Seputar Kaltim

    RODA PANGAN Jadi Strategi Paser Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    13 Agustus 2026 pukul 22:15 WITA

    kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Balikpapan. (Foto: Prokopim Paser)

    Tana Paser - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mendorong inovasi Revitalisasi Outlet Desa melalui Akselerasi Pangan (RODA PANGAN) sebagai upaya memperkuat distribusi pangan sekaligus mengendalikan inflasi hingga tingkat desa.

    Program tersebut menyasar desa yang masuk kategori rentan rawan pangan dengan memanfaatkan kios, warung atau toko yang telah beroperasi sebagai outlet pangan desa.

    Inovasi itu dipaparkan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser, M Arfah pada saat kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) wilayah Kerja Bank Indonesia Balikpapan, di Ruang Beruang Madu Kantor Perwakilan BI Balikpapan.

    M Arfah menyebut, inovasi tersebut ditujukan guna memperkuat distribusi pangan, menjaga stabilitas harga serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan.

    "Berdasarkan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Kabupaten Paser Tahun 2025, terdapat enam desa yang masuk kategori rentan rawan pangan," kata M Arfah, Kamis (13/8/2026).

    Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan sarana penyedia pangan, tingkat kesejahteraan masyarakat, serta akses transportasi yang dapat menghambat distribusi.

    Program itu dirancang agar kios, warung ataupun toko yang telah beroperasi di tingkat desa dapat dimanfaatkan sebagai outlet pangan desa.

    Beberapa komoditas yang direncanakan hadir di outlet tersebut di antaranya beras SPHP, gula pasir, minyak goreng serta komoditas pangan strategis lainnya dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai aturan pemerintah.

    “Program ini dirancang dengan memanfaatkan kios atau warung desa sebagai outlet pangan desa yang terhubung dengan pasokan pangan pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perum Bulog," tambahnya.

    Pada tahap awal, program tersebut akan difokuskan pada kerja sama Pemkab Paser dengan Perum Bulog, penyusunan SOP distribusi, verifikasi kios atau warung mitra, serta pengoperasian empat Outlet RODA PANGAN di desa prioritas rawan pangan.

    "Program itu bukan hanya sekadar inovasi distribusi, namun juga menjadi salah satu upaya agar pengendalian inflasi lebih dekat hingga ke tingkat desa," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    RODA PANGAN Jadi Strategi Paser Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    13 Agustus 2026 pukul 22:15 WITA

    kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Balikpapan. (Foto: Prokopim Paser)

    Tana Paser - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mendorong inovasi Revitalisasi Outlet Desa melalui Akselerasi Pangan (RODA PANGAN) sebagai upaya memperkuat distribusi pangan sekaligus mengendalikan inflasi hingga tingkat desa.

    Program tersebut menyasar desa yang masuk kategori rentan rawan pangan dengan memanfaatkan kios, warung atau toko yang telah beroperasi sebagai outlet pangan desa.

    Inovasi itu dipaparkan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser, M Arfah pada saat kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) wilayah Kerja Bank Indonesia Balikpapan, di Ruang Beruang Madu Kantor Perwakilan BI Balikpapan.

    M Arfah menyebut, inovasi tersebut ditujukan guna memperkuat distribusi pangan, menjaga stabilitas harga serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan.

    "Berdasarkan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Kabupaten Paser Tahun 2025, terdapat enam desa yang masuk kategori rentan rawan pangan," kata M Arfah, Kamis (13/8/2026).

    Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan sarana penyedia pangan, tingkat kesejahteraan masyarakat, serta akses transportasi yang dapat menghambat distribusi.

    Program itu dirancang agar kios, warung ataupun toko yang telah beroperasi di tingkat desa dapat dimanfaatkan sebagai outlet pangan desa.

    Beberapa komoditas yang direncanakan hadir di outlet tersebut di antaranya beras SPHP, gula pasir, minyak goreng serta komoditas pangan strategis lainnya dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai aturan pemerintah.

    “Program ini dirancang dengan memanfaatkan kios atau warung desa sebagai outlet pangan desa yang terhubung dengan pasokan pangan pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perum Bulog," tambahnya.

    Pada tahap awal, program tersebut akan difokuskan pada kerja sama Pemkab Paser dengan Perum Bulog, penyusunan SOP distribusi, verifikasi kios atau warung mitra, serta pengoperasian empat Outlet RODA PANGAN di desa prioritas rawan pangan.

    "Program itu bukan hanya sekadar inovasi distribusi, namun juga menjadi salah satu upaya agar pengendalian inflasi lebih dekat hingga ke tingkat desa," tutupnya.

    (Sf/Lo)