Seputar Kaltim

    Rudy Mas'ud Wajibkan Perusahaan yang Beroperasi di Wilayah Pesisir di Seluruh Kaltim untuk Tanam Kelapa Genjah 

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    25 Juni 2026 pukul 17:03 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud melakukan penanaman perdana bibit kelapa genjah di Kelurahan Nenang, Kabupaten PPU bersama jajaran pemerintah, perusahaan, dan kelompok tani setempat. (Foto: Humas Pemkab PPU)

    Penajam - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong keterlibatan perusahaan dalam pengembangan kelapa genjah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengatakan dukungan perusahaan dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan komoditas tersebut, terutama di wilayah pesisir yang dinilai memiliki kondisi geografis yang sesuai.

    "Penanaman kelapa genjah ini tidak hanya di PPU, tetapi akan kita dorong di seluruh wilayah. Perusahaan kita harapkan ikut membantu melalui program TJSL, khususnya di kawasan pesisir yang potensinya besar," kata Rudy, Rabu (24/6/2026).

    Menurutnya, kelapa genjah mulai didorong karena memiliki masa produktif relatif singkat, sekitar tiga hingga empat tahun, dengan nilai ekonomi yang dinilai menjanjikan.

    Rudy menilai pengembangan kelapa menjadi salah satu langkah diversifikasi ekonomi daerah yang selama ini masih bertumpu pada sektor pertambangan, terutama batu bara.

    "Ini bisa menjadi sumber kesejahteraan baru bagi masyarakat. Kita perlu komoditas andalan lain yang berkelanjutan karena permintaan pasar terus meningkat," ujarnya.

    Penanaman perdana dilakukan di Kelurahan Nenang, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), melalui kolaborasi Pemprov Kaltim, Pemkab PPU, PT Migas Mandiri Pratama dan PT Kebun Mandiri Sejahtera dengan penyaluran 200 bibit kelapa genjah.

    Rudy menegaskan pengembangan industri pengolahan kelapa baru dapat dilakukan apabila ketersediaan bahan baku telah mencukupi. 

    Karena itu, pemerintah akan lebih dahulu mendorong perluasan areal tanam di berbagai wilayah.

    Ia juga berharap program TJSL yang mendukung sektor pertanian dan perkebunan terus berlanjut serta menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lainnya untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

    "Program ini akan kita galakkan, termasuk di kawasan pesisir dan sepanjang jalan provinsi," ucapnya.

    Sementara itu, Bupati PPU Mudyat Noor menilai pengembangan kelapa genjah berpeluang tumbuh di wilayah pesisir PPU dan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

    Menurut Mudyat, kebutuhan kelapa nasional masih terbuka sehingga peluang pengembangan komoditas tersebut masih cukup besar, termasuk bagi masyarakat yang ingin melakukan peremajaan tanaman.

    "PPU punya garis pesisir yang panjang dan potensinya cukup baik untuk dikembangkan," katanya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Rudy Mas'ud Wajibkan Perusahaan yang Beroperasi di Wilayah Pesisir di Seluruh Kaltim untuk Tanam Kelapa Genjah 

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    25 Juni 2026 pukul 17:03 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud melakukan penanaman perdana bibit kelapa genjah di Kelurahan Nenang, Kabupaten PPU bersama jajaran pemerintah, perusahaan, dan kelompok tani setempat. (Foto: Humas Pemkab PPU)

    Penajam - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong keterlibatan perusahaan dalam pengembangan kelapa genjah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengatakan dukungan perusahaan dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan komoditas tersebut, terutama di wilayah pesisir yang dinilai memiliki kondisi geografis yang sesuai.

    "Penanaman kelapa genjah ini tidak hanya di PPU, tetapi akan kita dorong di seluruh wilayah. Perusahaan kita harapkan ikut membantu melalui program TJSL, khususnya di kawasan pesisir yang potensinya besar," kata Rudy, Rabu (24/6/2026).

    Menurutnya, kelapa genjah mulai didorong karena memiliki masa produktif relatif singkat, sekitar tiga hingga empat tahun, dengan nilai ekonomi yang dinilai menjanjikan.

    Rudy menilai pengembangan kelapa menjadi salah satu langkah diversifikasi ekonomi daerah yang selama ini masih bertumpu pada sektor pertambangan, terutama batu bara.

    "Ini bisa menjadi sumber kesejahteraan baru bagi masyarakat. Kita perlu komoditas andalan lain yang berkelanjutan karena permintaan pasar terus meningkat," ujarnya.

    Penanaman perdana dilakukan di Kelurahan Nenang, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), melalui kolaborasi Pemprov Kaltim, Pemkab PPU, PT Migas Mandiri Pratama dan PT Kebun Mandiri Sejahtera dengan penyaluran 200 bibit kelapa genjah.

    Rudy menegaskan pengembangan industri pengolahan kelapa baru dapat dilakukan apabila ketersediaan bahan baku telah mencukupi. 

    Karena itu, pemerintah akan lebih dahulu mendorong perluasan areal tanam di berbagai wilayah.

    Ia juga berharap program TJSL yang mendukung sektor pertanian dan perkebunan terus berlanjut serta menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lainnya untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

    "Program ini akan kita galakkan, termasuk di kawasan pesisir dan sepanjang jalan provinsi," ucapnya.

    Sementara itu, Bupati PPU Mudyat Noor menilai pengembangan kelapa genjah berpeluang tumbuh di wilayah pesisir PPU dan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

    Menurut Mudyat, kebutuhan kelapa nasional masih terbuka sehingga peluang pengembangan komoditas tersebut masih cukup besar, termasuk bagi masyarakat yang ingin melakukan peremajaan tanaman.

    "PPU punya garis pesisir yang panjang dan potensinya cukup baik untuk dikembangkan," katanya.

    (Sf/Rs)