Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim
Rumah Sakit Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. (Foto: ist)
Tanjung Redeb - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menekankan agar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Redeb yang baru mampu menghadirkan layanan kesehatan dengan tarif terjangkau bagi masyarakat.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto mengatakan RSUD baru sejatinya sudah layak untuk dioperasikan karena pembangunan fisiknya telah selesai dan proyek tersebut sudah diserahkan kepada pemerintah daerah.
"RSUD baru memang sudah seharusnya segera dioperasionalkan. Pembangunannya sudah selesai dan sudah diserahkan, jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda," ujar Dedy.
Awalnya RSUD baru ditargetkan mulai beroperasi pada Januari. Namun rencana tersebut mengalami penundaan hingga Mei lantaran masih terkendala kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) kesehatan yang belum sepenuhnya memadai.
"Awalnya targetnya Januari, tapi karena perlengkapan kesehatan belum lengkap, akhirnya operasionalnya mundur ke bulan Mei," jelasnya.
Selain fasilitas, DPRD Berau juga menyoroti kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di RSUD baru tersebut. Ia mengatakan hingga kini tenaga medis, termasuk dokter umum dan dokter spesialis masih belum sepenuhnya tersedia.
"Bukan hanya peralatannya, tenaga medisnya juga masih harus dipersiapkan. Dokter-dokternya belum ada, termasuk dokter spesialis," katanya.
Meski demikian dia berharap kehadiran RSUD baru nantinya dapat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik tanpa harus terbebani biaya yang tinggi. Ia menegaskan kebijakan tarif rumah sakit harus benar-benar berpihak kepada masyarakat.
"Yang paling penting jangan sampai membebani masyarakat. Tarifnya harus dikaji dan dibenahi supaya masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang terjangkau," tegasnya.
Dedy juga berharap, baik RSUD lama maupun baru dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal. Mengingat pembangunan rumah sakit tersebut menggunakan anggaran daerah. Sehingga masyarakat harus dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
"Pembangunan ini menggunakan uang masyarakat, jadi sudah seharusnya masyarakat bisa menikmati hasilnya, bukan malah dibebani dengan biaya obat atau keperluan lainnya yang mahal," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim

Rumah Sakit Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. (Foto: ist)
Tanjung Redeb - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menekankan agar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Redeb yang baru mampu menghadirkan layanan kesehatan dengan tarif terjangkau bagi masyarakat.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto mengatakan RSUD baru sejatinya sudah layak untuk dioperasikan karena pembangunan fisiknya telah selesai dan proyek tersebut sudah diserahkan kepada pemerintah daerah.
"RSUD baru memang sudah seharusnya segera dioperasionalkan. Pembangunannya sudah selesai dan sudah diserahkan, jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda," ujar Dedy.
Awalnya RSUD baru ditargetkan mulai beroperasi pada Januari. Namun rencana tersebut mengalami penundaan hingga Mei lantaran masih terkendala kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) kesehatan yang belum sepenuhnya memadai.
"Awalnya targetnya Januari, tapi karena perlengkapan kesehatan belum lengkap, akhirnya operasionalnya mundur ke bulan Mei," jelasnya.
Selain fasilitas, DPRD Berau juga menyoroti kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di RSUD baru tersebut. Ia mengatakan hingga kini tenaga medis, termasuk dokter umum dan dokter spesialis masih belum sepenuhnya tersedia.
"Bukan hanya peralatannya, tenaga medisnya juga masih harus dipersiapkan. Dokter-dokternya belum ada, termasuk dokter spesialis," katanya.
Meski demikian dia berharap kehadiran RSUD baru nantinya dapat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik tanpa harus terbebani biaya yang tinggi. Ia menegaskan kebijakan tarif rumah sakit harus benar-benar berpihak kepada masyarakat.
"Yang paling penting jangan sampai membebani masyarakat. Tarifnya harus dikaji dan dibenahi supaya masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang terjangkau," tegasnya.
Dedy juga berharap, baik RSUD lama maupun baru dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal. Mengingat pembangunan rumah sakit tersebut menggunakan anggaran daerah. Sehingga masyarakat harus dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
"Pembangunan ini menggunakan uang masyarakat, jadi sudah seharusnya masyarakat bisa menikmati hasilnya, bukan malah dibebani dengan biaya obat atau keperluan lainnya yang mahal," pungkasnya.
(Sf/Lo)