Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe D di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dipastikan tetap berjalan.
Pemerintah daerah memutuskan memindahkan lokasi pembangunan demi memenuhi kebutuhan luas lahan. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan lokasi awal yang disiapkan hanya seluas sekitar satu hektare lebih, sementara kebutuhan minimal untuk pembangunan rumah sakit tipe D mencapai enam hektare.
“Bukan bermasalah dengan lahan. Kemarin itu lahannya cuma satu hektare lebih, sementara rumah sakit kita butuh minimal enam hektare,” ujar Ardiansyah.
Karena keterbatasan luas lahan, pemerintah daerah memutuskan untuk memindahkan lokasi pembangunan ke Desa Wanasari. Di lokasi baru itu, pemerintah desa telah menyiapkan lahan seluas enam hingga tujuh hektare.
“Ada enam hektare yang mereka siapkan dan itu sudah klir, karena lahannya milik desa,” jelasnya.
Terkait isu intervensi anggaran, Ardiansyah memastikan program pelayanan kesehatan di Kutim tetap berjalan normal dan tidak terganggu. Ia menyebut pembangunan RS di Wahau masih dalam tahap persiapan, namun secara umum layanan kesehatan tetap berjalan optimal.
“Kalau bidang layanan kesehatan kita masih prima,” tegasnya.
Ia juga menyinggung soal kepesertaan BPJS, khususnya masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sempat mengalami kendala di sejumlah daerah. Menurutnya kondisi di Kutim masih aman dan terkendali.
“BPJS, masyarakat PBI yang kemarin hilang itu kalau di Kutim kita aman,” tambahnya.
Bupati berharap pembangunan RS tipe D di wilayah Muara Wahau dapat segera terealisasi untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga yang ada di tiga Kecamatan, yakni Muara Wahau, Kongbeng dan Telen.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe D di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dipastikan tetap berjalan.
Pemerintah daerah memutuskan memindahkan lokasi pembangunan demi memenuhi kebutuhan luas lahan. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan lokasi awal yang disiapkan hanya seluas sekitar satu hektare lebih, sementara kebutuhan minimal untuk pembangunan rumah sakit tipe D mencapai enam hektare.
“Bukan bermasalah dengan lahan. Kemarin itu lahannya cuma satu hektare lebih, sementara rumah sakit kita butuh minimal enam hektare,” ujar Ardiansyah.
Karena keterbatasan luas lahan, pemerintah daerah memutuskan untuk memindahkan lokasi pembangunan ke Desa Wanasari. Di lokasi baru itu, pemerintah desa telah menyiapkan lahan seluas enam hingga tujuh hektare.
“Ada enam hektare yang mereka siapkan dan itu sudah klir, karena lahannya milik desa,” jelasnya.
Terkait isu intervensi anggaran, Ardiansyah memastikan program pelayanan kesehatan di Kutim tetap berjalan normal dan tidak terganggu. Ia menyebut pembangunan RS di Wahau masih dalam tahap persiapan, namun secara umum layanan kesehatan tetap berjalan optimal.
“Kalau bidang layanan kesehatan kita masih prima,” tegasnya.
Ia juga menyinggung soal kepesertaan BPJS, khususnya masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sempat mengalami kendala di sejumlah daerah. Menurutnya kondisi di Kutim masih aman dan terkendali.
“BPJS, masyarakat PBI yang kemarin hilang itu kalau di Kutim kita aman,” tambahnya.
Bupati berharap pembangunan RS tipe D di wilayah Muara Wahau dapat segera terealisasi untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga yang ada di tiga Kecamatan, yakni Muara Wahau, Kongbeng dan Telen.
(Sf/Lo)