Seputar Kaltim

    Rudy-Seno Resmi Pimpin Kaltim, Pengamat: Jangan Lupa Kelola Duit Rakyat!

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Februari 2025 pukul 14:10 WITA

    Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji saat melakukan serah terima jabatan. (Foto: Dok. Biro Adpim Sekretariatan)

    Samarinda - Pelantikan Rudy Mas'ud dan Seno Aji sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) jadi momen penting banget buat Benua Etam. 

    Tapi, jangan senang dulu! Ada PR besar yang harus dikerjain. Menurut pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Jamal Amin, kunci sukses mereka ada di pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    "Pak Gubernur dan Wakil Gubernur harus langsung gercep kumpulin semua kepala dinas atau OPD. Tujuannya, biar semua satu suara buat jalanin visi, misi, dan program mereka," kata Jamal di Samarinda, Kamis (20/2/2025).

    Modal awal udah ada nih, APBD Kaltim 2025 sebesar Rp21 triliun. Tapi, kata Jamal, duit segitu gede harus dikelola dengan cerdas dan tepat sasaran. "Kalau program sama anggaran nggak nyambung, ya susah jalan," ujarnya.

    Jamal juga menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dari gubernur ke semua jajaran OPD. Hal ini dilakukan agar semua paham dan geraknya barengan. 

    Selain itu, sinergi antara gubernur dan wakil gubernur juga jadi kunci. Dengan latar belakang yang beda, pengusaha dan politisi, mereka diharapkan bisa saling melengkapi.

    "Saya yakin kalau chemistry mereka bagus, pasti bisa saling mengisi. Didukung kepala OPD dan partai pengusung, semua pasti lancar," kata Jamal.

    Nah, ini yang nggak kalah penting, alokasi anggaran buat kesehatan dan pendidikan. Soalnya, ini kan janji kampanye mereka. Jamal berharap duitnya dipakai seefektif mungkin buat ningkatin kualitas layanan kesehatan dan pendidikan di seluruh Kaltim.

    "Kemarin saya baca di media online, Dinas Pendidikan masih nyusun juknis beasiswa dan pendidikan gratis. Ini harus cepat selesai, biar programnya jalan lancar," ujarnya.

    Jamal juga mengingatkan tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. "Semua pihak harus kerja sama, biar duit rakyat dipakai buat kepentingan rakyat," tegasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Rudy-Seno Resmi Pimpin Kaltim, Pengamat: Jangan Lupa Kelola Duit Rakyat!

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Februari 2025 pukul 14:10 WITA

    Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji saat melakukan serah terima jabatan. (Foto: Dok. Biro Adpim Sekretariatan)

    Samarinda - Pelantikan Rudy Mas'ud dan Seno Aji sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) jadi momen penting banget buat Benua Etam. 

    Tapi, jangan senang dulu! Ada PR besar yang harus dikerjain. Menurut pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Jamal Amin, kunci sukses mereka ada di pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    "Pak Gubernur dan Wakil Gubernur harus langsung gercep kumpulin semua kepala dinas atau OPD. Tujuannya, biar semua satu suara buat jalanin visi, misi, dan program mereka," kata Jamal di Samarinda, Kamis (20/2/2025).

    Modal awal udah ada nih, APBD Kaltim 2025 sebesar Rp21 triliun. Tapi, kata Jamal, duit segitu gede harus dikelola dengan cerdas dan tepat sasaran. "Kalau program sama anggaran nggak nyambung, ya susah jalan," ujarnya.

    Jamal juga menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dari gubernur ke semua jajaran OPD. Hal ini dilakukan agar semua paham dan geraknya barengan. 

    Selain itu, sinergi antara gubernur dan wakil gubernur juga jadi kunci. Dengan latar belakang yang beda, pengusaha dan politisi, mereka diharapkan bisa saling melengkapi.

    "Saya yakin kalau chemistry mereka bagus, pasti bisa saling mengisi. Didukung kepala OPD dan partai pengusung, semua pasti lancar," kata Jamal.

    Nah, ini yang nggak kalah penting, alokasi anggaran buat kesehatan dan pendidikan. Soalnya, ini kan janji kampanye mereka. Jamal berharap duitnya dipakai seefektif mungkin buat ningkatin kualitas layanan kesehatan dan pendidikan di seluruh Kaltim.

    "Kemarin saya baca di media online, Dinas Pendidikan masih nyusun juknis beasiswa dan pendidikan gratis. Ini harus cepat selesai, biar programnya jalan lancar," ujarnya.

    Jamal juga mengingatkan tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. "Semua pihak harus kerja sama, biar duit rakyat dipakai buat kepentingan rakyat," tegasnya.

    (Sf/Rs)