Cari disini...
Seputar Kaltim
RSUD RAPB PPU.(Istimewa)
Penajam – Pembangunan ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) telah rampung pada 9 Desember 2024 lalu.
Namun, fasilitas yang mampu menampung 20 tempat tidur ini setidaknya membutuhkan 15 hingga 20 tenaga kesehatan atau perawat baru untuk menjalankan operasionalnya.
Manajemen RSUD RAPB PPU pun memutuskan untuk membuka rekrutmen tenaga kesehatan pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025 mendatang.
Direktur Utama RSUD RAPB PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan perekrutan perawat baru lebih memprioritaskan putra dan putri PPU. "Sepertinya proses perekrutan nanti harus menunggu pengesahan anggaran Badan Layanan Umum (BLU) oleh Dewan Pengawas (Dewas),” katanya, Rabu (18/12/2024).
“Syukur pengerjaan proyek itu rampung sesuai jadwal pada 9 Desember lalu. Kini kita sedang mempersiapkan peralatan medis, seperti tempat tidur dan peralatan lainnya agar ruangan itu bisa digunakan tahun depan ," tambahnya.
Lukas mengatakan fasilitas baru ini tidak hanya sekedar menambah kapasitas ruangan saja, tetapi juga sebagai bentuk meningkatkan kualitas pelayanan guna memberikan rasa nyaman kepada pasien.
Bahkan, kata dia, penempatannya ditata sesuai dengan regulasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menginginkan satu ruangan hanya diisi empat tempat tidur saja.
“Sebelumnya satu ruangan ditata enam tempat tidur, tapi sekarang hanya diisi empat tempat tidur saja karena mengikuti regulasi Kemenkes. Mereka ingin memastikan bahwa pasien dapat merasakan perasaan nyaman saat sedang dirawat di ruang rawat inap standar kita,” ungkapnya.
Dengan penambahan fasilitas baru dan perekrutan tenaga medis, RSUD RAPB PPU siap menjadi pusat layanan kesehatan untuk masyarakat PPU, termasuk pekerja Ibu Kota Nusantara (IKN).
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

RSUD RAPB PPU.(Istimewa)
Penajam – Pembangunan ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) telah rampung pada 9 Desember 2024 lalu.
Namun, fasilitas yang mampu menampung 20 tempat tidur ini setidaknya membutuhkan 15 hingga 20 tenaga kesehatan atau perawat baru untuk menjalankan operasionalnya.
Manajemen RSUD RAPB PPU pun memutuskan untuk membuka rekrutmen tenaga kesehatan pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025 mendatang.
Direktur Utama RSUD RAPB PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan perekrutan perawat baru lebih memprioritaskan putra dan putri PPU. "Sepertinya proses perekrutan nanti harus menunggu pengesahan anggaran Badan Layanan Umum (BLU) oleh Dewan Pengawas (Dewas),” katanya, Rabu (18/12/2024).
“Syukur pengerjaan proyek itu rampung sesuai jadwal pada 9 Desember lalu. Kini kita sedang mempersiapkan peralatan medis, seperti tempat tidur dan peralatan lainnya agar ruangan itu bisa digunakan tahun depan ," tambahnya.
Lukas mengatakan fasilitas baru ini tidak hanya sekedar menambah kapasitas ruangan saja, tetapi juga sebagai bentuk meningkatkan kualitas pelayanan guna memberikan rasa nyaman kepada pasien.
Bahkan, kata dia, penempatannya ditata sesuai dengan regulasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menginginkan satu ruangan hanya diisi empat tempat tidur saja.
“Sebelumnya satu ruangan ditata enam tempat tidur, tapi sekarang hanya diisi empat tempat tidur saja karena mengikuti regulasi Kemenkes. Mereka ingin memastikan bahwa pasien dapat merasakan perasaan nyaman saat sedang dirawat di ruang rawat inap standar kita,” ungkapnya.
Dengan penambahan fasilitas baru dan perekrutan tenaga medis, RSUD RAPB PPU siap menjadi pusat layanan kesehatan untuk masyarakat PPU, termasuk pekerja Ibu Kota Nusantara (IKN).
(Sf/By)