Seputar Kaltim

    Rumah Penjaga dan Dua Kantin di Kompleks Sekolah Katolik WR Soepratman Samarinda Terbakar

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    20 Agustus 2026 pukul 19:52 WITA

    Petugas Damkarmat Samarinda bersama relawan berjibaku memadamkan api yang membakar rumah penjaga sekolah dan dua kantin di kompleks SD dan SMA Katolik WR Soepratman, Jalan Milono, Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/ seputarfakta.com)

    Samarinda— Kebakaran melanda rumah penjaga sekolah dan dua kantin di kompleks SD Katolik dan SMA Katolik WR Soepratman, Jalan Milono, Samarinda, Kamis (20/8/26). 

    Api membakar bangunan yang berada di area belakang sekolah saat aktivitas belajar mengajar telah berakhir. 

    Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan bersama relawan untuk melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Samarinda, Hendra AH, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran yang terjadi di kawasan sekolah tersebut. 

    Berdasarkan pendataan sementara, objek yang terdampak terdiri dari satu rumah penjaga sekolah dan dua kantin.

    "Hari ini kami dapat informasi kebakaran  kalau tidak salah di belakang SD yang terbakar rumah penjaga sekolah dan kantin ada terdampak sedikit ada mes. Jadi satu rumah penjaga sekolah dan dua kantin," ujar Hendra, Kamis (20/8/2026).

    Hendra menyebut bangunan utama sekolah tidak terdampak kebakaran. Saat api muncul, seluruh siswa telah meninggalkan sekolah sehingga proses belajar mengajar sudah selesai.

    "Murid sudah pulang," ujarnya.

    Sementara itu, salah satu pemilik kantin sekaligus saksi, Ardi, mengatakan rumah yang terbakar merupakan tempat tinggal penjaga sekolah. Bangunan kantin juga dalam kondisi sudah tutup ketika kebakaran terjadi.

    Menurut Ardi, rumah tersebut masih dihuni. Sepengetahuannya, penghuni rumah merupakan penjaga sekolah.

    "Setahuku si penjaganya saja," kata Ardi.

    Ardi juga memastikan kondisi sekolah saat kebakaran sudah sepi karena para siswa telah pulang. 

    Kantin yang berada di sekitar lokasi juga sudah tidak beroperasi saat kejadian.

    Terkait penyebab kebakaran, Hendra mengatakan pihaknya belum dapat memastikan dugaan awal. Penyebab kebakaran masih belum diketahui.

    "Dugaan belum tahu lagi, belum dapat diketahui," jelasnya.

    Dalam proses pemadaman, akses menuju Jalan Milono dinilai cukup mendukung mobilisasi kendaraan pemadam. Namun, akses masuk menuju area sekolah sedikit terkendala karena kondisi jalan yang relatif sempit.

    "Alhamdulillah ini akses jalanannya lumayan, cuma masuk ke dalam sekolah agak sempit sedikit. Tapi alhamdulillah sekolahan tidak kena dampak," kata Hendra.

    Damkarmat Samarinda mengerahkan satu posko dengan tiga unit fire truck dalam penanganan kebakaran tersebut. Petugas juga mendapat bantuan dari relawan di lokasi.

    "Posko satu saja, tapi kami turunkan tiga fire truck dibantu relawan," ungkapya.

    Penanganan berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dikendalikan. Hingga penanganan selesai, bangunan utama sekolah disebut tidak terdampak kebakaran.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Rumah Penjaga dan Dua Kantin di Kompleks Sekolah Katolik WR Soepratman Samarinda Terbakar

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    20 Agustus 2026 pukul 19:52 WITA

    Petugas Damkarmat Samarinda bersama relawan berjibaku memadamkan api yang membakar rumah penjaga sekolah dan dua kantin di kompleks SD dan SMA Katolik WR Soepratman, Jalan Milono, Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/ seputarfakta.com)

    Samarinda— Kebakaran melanda rumah penjaga sekolah dan dua kantin di kompleks SD Katolik dan SMA Katolik WR Soepratman, Jalan Milono, Samarinda, Kamis (20/8/26). 

    Api membakar bangunan yang berada di area belakang sekolah saat aktivitas belajar mengajar telah berakhir. 

    Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan bersama relawan untuk melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Samarinda, Hendra AH, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran yang terjadi di kawasan sekolah tersebut. 

    Berdasarkan pendataan sementara, objek yang terdampak terdiri dari satu rumah penjaga sekolah dan dua kantin.

    "Hari ini kami dapat informasi kebakaran  kalau tidak salah di belakang SD yang terbakar rumah penjaga sekolah dan kantin ada terdampak sedikit ada mes. Jadi satu rumah penjaga sekolah dan dua kantin," ujar Hendra, Kamis (20/8/2026).

    Hendra menyebut bangunan utama sekolah tidak terdampak kebakaran. Saat api muncul, seluruh siswa telah meninggalkan sekolah sehingga proses belajar mengajar sudah selesai.

    "Murid sudah pulang," ujarnya.

    Sementara itu, salah satu pemilik kantin sekaligus saksi, Ardi, mengatakan rumah yang terbakar merupakan tempat tinggal penjaga sekolah. Bangunan kantin juga dalam kondisi sudah tutup ketika kebakaran terjadi.

    Menurut Ardi, rumah tersebut masih dihuni. Sepengetahuannya, penghuni rumah merupakan penjaga sekolah.

    "Setahuku si penjaganya saja," kata Ardi.

    Ardi juga memastikan kondisi sekolah saat kebakaran sudah sepi karena para siswa telah pulang. 

    Kantin yang berada di sekitar lokasi juga sudah tidak beroperasi saat kejadian.

    Terkait penyebab kebakaran, Hendra mengatakan pihaknya belum dapat memastikan dugaan awal. Penyebab kebakaran masih belum diketahui.

    "Dugaan belum tahu lagi, belum dapat diketahui," jelasnya.

    Dalam proses pemadaman, akses menuju Jalan Milono dinilai cukup mendukung mobilisasi kendaraan pemadam. Namun, akses masuk menuju area sekolah sedikit terkendala karena kondisi jalan yang relatif sempit.

    "Alhamdulillah ini akses jalanannya lumayan, cuma masuk ke dalam sekolah agak sempit sedikit. Tapi alhamdulillah sekolahan tidak kena dampak," kata Hendra.

    Damkarmat Samarinda mengerahkan satu posko dengan tiga unit fire truck dalam penanganan kebakaran tersebut. Petugas juga mendapat bantuan dari relawan di lokasi.

    "Posko satu saja, tapi kami turunkan tiga fire truck dibantu relawan," ungkapya.

    Penanganan berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dikendalikan. Hingga penanganan selesai, bangunan utama sekolah disebut tidak terdampak kebakaran.

    (Sf/Rs)