Seputar Kaltim

    Ribuan Siswa Balikpapan Tak Terima MBG, Penyaluran Terhenti Akibat Evaluasi SPPG

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    16 April 2026 pukul 13:09 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Ribuan siswa di Kota Balikpapan untuk sementara tidak menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul penutupan 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini menjadi penyedia makanan di sekolah.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik menyampaikan, penghentian operasional SPPG tersebut berdampak langsung terhadap distribusi MBG di berbagai jenjang pendidikan, khususnya SD dan SMP.

    “Dengan penutupan ini tentu berdampak, karena siswa-siswi kami tidak mendapatkan jatah MBG untuk sementara waktu,” ucap Irfan kepada media, Kamis (16/4/2026).

    Ia menjelaskan, setiap SPPG rata-rata melayani tiga hingga empat sekolah. Dengan ditutupnya 18 unit, maka jumlah sekolah dan siswa yang terdampak cukup besar.

    Menurut Irfan, kondisi ini terjadi karena adanya evaluasi terhadap pengelolaan SPPG, terutama terkait aspek sanitasi dan pengolahan limbah. Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Gizi Nasional, permasalahan utama yang ditemukan berkaitan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

    “Evaluasi ini penting untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa tetap terjaga, baik dari sisi kebersihan maupun keamanan,” akunya.

    Meski berdampak pada penghentian sementara distribusi MBG, ia menilai langkah ini diperlukan agar program dapat berjalan lebih baik ke depan. Ia menegaskan bahwa standar lingkungan dan sanitasi menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan layanan makanan bagi pelajar.

    Di sisi lain, dia menyebut penghentian sementara ini tidak terlalu mengganggu proses belajar mengajar. Pasalnya, saat ini siswa tengah memasuki masa tes kompetensi akhir yang berlangsung sekitar 10 hingga 15 hari.

    “Momentum ini bertepatan dengan jadwal ujian, sehingga aktivitas belajar tetap berjalan seperti biasa,” katanya.

    Pemerintah Kota Balikpapan berharap proses evaluasi SPPG dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, penyaluran MBG bisa kembali dilakukan dan seluruh siswa kembali menerima manfaat program tersebut secara optimal.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ribuan Siswa Balikpapan Tak Terima MBG, Penyaluran Terhenti Akibat Evaluasi SPPG

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    16 April 2026 pukul 13:09 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Ribuan siswa di Kota Balikpapan untuk sementara tidak menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul penutupan 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini menjadi penyedia makanan di sekolah.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik menyampaikan, penghentian operasional SPPG tersebut berdampak langsung terhadap distribusi MBG di berbagai jenjang pendidikan, khususnya SD dan SMP.

    “Dengan penutupan ini tentu berdampak, karena siswa-siswi kami tidak mendapatkan jatah MBG untuk sementara waktu,” ucap Irfan kepada media, Kamis (16/4/2026).

    Ia menjelaskan, setiap SPPG rata-rata melayani tiga hingga empat sekolah. Dengan ditutupnya 18 unit, maka jumlah sekolah dan siswa yang terdampak cukup besar.

    Menurut Irfan, kondisi ini terjadi karena adanya evaluasi terhadap pengelolaan SPPG, terutama terkait aspek sanitasi dan pengolahan limbah. Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Gizi Nasional, permasalahan utama yang ditemukan berkaitan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

    “Evaluasi ini penting untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa tetap terjaga, baik dari sisi kebersihan maupun keamanan,” akunya.

    Meski berdampak pada penghentian sementara distribusi MBG, ia menilai langkah ini diperlukan agar program dapat berjalan lebih baik ke depan. Ia menegaskan bahwa standar lingkungan dan sanitasi menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan layanan makanan bagi pelajar.

    Di sisi lain, dia menyebut penghentian sementara ini tidak terlalu mengganggu proses belajar mengajar. Pasalnya, saat ini siswa tengah memasuki masa tes kompetensi akhir yang berlangsung sekitar 10 hingga 15 hari.

    “Momentum ini bertepatan dengan jadwal ujian, sehingga aktivitas belajar tetap berjalan seperti biasa,” katanya.

    Pemerintah Kota Balikpapan berharap proses evaluasi SPPG dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, penyaluran MBG bisa kembali dilakukan dan seluruh siswa kembali menerima manfaat program tersebut secara optimal.

    (Sf/Rs)