Seputar Kaltim

    Rumah Produksi Kerupuk di Prapatan Dalam Balikpapan Terbakar, Kerugian Capai Rp30 Juta

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    06 Oktober 2026 pukul 19:13 WITA

    Satu rumah yang digunakan untuk menggoreng kerupuk habis tak tersisa. Penyebab diduga karena kompor. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kebakaran terjadi di kawasan Jalan Prapatan Dalam RT 4, Gang Flamboyan, Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Kota, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.

    Kebakaran menghanguskan rumah produksi kerupuk milik Malik (45). Saat kejadian, Malik mengaku sedang berada di luar untuk mengantarkan kerupuk.

    “Saya baru saja mengantar kerupuk keluar. Kerupuk yang digoreng tinggal sedikit dan hampir selesai,” kata Malik saat ditemui di lokasi kejadian.

    Menurut Malik, saat dirinya meninggalkan lokasi, proses penggorengan dilakukan oleh seorang pekerja. Ia mendapat informasi mengenai kebakaran melalui telepon. Ketika tiba di lokasi, bangunan tersebut sudah habis terbakar.

    “Di lokasi hanya ada satu pekerja yang sedang menggoreng. Saya tidak tahu persis kejadiannya karena saat itu sedang di luar. Saya hanya dikabari lewat telepon,” ujarnya.

    Malik mengatakan, sebelum meninggalkan tempat tersebut, pekerja yang menggoreng kerupuk mengaku telah mematikan kompor.

    “Kalau saya tanya, tadi yang menggoreng itu apinya sudah dimatikan, lalu ditinggal mengantar kerupuk. Mungkin belum sepenuhnya mati karena buru-buru keluar,” perkiraannya.

    Ia menyebutkan, bangunan yang terbakar hanya digunakan sebagai tempat untuk menggoreng kerupuk. Tidak ada bangunan lain yang ikut terbakar dalam kejadian tersebut.

    Akibat kebakaran, Malik memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp30 juta. Kerugian tersebut meliputi bahan-bahan usaha seperti minyak, kerupuk mentah dan perlengkapan lainnya.

    Sementara itu, Kepala UPT BPBD Wilayah Kota, Nadiah menerangkan, laporan kebakaran diterima Pos Kota dan grup relawan sekitar pukul 15.30 WITA.

    “Laporan yang kami terima telah terjadi kebakaran di Prapatan Dalam RT 4, Gang Flamboyan, Kelurahan Telaga Sari,” tambah Nadiah.

    Menurutnya, saat petugas BPBD tiba di lokasi, api sudah dalam proses pendinginan setelah warga turut membantu melakukan pemadaman.

    Untuk penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun, berdasarkan informasi awal dari pemilik usaha, kebakaran diduga berkaitan dengan kompor yang digunakan untuk menggoreng kerupuk.

    “Jadi dia usaha kerupuk. Saat ditinggal sebentar, kondisi api katanya sudah mati. Tetapi saat kembali, justru tempat penggorengannya sudah terbakar,” tuturnya.

    Dalam penanganan kebakaran tersebut, BPBD mengerahkan sekitar dua unit kendaraan pemadam. Api berhasil dipadamkan dan tidak sampai menyebar ke bangunan di sekitarnya.

    “Alhamdulillah api tidak menyebar dan berhasil dipadamkan sekitar setengah jam,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, salah satu kendala petugas dalam proses pemadaman adalah akses jalan menuju lokasi yang sempit. Selain itu, banyak warga yang datang dan melihat langsung kejadian tersebut sehingga turut memengaruhi akses petugas.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Rumah Produksi Kerupuk di Prapatan Dalam Balikpapan Terbakar, Kerugian Capai Rp30 Juta

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    06 Oktober 2026 pukul 19:13 WITA

    Satu rumah yang digunakan untuk menggoreng kerupuk habis tak tersisa. Penyebab diduga karena kompor. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kebakaran terjadi di kawasan Jalan Prapatan Dalam RT 4, Gang Flamboyan, Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Kota, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.

    Kebakaran menghanguskan rumah produksi kerupuk milik Malik (45). Saat kejadian, Malik mengaku sedang berada di luar untuk mengantarkan kerupuk.

    “Saya baru saja mengantar kerupuk keluar. Kerupuk yang digoreng tinggal sedikit dan hampir selesai,” kata Malik saat ditemui di lokasi kejadian.

    Menurut Malik, saat dirinya meninggalkan lokasi, proses penggorengan dilakukan oleh seorang pekerja. Ia mendapat informasi mengenai kebakaran melalui telepon. Ketika tiba di lokasi, bangunan tersebut sudah habis terbakar.

    “Di lokasi hanya ada satu pekerja yang sedang menggoreng. Saya tidak tahu persis kejadiannya karena saat itu sedang di luar. Saya hanya dikabari lewat telepon,” ujarnya.

    Malik mengatakan, sebelum meninggalkan tempat tersebut, pekerja yang menggoreng kerupuk mengaku telah mematikan kompor.

    “Kalau saya tanya, tadi yang menggoreng itu apinya sudah dimatikan, lalu ditinggal mengantar kerupuk. Mungkin belum sepenuhnya mati karena buru-buru keluar,” perkiraannya.

    Ia menyebutkan, bangunan yang terbakar hanya digunakan sebagai tempat untuk menggoreng kerupuk. Tidak ada bangunan lain yang ikut terbakar dalam kejadian tersebut.

    Akibat kebakaran, Malik memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp30 juta. Kerugian tersebut meliputi bahan-bahan usaha seperti minyak, kerupuk mentah dan perlengkapan lainnya.

    Sementara itu, Kepala UPT BPBD Wilayah Kota, Nadiah menerangkan, laporan kebakaran diterima Pos Kota dan grup relawan sekitar pukul 15.30 WITA.

    “Laporan yang kami terima telah terjadi kebakaran di Prapatan Dalam RT 4, Gang Flamboyan, Kelurahan Telaga Sari,” tambah Nadiah.

    Menurutnya, saat petugas BPBD tiba di lokasi, api sudah dalam proses pendinginan setelah warga turut membantu melakukan pemadaman.

    Untuk penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun, berdasarkan informasi awal dari pemilik usaha, kebakaran diduga berkaitan dengan kompor yang digunakan untuk menggoreng kerupuk.

    “Jadi dia usaha kerupuk. Saat ditinggal sebentar, kondisi api katanya sudah mati. Tetapi saat kembali, justru tempat penggorengannya sudah terbakar,” tuturnya.

    Dalam penanganan kebakaran tersebut, BPBD mengerahkan sekitar dua unit kendaraan pemadam. Api berhasil dipadamkan dan tidak sampai menyebar ke bangunan di sekitarnya.

    “Alhamdulillah api tidak menyebar dan berhasil dipadamkan sekitar setengah jam,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, salah satu kendala petugas dalam proses pemadaman adalah akses jalan menuju lokasi yang sempit. Selain itu, banyak warga yang datang dan melihat langsung kejadian tersebut sehingga turut memengaruhi akses petugas.

    (Sf/Lo)