Seputar Kaltim

    Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Gelora Kadrie Oening, Khatib Tekankan Transformasi Hati Pasca-Ramadan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Maret 2026 pukul 11:06 WITA

    Proses pelaksanaan salat idulfitri di Halaman Parkir gelora Kadrie Oening Sempaja. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ribuan umat Islam dari kalangan warga Muhammadiyah memadati halaman parkir Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, untuk melaksanakan Salat Idulfitri berjamaah pada pagi hari ini. Pelaksanaan salat berlangsung dengan khusyuk, tertib, dan penuh khidmat.

    Bertindak selaku imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Salat Idulfitri kali ini adalah Ustad Prof. Rahmat Soe’oed Dalam khotbahnya, ia menyampaikan pesan yang sangat mendalam terkait esensi ibadah puasa yang baru saja diselesaikan oleh umat Islam selama sebulan penuh.

    Prof. Rahmat Soe'oed menekankan bahwa bulan suci Ramadan sejatinya adalah sebuah kurikulum pembentukan karakter yang dirancang langsung oleh Sang Pencipta, bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan dahaga.

    "Program 30 hari dari Allah ini tentu bukanlah tanpa tujuan. Puasa Ramadan sejatinya mendidik hati, pikiran, serta perilaku kita, yang semuanya bermuara dan bersumber dari hati," tegas Prof. Rahmat Soe'oed di hadapan ribuan jemaah yang hadir.

    Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para jemaah bahwa indikator keberhasilan ibadah puasa Ramadan terletak pada transformasi diri pasca-Ramadan. Hati diposisikan sebagai pusat kendali manusia.

    Jika hati telah berhasil dididik selama 30 hari berpuasa, maka secara otomatis pikiran dan perilaku seseorang di bulan-bulan berikutnya akan memancarkan kebaikan dan kedamaian.

    Melalui momentum Idulfitri ini, warga Muhammadiyah dan seluruh umat Islam yang hadir diajak untuk terus menjaga hasil pendidikan hati tersebut di kehidupan sehari-hari, sehingga semangat Ramadan tetap menyala meski bulan suci telah berlalu.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Gelora Kadrie Oening, Khatib Tekankan Transformasi Hati Pasca-Ramadan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Maret 2026 pukul 11:06 WITA

    Proses pelaksanaan salat idulfitri di Halaman Parkir gelora Kadrie Oening Sempaja. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ribuan umat Islam dari kalangan warga Muhammadiyah memadati halaman parkir Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, untuk melaksanakan Salat Idulfitri berjamaah pada pagi hari ini. Pelaksanaan salat berlangsung dengan khusyuk, tertib, dan penuh khidmat.

    Bertindak selaku imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Salat Idulfitri kali ini adalah Ustad Prof. Rahmat Soe’oed Dalam khotbahnya, ia menyampaikan pesan yang sangat mendalam terkait esensi ibadah puasa yang baru saja diselesaikan oleh umat Islam selama sebulan penuh.

    Prof. Rahmat Soe'oed menekankan bahwa bulan suci Ramadan sejatinya adalah sebuah kurikulum pembentukan karakter yang dirancang langsung oleh Sang Pencipta, bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan dahaga.

    "Program 30 hari dari Allah ini tentu bukanlah tanpa tujuan. Puasa Ramadan sejatinya mendidik hati, pikiran, serta perilaku kita, yang semuanya bermuara dan bersumber dari hati," tegas Prof. Rahmat Soe'oed di hadapan ribuan jemaah yang hadir.

    Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para jemaah bahwa indikator keberhasilan ibadah puasa Ramadan terletak pada transformasi diri pasca-Ramadan. Hati diposisikan sebagai pusat kendali manusia.

    Jika hati telah berhasil dididik selama 30 hari berpuasa, maka secara otomatis pikiran dan perilaku seseorang di bulan-bulan berikutnya akan memancarkan kebaikan dan kedamaian.

    Melalui momentum Idulfitri ini, warga Muhammadiyah dan seluruh umat Islam yang hadir diajak untuk terus menjaga hasil pendidikan hati tersebut di kehidupan sehari-hari, sehingga semangat Ramadan tetap menyala meski bulan suci telah berlalu.

    (Sf/Rs)