memperoleh dana Bantuan Keuangan (Bankeu) ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang sesuai dengan Substansi persoalan infrastruktur di Kota Beriman, khusus minimnya PJU.

    "Itu tidak cukup dengan anggaran Kota Balikpapan. Karena ada anggaran yang dipersiapkan Provinsi Kaltim yang perlu kami bawa ke pembangunan Kota Balikpapan," jelasnya.

    Dikatakan, bahwa ini bukan sekedar persoalan yang mencuat hari ini saja, karena jauh-jauh hari pihaknya sudah sampaikan hal ini kepada Pemerintah Kota dan kawan-kawan anggota DPRD Kaltim Dapil Balikpapan untuk menurunkan Bankeu Provinsi ke Balikpapan.

    "Maka itu, kami berharap adanya perjuangan yang lebih dari Kepala Daerah bersama 10 perwakilan legislator Dapil Balikpapan untuk memperoleh Bankeu tersebut, disisa masa jabatannya," harapnya.

    Sehingga, Balikpapan yang notabennya memiliki 10 kursi wakil rakyat di Karang Paci, menerima dana Bankeu lebih besar dibandingan dengan sembilan kabupaten/kota lainnya yang mempunyai anggota dewan lebih sedikit.

    "Masa kami kalah dana Bankeu dari kabupaten/kota lainnya yang memiliki lebih sedikit perwakilan rakyatnya di Karang Paci. Jadinya ini kan tidak fair juga," tanyanya.

    (Sf/Rs)