Seputar Kaltim

    Rusmadi Sebut Perilaku Hidup Sehat jadi Kunci dalam Penurunan Stunting

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    04 Juli 2024 pukul 16:30 WITA

    Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Samarinda, Rusmadi Wongso menyebut salah satu kunci dalam penurunan angka stunting adalah dengan perilaku hidup sehat.

    Menurutnya upaya penurunan stunting harus dimulai sejak dini, mulai dari anak-anak usia PAUD dan TK yang dibiasakan berperilaku hidup bersih dan sehat.

    Selain itu termasuk juga bagi remaja dan calon pengantin yang diharapkan menikah pada waktu yang tepat dan dalam kondisi yang sehat.

    “Kuncinya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang menjadi bagian penting, juga jangan buru-buru menikah,” tutur Rusmadi saat diwawancara usai pembukaan Festival Bangga Kencana di GOR Segiri, Kamis (4/7/2024).

    Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Samarinda ini juga mengungkapkan rasa syukurnya atas penurunan angka stunting di Samarinda dari 25,3 persen menjadi 24,4 persen, meski angka ini masih jauh dari target nasional sebesar 14 persen.

    “Upaya kita dalam percepatan penurunan stunting sudah menunjukkan hasil, meskipun belum signifikan,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kolaborasi dan upaya bersama yang telah dilakukan sangat penting meskipun tantangan yang dihadapi tidak mudah. 

    “Upaya kita lebih fokus pada penurunan stunting anak yang stabil sekarang. Ini harus dimulai sejak dini, dari anak-anak kita di PAUD dan TK untuk kemudian berperilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

    Rusmadi juga menekankan pentingnya program intervensi serentak dari pemerintah pusat untuk pencegahan stunting yang dilakukan melalui posyandu. 

    Ia mengajak semua pihak, termasuk media, untuk mendukung kegiatan posyandu dan mendorong ibu-ibu yang belum datang ke posyandu agar hadir. 

    “Jika datang ke posyandu, kita bisa mengukur apakah ibu hamil sehat, calon pengantin siap untuk menikah dan melahirkan, serta apakah anak-anak kita kurang gizi atau tidak,” ujar Rusmadi.

    Orang nomor dua di Samarinda itu menekankan bahwa posyandu harus menjadi garda terdepan dalam membangun kehidupan keluarga yang sehat. 

    Dalam Festival Bangga Kencana itu juga berlangsung layanan posyandu hingga jam 15.00 WITA. 

    Layanan yang diberikan yakni pengukuran dan penimbangan berat badan, konsultasi kesehatan serta kelas balita. 

    Lalu terdapat juga tenan dari masing-masing kecamatan yang ada di Kota Samarinda yang berisi hasil produk buatan tangan seperti kerajinan tangan dan makanan ringan. 

    Selain itu terdapat juga tenan yang melayani pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan tekanan darah, penimbangan berat badan dan konsultasi KB. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Rusmadi Sebut Perilaku Hidup Sehat jadi Kunci dalam Penurunan Stunting

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    04 Juli 2024 pukul 16:30 WITA

    Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Samarinda, Rusmadi Wongso menyebut salah satu kunci dalam penurunan angka stunting adalah dengan perilaku hidup sehat.

    Menurutnya upaya penurunan stunting harus dimulai sejak dini, mulai dari anak-anak usia PAUD dan TK yang dibiasakan berperilaku hidup bersih dan sehat.

    Selain itu termasuk juga bagi remaja dan calon pengantin yang diharapkan menikah pada waktu yang tepat dan dalam kondisi yang sehat.

    “Kuncinya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang menjadi bagian penting, juga jangan buru-buru menikah,” tutur Rusmadi saat diwawancara usai pembukaan Festival Bangga Kencana di GOR Segiri, Kamis (4/7/2024).

    Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Samarinda ini juga mengungkapkan rasa syukurnya atas penurunan angka stunting di Samarinda dari 25,3 persen menjadi 24,4 persen, meski angka ini masih jauh dari target nasional sebesar 14 persen.

    “Upaya kita dalam percepatan penurunan stunting sudah menunjukkan hasil, meskipun belum signifikan,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kolaborasi dan upaya bersama yang telah dilakukan sangat penting meskipun tantangan yang dihadapi tidak mudah. 

    “Upaya kita lebih fokus pada penurunan stunting anak yang stabil sekarang. Ini harus dimulai sejak dini, dari anak-anak kita di PAUD dan TK untuk kemudian berperilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

    Rusmadi juga menekankan pentingnya program intervensi serentak dari pemerintah pusat untuk pencegahan stunting yang dilakukan melalui posyandu. 

    Ia mengajak semua pihak, termasuk media, untuk mendukung kegiatan posyandu dan mendorong ibu-ibu yang belum datang ke posyandu agar hadir. 

    “Jika datang ke posyandu, kita bisa mengukur apakah ibu hamil sehat, calon pengantin siap untuk menikah dan melahirkan, serta apakah anak-anak kita kurang gizi atau tidak,” ujar Rusmadi.

    Orang nomor dua di Samarinda itu menekankan bahwa posyandu harus menjadi garda terdepan dalam membangun kehidupan keluarga yang sehat. 

    Dalam Festival Bangga Kencana itu juga berlangsung layanan posyandu hingga jam 15.00 WITA. 

    Layanan yang diberikan yakni pengukuran dan penimbangan berat badan, konsultasi kesehatan serta kelas balita. 

    Lalu terdapat juga tenan dari masing-masing kecamatan yang ada di Kota Samarinda yang berisi hasil produk buatan tangan seperti kerajinan tangan dan makanan ringan. 

    Selain itu terdapat juga tenan yang melayani pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan tekanan darah, penimbangan berat badan dan konsultasi KB. 

    (Sf/Rs)