Seputar Kaltim

    RSUD RAPB PPU Siapkan Pasokan Oksigen Cair untuk Antisipasi Virus HMPV

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    07 Januari 2025 pukul 18:33 WITA

    RSUD RAPB PPU.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) bekerjasama dengan PT Samator menyediakan pasokan oksigen cair dalam skala besar. Ini dilakukan untuk menjamin kesiapan Fasilitas Kesehatan (Faskes) dalam melayani masyarakat.

    Kerja sama ini dibangun bertujuan untuk menghadapi penyebaran virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang kini sudah terdeteksi masuk di Indonesia, khususnya di Kabupaten PPU.

    Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), virus HMPV tidak serupa seperti virus corona atau biasa disebut Covid-19 yang sempat menghantui masyarakat Indonesia selama tiga tahun, tepatnya pada periode 2020-2023 lalu.

    Jika menengok ke masa lampau, RSUD RAPB PPU pernah mengalami kekurangan oksigen selama pandemi Covid-19, sehingga tindakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi.

    "Saat pandemi Covid-19, kita pernah menghadapi kekurangan tabung oksigen. Jadi, kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali, sehingga langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini," ucap Direktur Utama RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Eddy Saputro, Selasa (07/01/2025).  

    Jika stok oksigen cair menipis, maka RSUD RAPB PPU bakal memproduksi oksigen sendiri dengan cara memanfaatkan oksigen konsentrator sebagai alat dalam menyaring udara di lingkungan.

    Setelah itu, kata dia, digunakan untuk memberikan pertolongan pertama kepada pasien sembari menunggu pasokan oksigen cair tiba di RSUD RAPB PPU.

    "Oksigen konsentrator portabel akan menjadi salah satu solusi darurat kita saat menghadapi masalah pada pasokan oksigen utama, sehingga pelayanan kepada pasien tetap akan berjalan dan masyarakat menjadi terlayani," jelasnya.  

    RSUD RAPB PPU berharap penyebaran virus HMPV tidak meluas ke sejumlah daerah di Indonesia. “Meski tidak ganas dan berbahaya seperti Covid-19, tapi kita tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan rutin melakukan pengecekan terhadap kondisi tubuhnya,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    RSUD RAPB PPU Siapkan Pasokan Oksigen Cair untuk Antisipasi Virus HMPV

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    07 Januari 2025 pukul 18:33 WITA

    RSUD RAPB PPU.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) bekerjasama dengan PT Samator menyediakan pasokan oksigen cair dalam skala besar. Ini dilakukan untuk menjamin kesiapan Fasilitas Kesehatan (Faskes) dalam melayani masyarakat.

    Kerja sama ini dibangun bertujuan untuk menghadapi penyebaran virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang kini sudah terdeteksi masuk di Indonesia, khususnya di Kabupaten PPU.

    Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), virus HMPV tidak serupa seperti virus corona atau biasa disebut Covid-19 yang sempat menghantui masyarakat Indonesia selama tiga tahun, tepatnya pada periode 2020-2023 lalu.

    Jika menengok ke masa lampau, RSUD RAPB PPU pernah mengalami kekurangan oksigen selama pandemi Covid-19, sehingga tindakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi.

    "Saat pandemi Covid-19, kita pernah menghadapi kekurangan tabung oksigen. Jadi, kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali, sehingga langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini," ucap Direktur Utama RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Eddy Saputro, Selasa (07/01/2025).  

    Jika stok oksigen cair menipis, maka RSUD RAPB PPU bakal memproduksi oksigen sendiri dengan cara memanfaatkan oksigen konsentrator sebagai alat dalam menyaring udara di lingkungan.

    Setelah itu, kata dia, digunakan untuk memberikan pertolongan pertama kepada pasien sembari menunggu pasokan oksigen cair tiba di RSUD RAPB PPU.

    "Oksigen konsentrator portabel akan menjadi salah satu solusi darurat kita saat menghadapi masalah pada pasokan oksigen utama, sehingga pelayanan kepada pasien tetap akan berjalan dan masyarakat menjadi terlayani," jelasnya.  

    RSUD RAPB PPU berharap penyebaran virus HMPV tidak meluas ke sejumlah daerah di Indonesia. “Meski tidak ganas dan berbahaya seperti Covid-19, tapi kita tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan rutin melakukan pengecekan terhadap kondisi tubuhnya,” tandasnya.

    (Sf/By)