Seputar Kaltim

    RSUD Kudungga Gandeng RS Harapan Kita, Perkuat Layanan Jantung di Kutim

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    19 Juni 2026 pukul 20:34 WITA

    Direktur RSUD Kudungga Muhammad Yusuf memberikan sambutan pada penandatanganan Jejaring Pengampuan Kardiovaskular Kaltim dan pembukaan Proctorship INB perdana 2026.(Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - RSUD Kudungga Kutai Timur (Kutim) mulai menjalani pendampingan layanan kateterisasi jantung melalui kegiatan Proctorship Intervensi Non-Bedah (INB) perdana tahun 2026. Program tersebut menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan layanan kardiovaskular bagi masyarakat Kutim dan wilayah sekitarnya.

    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Jumat (19/6/2026) itu dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Jejaring Pengampuan Kardiovaskular Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

    Direktur RSUD Kudungga Muhammad Yusuf mengatakan, bersamaan dengan kegiatan tersebut, tim medis rumah sakit tengah mendapat pendampingan layanan kateterisasi jantung dari tim Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Prosedur ini dilakukan untuk memeriksa kondisi pembuluh darah dan fungsi jantung serta membantu penanganan berbagai gangguan jantung.

    Pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan kompetensi tenaga medis agar mampu memberikan pelayanan jantung yang aman, efektif, dan sesuai standar nasional.

    "Melalui pendampingan langsung oleh para proktor yang berpengalaman, kami berharap transfer pengetahuan, keterampilan, dan standar pelayanan dapat berlangsung secara optimal," ujar Yusuf.

    Ia menjelaskan, penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Karena itu, penguatan layanan kardiovaskular dinilai penting untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

    Menurut Yusuf, kegiatan proctorship ini merupakan langkah jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya layanan jantung di Kutim.

    Selain pendampingan layanan kateterisasi, RSUD Kudungga juga menandatangani kerja sama Jejaring Pengampuan Kardiovaskular Kaltim. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi antar rumah sakit, meningkatkan kualitas layanan, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kardiovaskular.

    "Kami berharap kerja sama yang ditandatangani hari ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan menjadi komitmen bersama yang diwujudkan dalam program nyata, pendampingan berkelanjutan, pengembangan kompetensi, serta peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan," katanya.

    Melalui program tersebut, RSUD Kudungga berharap masyarakat Kutim dapat memperoleh layanan jantung yang lebih dekat dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah jika penanganannya sudah dapat dilakukan di rumah sakit setempat.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    RSUD Kudungga Gandeng RS Harapan Kita, Perkuat Layanan Jantung di Kutim

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    19 Juni 2026 pukul 20:34 WITA

    Direktur RSUD Kudungga Muhammad Yusuf memberikan sambutan pada penandatanganan Jejaring Pengampuan Kardiovaskular Kaltim dan pembukaan Proctorship INB perdana 2026.(Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - RSUD Kudungga Kutai Timur (Kutim) mulai menjalani pendampingan layanan kateterisasi jantung melalui kegiatan Proctorship Intervensi Non-Bedah (INB) perdana tahun 2026. Program tersebut menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan layanan kardiovaskular bagi masyarakat Kutim dan wilayah sekitarnya.

    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Jumat (19/6/2026) itu dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Jejaring Pengampuan Kardiovaskular Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

    Direktur RSUD Kudungga Muhammad Yusuf mengatakan, bersamaan dengan kegiatan tersebut, tim medis rumah sakit tengah mendapat pendampingan layanan kateterisasi jantung dari tim Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Prosedur ini dilakukan untuk memeriksa kondisi pembuluh darah dan fungsi jantung serta membantu penanganan berbagai gangguan jantung.

    Pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan kompetensi tenaga medis agar mampu memberikan pelayanan jantung yang aman, efektif, dan sesuai standar nasional.

    "Melalui pendampingan langsung oleh para proktor yang berpengalaman, kami berharap transfer pengetahuan, keterampilan, dan standar pelayanan dapat berlangsung secara optimal," ujar Yusuf.

    Ia menjelaskan, penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Karena itu, penguatan layanan kardiovaskular dinilai penting untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

    Menurut Yusuf, kegiatan proctorship ini merupakan langkah jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya layanan jantung di Kutim.

    Selain pendampingan layanan kateterisasi, RSUD Kudungga juga menandatangani kerja sama Jejaring Pengampuan Kardiovaskular Kaltim. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi antar rumah sakit, meningkatkan kualitas layanan, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kardiovaskular.

    "Kami berharap kerja sama yang ditandatangani hari ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan menjadi komitmen bersama yang diwujudkan dalam program nyata, pendampingan berkelanjutan, pengembangan kompetensi, serta peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan," katanya.

    Melalui program tersebut, RSUD Kudungga berharap masyarakat Kutim dapat memperoleh layanan jantung yang lebih dekat dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah jika penanganannya sudah dapat dilakukan di rumah sakit setempat.

    (Sf/RS)