Cari disini...
Seputar Kaltim
Kabid Pariwisata dan Ekraf Disbudpar PPU, Yudhistira Arlianta. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Rencana menjadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) depan Stadion Panglima Sentik sebagai titik baru aktivitas UMKM HUTA ikut mengubah rencana pentas seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Penajam Paser Utara (PPU).
Pentas seni yang sebelumnya dirancang berlangsung di Alun-Alun Penyembolum kini disiapkan mengikuti arah pemanfaatan RTH tersebut. Penyesuaian itu akan masuk dalam penyusunan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) Disbudpar 2027.
Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar PPU, Yudhistira Arlianta, mengatakan rencana awal memang menempatkan pentas seni di Alun-Alun. Perubahan muncul setelah aktivitas HUTA diarahkan ke RTH depan stadion untuk membentuk kawasan kuliner.
"Kalau HUTA nanti dipusatkan di RTH, pentas seni juga kita arahkan ke sana. Jadi RKA-nya perlu disesuaikan lagi," ujar Yudhistira, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, pentas seni dirancang empat kali dalam setahun dengan konsep yang berbeda pada setiap pelaksanaan. Tema yang dipilih akan menentukan bentuk pertunjukannya, termasuk ketika mengangkat puisi sebagai tema.
"RKA untuk pentas seni kita susun dengan konsep tematik di tahun depan. Soal lokasi, itu berarti menyesuaikan," ujarnya.
Pemindahan kegiatan tidak langsung dilakukan penuh. Disbudpar masih menggunakan Alun-Alun untuk pementasan. Sementara UMKM akan mulai mengenalkan RTH sebagai lokasi kegiatan pada hari biasa.
"Alun-Alun masih tetap difungsikan sama untuk tahun ini. RTH kan juga pemanfaatannya bertahap, UMKM belum secara penuh dipindahkan," tambah Yudhistira.
RTH depan stadion dinilai masih membutuhkan proses sebelum seluruh aktivitas dipindahkan ke sana. Kawasan itu sebelumnya memang pernah menjadi lokasi konser, tetapi pemanfaatannya saat itu belum dalam status RTH seperti sekarang.
Yudhistira mengatakan penyesuaian lokasi pentas seni berkaitan langsung dengan arah pengembangan kawasan tersebut. Ketika HUTA ditempatkan di RTH dan aktivitas kuliner mulai dibangun, pentas seni diharapkan ikut mengisi kawasan itu.
"Konsepnya kita sesuaikan dengan perkembangan kawasan. Kalau kegiatan HUTA bergeser, pentas seni juga kita sesuaikan," ujarnya.
Untuk tahun ini, pementasan di Alun-Alun tetap berjalan. Sementara perubahan lokasi secara lebih permanen akan dibahas dalam penyusunan anggaran tahun berikutnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabid Pariwisata dan Ekraf Disbudpar PPU, Yudhistira Arlianta. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Rencana menjadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) depan Stadion Panglima Sentik sebagai titik baru aktivitas UMKM HUTA ikut mengubah rencana pentas seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Penajam Paser Utara (PPU).
Pentas seni yang sebelumnya dirancang berlangsung di Alun-Alun Penyembolum kini disiapkan mengikuti arah pemanfaatan RTH tersebut. Penyesuaian itu akan masuk dalam penyusunan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) Disbudpar 2027.
Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar PPU, Yudhistira Arlianta, mengatakan rencana awal memang menempatkan pentas seni di Alun-Alun. Perubahan muncul setelah aktivitas HUTA diarahkan ke RTH depan stadion untuk membentuk kawasan kuliner.
"Kalau HUTA nanti dipusatkan di RTH, pentas seni juga kita arahkan ke sana. Jadi RKA-nya perlu disesuaikan lagi," ujar Yudhistira, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, pentas seni dirancang empat kali dalam setahun dengan konsep yang berbeda pada setiap pelaksanaan. Tema yang dipilih akan menentukan bentuk pertunjukannya, termasuk ketika mengangkat puisi sebagai tema.
"RKA untuk pentas seni kita susun dengan konsep tematik di tahun depan. Soal lokasi, itu berarti menyesuaikan," ujarnya.
Pemindahan kegiatan tidak langsung dilakukan penuh. Disbudpar masih menggunakan Alun-Alun untuk pementasan. Sementara UMKM akan mulai mengenalkan RTH sebagai lokasi kegiatan pada hari biasa.
"Alun-Alun masih tetap difungsikan sama untuk tahun ini. RTH kan juga pemanfaatannya bertahap, UMKM belum secara penuh dipindahkan," tambah Yudhistira.
RTH depan stadion dinilai masih membutuhkan proses sebelum seluruh aktivitas dipindahkan ke sana. Kawasan itu sebelumnya memang pernah menjadi lokasi konser, tetapi pemanfaatannya saat itu belum dalam status RTH seperti sekarang.
Yudhistira mengatakan penyesuaian lokasi pentas seni berkaitan langsung dengan arah pengembangan kawasan tersebut. Ketika HUTA ditempatkan di RTH dan aktivitas kuliner mulai dibangun, pentas seni diharapkan ikut mengisi kawasan itu.
"Konsepnya kita sesuaikan dengan perkembangan kawasan. Kalau kegiatan HUTA bergeser, pentas seni juga kita sesuaikan," ujarnya.
Untuk tahun ini, pementasan di Alun-Alun tetap berjalan. Sementara perubahan lokasi secara lebih permanen akan dibahas dalam penyusunan anggaran tahun berikutnya.
(Sf/Lo)