Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi. (Freepik)
Tenggarong - Sejumlah warga RT 11, Jalan Pasarangge Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun mengeluhkan aktivitas jaringan listrik yang belum terpasang hingga saat ini.
Warga Desa Loleng, Ira mengatakan bahwa beberapa rumah di wilayah itu belum menikmati jaringan listrik. Sementara, pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah desa sejak akhir 2024, namun belum terpasang sampai saat ini.
"Kami sudah hubungi PLN di Desember 2024 lalu, tapi responsnya terkendala karena tiang listrik belum ada," kata Ira, Sabtu (6/4/2025).
Ira menyebut, untuk menikmati listrik warga terkadang menumpang kepada tetangga di RT lainnya dengan uang iuran sebanyak Rp150.000 per bulan.
"Sebenarnya dengan harga Rp150 ribu lumayan besar tapi kami menyanggupinya karna memang listrik ini kebutuhan, kami ingin Pemdes Loleng membantu," ujarnya.
"Listrik ini sangat penting, apalagi bagi yang jualan seperti kami ini, kalau tak ada listrik pasti kesulitan dan menghambat sekali," tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arinto menegaskan, bagi warga yang belum menikmati jaringan listrik bisa melaporkan kepada pengurus RT yang nantinya akan diteruskan kepada Pemdes agar bisa di tindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten.
"Pemasangan jaringan listrik ini bagian dari program pemerintah daerah, jadi ini tanggung jawab kita bersama," sebut Arianto.
Dirinya menilai, pemasangan jaringan listrik ini harus mempertimbangkan akses maupun jumlah penduduk yang membutuhkan listrik.
"PLN juga memperhitungkan biaya yang dikeluarkan untuk pemasangan jaringan baru, kalau masuk perhitungan pasti bisa dipasangkan, kami juga sudah hubungi Pemdes Loleng untuk tindak lanjuti keluhan warga ini," ucapnya.
Kata dia, Pemkab Kukar juga berkomitmen untuk terus mendorong PLN agar dapat memasang jaringan listrik baru kepada masyarakat Kukar.
"Pemkab Kukar terus mencari solusi supaya masyarakat bisa menikmati pelayanan dasar listrik ini," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi. (Freepik)
Tenggarong - Sejumlah warga RT 11, Jalan Pasarangge Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun mengeluhkan aktivitas jaringan listrik yang belum terpasang hingga saat ini.
Warga Desa Loleng, Ira mengatakan bahwa beberapa rumah di wilayah itu belum menikmati jaringan listrik. Sementara, pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah desa sejak akhir 2024, namun belum terpasang sampai saat ini.
"Kami sudah hubungi PLN di Desember 2024 lalu, tapi responsnya terkendala karena tiang listrik belum ada," kata Ira, Sabtu (6/4/2025).
Ira menyebut, untuk menikmati listrik warga terkadang menumpang kepada tetangga di RT lainnya dengan uang iuran sebanyak Rp150.000 per bulan.
"Sebenarnya dengan harga Rp150 ribu lumayan besar tapi kami menyanggupinya karna memang listrik ini kebutuhan, kami ingin Pemdes Loleng membantu," ujarnya.
"Listrik ini sangat penting, apalagi bagi yang jualan seperti kami ini, kalau tak ada listrik pasti kesulitan dan menghambat sekali," tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arinto menegaskan, bagi warga yang belum menikmati jaringan listrik bisa melaporkan kepada pengurus RT yang nantinya akan diteruskan kepada Pemdes agar bisa di tindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten.
"Pemasangan jaringan listrik ini bagian dari program pemerintah daerah, jadi ini tanggung jawab kita bersama," sebut Arianto.
Dirinya menilai, pemasangan jaringan listrik ini harus mempertimbangkan akses maupun jumlah penduduk yang membutuhkan listrik.
"PLN juga memperhitungkan biaya yang dikeluarkan untuk pemasangan jaringan baru, kalau masuk perhitungan pasti bisa dipasangkan, kami juga sudah hubungi Pemdes Loleng untuk tindak lanjuti keluhan warga ini," ucapnya.
Kata dia, Pemkab Kukar juga berkomitmen untuk terus mendorong PLN agar dapat memasang jaringan listrik baru kepada masyarakat Kukar.
"Pemkab Kukar terus mencari solusi supaya masyarakat bisa menikmati pelayanan dasar listrik ini," pungkasnya.
(Sf/Rs)