Rudy Mas’ud: Gratispol Jangkau Lima Kali Lipat Mahasiswa Dibanding 2023

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    23 Februari 2026 08:34 WIB

    Tabel perbandingan jangkauan program bantuan pendidikan di Kaltim. (Kolase oleh seputarfakta.com)

    Samarinda - Program beasiswa Gratispol yang digagas oleh Rudy Mas'ud diklaim memiliki jangkauan yang jauh lebih luas.

    Untuk memberikan gambaran yang jelas kepada publik, Rudy secara langsung membandingkan kapasitas programnya dengan beasiswa di era kepemimpinan sebelumnya.

    Rudy memaparkan alokasi program Gratispol dirancang untuk menyentuh ratusan ribu mahasiswa di seluruh wilayah Kaltim.

    "Gratispol saat ini kita anggarkan jumlahnya 158.000 mahasiswa di seluruh Kalimantan Timur (Kaltim), tanpa memandang gender, agama, suku dan etnis," ujar Rudy memaparkan cakupan program tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Samarinda, Senin (23/2/2026).

    Menyoroti keunggulan programnya, Rudy menyandingkan data draf Gratispol dengan program Kaltim Tuntas dan Stimulan 2023 pada era Isran Noor.

    Berdasarkan data yang dibeberkan, jumlah mahasiswa yang diakomodir oleh Gratispol melonjak tajam hingga lebih dari lima kali lipat.

    Berikut adalah rincian perbandingan kedua program tersebut, total mahasiswa terakomodir Gratispol 157.090 mahasiswa, sedangkan Kaltim Tuntas dan Stimulan era Isran Noor 2023 hanya 28.213 mahasiswa.

    Total anggaran pun berbeda hampir tiga kali lipat dalam satu tahun anggaran, Gratispo Rp813 miliar, sedangkan BKT Rp365 miliar. Rudy merinci rata-rata anggaran per mahasiswa, Gratispol hanya Rp5.179.024, sedangkan BKT Rp12.949.527.

    Bahkan Rudy Mas'ud menggunakan simulasi perbandingan jika besaran anggaran disamakan di 2023 era Isran Noor, bahwa Gratispol bisa menanggung 70.543 mahasiswa, sedangkan BKT hanya 28.213 mahasiswa.

    Dari perhitungan tersebut, Rudy menegaskan meskipun dilakukan simulasi dengan nominal anggaran yang disamakan dengan 2023, Gratispol tetap mengungguli secara kuantitas, yakni mampu membiayai lebih dari 70 ribu mahasiswa berbanding 28 ribu mahasiswa di era sebelumnya.

    Untuk mekanisme pelaksanaannya, Rudy menjelaskan bahwa anggaran tersebut tidak dikelola sembarangan, melainkan dibayarkan langsung kepada pihak perguruan tinggi.

    "Urusannya adalah dengan kampus, karena kita membayarnya kepada kampus-kampus. Sekarang yang ada di Kaltim jumlahnya ada 52 kampus, baik swasta maupun negeri," jelasnya.

    Rudy juga menekankan pelaksanaan Gratispol tetap memiliki batasan yang ketat agar penyalurannya efektif dan tepat sasaran. Syarat-syarat seperti batasan usia hingga larangan menerima beasiswa ganda diberlakukan secara tegas.

    "Semua itu ada aturan dan ada batasan. Umur juga ada batasan demi efektivitas. Jadi apabila sudah mendapatkan beasiswa atau bantuan lain, itu tidak bisa lagi. Program ini ditujukan bagi masyarakat kita yang mendaftar dan memenuhi kriteria," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Rudy Mas’ud: Gratispol Jangkau Lima Kali Lipat Mahasiswa Dibanding 2023

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    23 Februari 2026 08:34 WIB

    Tabel perbandingan jangkauan program bantuan pendidikan di Kaltim. (Kolase oleh seputarfakta.com)

    Samarinda - Program beasiswa Gratispol yang digagas oleh Rudy Mas'ud diklaim memiliki jangkauan yang jauh lebih luas.

    Untuk memberikan gambaran yang jelas kepada publik, Rudy secara langsung membandingkan kapasitas programnya dengan beasiswa di era kepemimpinan sebelumnya.

    Rudy memaparkan alokasi program Gratispol dirancang untuk menyentuh ratusan ribu mahasiswa di seluruh wilayah Kaltim.

    "Gratispol saat ini kita anggarkan jumlahnya 158.000 mahasiswa di seluruh Kalimantan Timur (Kaltim), tanpa memandang gender, agama, suku dan etnis," ujar Rudy memaparkan cakupan program tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Samarinda, Senin (23/2/2026).

    Menyoroti keunggulan programnya, Rudy menyandingkan data draf Gratispol dengan program Kaltim Tuntas dan Stimulan 2023 pada era Isran Noor.

    Berdasarkan data yang dibeberkan, jumlah mahasiswa yang diakomodir oleh Gratispol melonjak tajam hingga lebih dari lima kali lipat.

    Berikut adalah rincian perbandingan kedua program tersebut, total mahasiswa terakomodir Gratispol 157.090 mahasiswa, sedangkan Kaltim Tuntas dan Stimulan era Isran Noor 2023 hanya 28.213 mahasiswa.

    Total anggaran pun berbeda hampir tiga kali lipat dalam satu tahun anggaran, Gratispo Rp813 miliar, sedangkan BKT Rp365 miliar. Rudy merinci rata-rata anggaran per mahasiswa, Gratispol hanya Rp5.179.024, sedangkan BKT Rp12.949.527.

    Bahkan Rudy Mas'ud menggunakan simulasi perbandingan jika besaran anggaran disamakan di 2023 era Isran Noor, bahwa Gratispol bisa menanggung 70.543 mahasiswa, sedangkan BKT hanya 28.213 mahasiswa.

    Dari perhitungan tersebut, Rudy menegaskan meskipun dilakukan simulasi dengan nominal anggaran yang disamakan dengan 2023, Gratispol tetap mengungguli secara kuantitas, yakni mampu membiayai lebih dari 70 ribu mahasiswa berbanding 28 ribu mahasiswa di era sebelumnya.

    Untuk mekanisme pelaksanaannya, Rudy menjelaskan bahwa anggaran tersebut tidak dikelola sembarangan, melainkan dibayarkan langsung kepada pihak perguruan tinggi.

    "Urusannya adalah dengan kampus, karena kita membayarnya kepada kampus-kampus. Sekarang yang ada di Kaltim jumlahnya ada 52 kampus, baik swasta maupun negeri," jelasnya.

    Rudy juga menekankan pelaksanaan Gratispol tetap memiliki batasan yang ketat agar penyalurannya efektif dan tepat sasaran. Syarat-syarat seperti batasan usia hingga larangan menerima beasiswa ganda diberlakukan secara tegas.

    "Semua itu ada aturan dan ada batasan. Umur juga ada batasan demi efektivitas. Jadi apabila sudah mendapatkan beasiswa atau bantuan lain, itu tidak bisa lagi. Program ini ditujukan bagi masyarakat kita yang mendaftar dan memenuhi kriteria," pungkasnya.

    (Sf/Lo)