Seputar Kaltim

    RSUD I.A. Moeis Samarinda Kapasitasnya Bakal Meningkat, Tambah 333 Tempat Tidur Lewat Skema KPBU

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    18 April 2025 pukul 14:59 WITA

    RSUD I.A. Moeis yang bakal jadi rumah sakit bertaraf internasional dengan kapasitas 333 tempat tidur. (Foto: Dokumentasi RSUD I.A. Moeis/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel (I.A.) Moeis Samarinda akan mengalami peningkatan kapasitas secara signifikan, dengan rencana penambahan sebanyak 333 tempat tidur.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih, mengungkapkan bahwa proyek ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena seluruh pembiayaan akan ditanggung pihak swasta.

    Peningkatan ini merupakan bagian dari pengembangan rumah sakit menjadi fasilitas pelayanan kesehatan bertaraf internasional melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

    “Pihak swasta yang membangun, dan sudah ada perusahaan yang ditunjuk, kemungkinan besar dari PT Aspen Medical Group Indoneisa,” ujar Ismid baru-baru ini. 

    Biaya yang digunakan untuk membangun rumah sakit ini diperkirakan mencapai Rp740 miliar. Pembangunan akan dilakukan di lahan belakang RSUD IA Moeis yang saat ini masih tersedia seluas 10 hektare dari total 14 hektare.

    “Selama proses pembangunan, pelayanan kepada pasien tetap berjalan seperti biasa karena area yang dibangun berada di bagian belakang rumah sakit,” tegasnya.

    Jika sesuai jadwal, penandatanganan kerja sama akan dilakukan pada 1 Oktober 2025, dan pembangunan ditargetkan mulai pada awal 2026. Waktu konstruksi diperkirakan memakan waktu antara satu hingga dua tahun.

    Proyek ini menurutnya menjadi terobosan penting karena merupakan yang pertama di sektor kesehatan di Indonesia dengan skema KPBU yang berjalan efektif. Selama ini, skema KPBU lebih umum digunakan dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan tol.

    Nantinya, RSUD IA Moeis akan memiliki empat gedung baru dengan pelayanan berstandar internasional. Dengan kapasitas saat ini sekitar 180 tempat tidur, peningkatan menjadi 333 tempat tidur diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin meningkat di Kota Samarinda.

    “Proses untuk mendapatkan persetujuan KPBU ini tidak mudah, bahkan sudah berjalan hampir tiga tahun. Sejak awal masa jabatan Wali Kota, proyek ini terus diupayakan dan kini sudah memasuki tahap prakualifikasi, dan alhamdulilah sudah ada yang berminat,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    RSUD I.A. Moeis Samarinda Kapasitasnya Bakal Meningkat, Tambah 333 Tempat Tidur Lewat Skema KPBU

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    18 April 2025 pukul 14:59 WITA

    RSUD I.A. Moeis yang bakal jadi rumah sakit bertaraf internasional dengan kapasitas 333 tempat tidur. (Foto: Dokumentasi RSUD I.A. Moeis/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel (I.A.) Moeis Samarinda akan mengalami peningkatan kapasitas secara signifikan, dengan rencana penambahan sebanyak 333 tempat tidur.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih, mengungkapkan bahwa proyek ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena seluruh pembiayaan akan ditanggung pihak swasta.

    Peningkatan ini merupakan bagian dari pengembangan rumah sakit menjadi fasilitas pelayanan kesehatan bertaraf internasional melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

    “Pihak swasta yang membangun, dan sudah ada perusahaan yang ditunjuk, kemungkinan besar dari PT Aspen Medical Group Indoneisa,” ujar Ismid baru-baru ini. 

    Biaya yang digunakan untuk membangun rumah sakit ini diperkirakan mencapai Rp740 miliar. Pembangunan akan dilakukan di lahan belakang RSUD IA Moeis yang saat ini masih tersedia seluas 10 hektare dari total 14 hektare.

    “Selama proses pembangunan, pelayanan kepada pasien tetap berjalan seperti biasa karena area yang dibangun berada di bagian belakang rumah sakit,” tegasnya.

    Jika sesuai jadwal, penandatanganan kerja sama akan dilakukan pada 1 Oktober 2025, dan pembangunan ditargetkan mulai pada awal 2026. Waktu konstruksi diperkirakan memakan waktu antara satu hingga dua tahun.

    Proyek ini menurutnya menjadi terobosan penting karena merupakan yang pertama di sektor kesehatan di Indonesia dengan skema KPBU yang berjalan efektif. Selama ini, skema KPBU lebih umum digunakan dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan tol.

    Nantinya, RSUD IA Moeis akan memiliki empat gedung baru dengan pelayanan berstandar internasional. Dengan kapasitas saat ini sekitar 180 tempat tidur, peningkatan menjadi 333 tempat tidur diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin meningkat di Kota Samarinda.

    “Proses untuk mendapatkan persetujuan KPBU ini tidak mudah, bahkan sudah berjalan hampir tiga tahun. Sejak awal masa jabatan Wali Kota, proyek ini terus diupayakan dan kini sudah memasuki tahap prakualifikasi, dan alhamdulilah sudah ada yang berminat,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)