Seputar Kaltim

    RSUD RAPB Bersiap Reakreditasi, Targetkan Paripurna Ketiga

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    09 September 2026 pukul 08:37 WITA

    Direktur RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) bersiap menjalani survey reakreditasi Standar Akreditasi Kementerian Kesehatan (Starkes) pada 28 September 2026. Rumah sakit milik Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) itu membidik predikat paripurna untuk ketiga kalinya.

    Direktur RSUD RAPB, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan sejumlah rekomendasi dan catatan dari akreditasi sebelumnya telah ditindaklanjuti. Pembenahan mencakup regulasi internal hingga standar pelayanan pasien.

    "Semoga RSUD RAPB bisa mengulang kejayaannya dan meraih paripurna untuk yang ketiga kalinya. Nanti 28 September akan dilakukan survei, mudah-mudahan bisa lulus paripurna," kata Lukasiwan, Selasa (8/9/2026).

    Kesiapan itu antara lain mencakup pedoman, panduan dan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan, mulai dari proses pendaftaran hingga kepulangan pasien.

    "Pedoman, panduan dan SOP dalam memberikan pelayanan sejak pendaftaran sampai kepulangan pasien harus sesuai standar," ujarnya.

    Penilaian juga mencakup ketersediaan dan pemeliharaan alat kesehatan, fasilitas bangunan dan ruang pelayanan, serta pengembangan sumber daya manusia sesuai kualifikasi.

    Menurut Lukasiwan, seluruh pembenahan tersebut bermuara pada satu hal, yakni memastikan pelayanan rumah sakit berjalan sesuai standar dan mengutamakan keselamatan pasien.

    "Termasuk ketersediaan bangunan dan tempat pelayanan yang sesuai standar, guna menuju pelayanan bermutu dan berorientasi pada keselamatan pasien," katanya.

    Ia juga menanggapi pandangan bahwa ukuran rumah sakit yang baik dalam akreditasi ditentukan dari banyaknya pasien yang sembuh. Menurutnya, kesembuhan pasien tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran predikat akreditasi.

    "Roh akreditasi itu pelayanan bermutu dan keselamatan pasien. Jadi paripurna bukan hanya soal kesembuhan, tetapi bagaimana rumah sakit memberikan pelayanan yang terbaik," tegasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    RSUD RAPB Bersiap Reakreditasi, Targetkan Paripurna Ketiga

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    09 September 2026 pukul 08:37 WITA

    Direktur RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Eddy Saputro. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) bersiap menjalani survey reakreditasi Standar Akreditasi Kementerian Kesehatan (Starkes) pada 28 September 2026. Rumah sakit milik Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) itu membidik predikat paripurna untuk ketiga kalinya.

    Direktur RSUD RAPB, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan sejumlah rekomendasi dan catatan dari akreditasi sebelumnya telah ditindaklanjuti. Pembenahan mencakup regulasi internal hingga standar pelayanan pasien.

    "Semoga RSUD RAPB bisa mengulang kejayaannya dan meraih paripurna untuk yang ketiga kalinya. Nanti 28 September akan dilakukan survei, mudah-mudahan bisa lulus paripurna," kata Lukasiwan, Selasa (8/9/2026).

    Kesiapan itu antara lain mencakup pedoman, panduan dan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan, mulai dari proses pendaftaran hingga kepulangan pasien.

    "Pedoman, panduan dan SOP dalam memberikan pelayanan sejak pendaftaran sampai kepulangan pasien harus sesuai standar," ujarnya.

    Penilaian juga mencakup ketersediaan dan pemeliharaan alat kesehatan, fasilitas bangunan dan ruang pelayanan, serta pengembangan sumber daya manusia sesuai kualifikasi.

    Menurut Lukasiwan, seluruh pembenahan tersebut bermuara pada satu hal, yakni memastikan pelayanan rumah sakit berjalan sesuai standar dan mengutamakan keselamatan pasien.

    "Termasuk ketersediaan bangunan dan tempat pelayanan yang sesuai standar, guna menuju pelayanan bermutu dan berorientasi pada keselamatan pasien," katanya.

    Ia juga menanggapi pandangan bahwa ukuran rumah sakit yang baik dalam akreditasi ditentukan dari banyaknya pasien yang sembuh. Menurutnya, kesembuhan pasien tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran predikat akreditasi.

    "Roh akreditasi itu pelayanan bermutu dan keselamatan pasien. Jadi paripurna bukan hanya soal kesembuhan, tetapi bagaimana rumah sakit memberikan pelayanan yang terbaik," tegasnya.

    (Sf/Lo)