Seputar Kaltim

    Revitalisasi Pasar Klandasan Blok D Sudah Capai 50 Persen

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    01 November 2025 pukul 16:14 WITA

    Proyek revitalisasi Pasar Klandasan Blok D Balikpapan masih proses pembangunan. Berharap proyek ini menjadi simbol perubahan wajah pasar rakyat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menaruh perhatian serius terhadap keselamatan pekerja di proyek revitalisasi Pasar Klandasan Blok D. 

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus tetap mengedepankan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.

    Proyek revitalisasi senilai Rp9 miliar ini ditangani oleh Dinas Perdagangan Balikpapan dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025. Kini progres fisik proyek telah mencapai lebih dari 50 persen.

    Dalam kunjungannya ke lokasi, Bagus menemukan masih ada perancah (scaffolding) yang belum tertata rapi dan sejumlah pekerja yang belum sepenuhnya menggunakan alat pelindung diri. Ia menegaskan agar seluruh pihak segera memperbaikinya.

    “Keamanan pekerja adalah prioritas utama. Saya minta penggunaan alat pelindung diri benar-benar diterapkan agar tidak terjadi kecelakaan kerja,” ucap Bagus, Sabtu (1/11/2025).

    Selain keselamatan, pemkot juga menyoroti perlunya strategi percepatan pekerjaan. Bagus mengatakan sebagian area proyek sudah beratap, sehingga pekerjaan bagian dalam bisa tetap dilanjutkan meski hujan turun.

    “Karena sebagian bangunan sudah diatapi, pekerjaan di dalam bisa tetap berjalan. Hitung kembali kebutuhan tenaga agar bisa lembur secara terukur, supaya proyek selesai sesuai target,” ujarnya.

    Ia juga menyinggung persoalan administrasi proyek, sejak Juni 2025 belum ada penagihan dari pihak penyedia jasa. Kondisi ini dinilai bisa memperlambat kemajuan di lapangan.

    “Konsultan pengawas perlu mempercepat proses administrasi dan penagihan. Jika pembayaran lancar, tenaga kerja bisa ditambah dan waktu kerja diperpanjang,” jelas Bagus.

    Menurutnya, revitalisasi Pasar Klandasan Blok D tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya pemkot memperkuat infrastruktur ekonomi rakyat.

    “Pasar ini akan menjadi contoh transformasi pasar tradisional menuju pasar modern yang aman, bersih dan nyaman,” tambahnya.

    Pemkot Balikpapan berharap proyek ini dapat menjadi simbol perubahan wajah pasar rakyat yang lebih tertata dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Revitalisasi Pasar Klandasan Blok D Sudah Capai 50 Persen

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    01 November 2025 pukul 16:14 WITA

    Proyek revitalisasi Pasar Klandasan Blok D Balikpapan masih proses pembangunan. Berharap proyek ini menjadi simbol perubahan wajah pasar rakyat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menaruh perhatian serius terhadap keselamatan pekerja di proyek revitalisasi Pasar Klandasan Blok D. 

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus tetap mengedepankan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.

    Proyek revitalisasi senilai Rp9 miliar ini ditangani oleh Dinas Perdagangan Balikpapan dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025. Kini progres fisik proyek telah mencapai lebih dari 50 persen.

    Dalam kunjungannya ke lokasi, Bagus menemukan masih ada perancah (scaffolding) yang belum tertata rapi dan sejumlah pekerja yang belum sepenuhnya menggunakan alat pelindung diri. Ia menegaskan agar seluruh pihak segera memperbaikinya.

    “Keamanan pekerja adalah prioritas utama. Saya minta penggunaan alat pelindung diri benar-benar diterapkan agar tidak terjadi kecelakaan kerja,” ucap Bagus, Sabtu (1/11/2025).

    Selain keselamatan, pemkot juga menyoroti perlunya strategi percepatan pekerjaan. Bagus mengatakan sebagian area proyek sudah beratap, sehingga pekerjaan bagian dalam bisa tetap dilanjutkan meski hujan turun.

    “Karena sebagian bangunan sudah diatapi, pekerjaan di dalam bisa tetap berjalan. Hitung kembali kebutuhan tenaga agar bisa lembur secara terukur, supaya proyek selesai sesuai target,” ujarnya.

    Ia juga menyinggung persoalan administrasi proyek, sejak Juni 2025 belum ada penagihan dari pihak penyedia jasa. Kondisi ini dinilai bisa memperlambat kemajuan di lapangan.

    “Konsultan pengawas perlu mempercepat proses administrasi dan penagihan. Jika pembayaran lancar, tenaga kerja bisa ditambah dan waktu kerja diperpanjang,” jelas Bagus.

    Menurutnya, revitalisasi Pasar Klandasan Blok D tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya pemkot memperkuat infrastruktur ekonomi rakyat.

    “Pasar ini akan menjadi contoh transformasi pasar tradisional menuju pasar modern yang aman, bersih dan nyaman,” tambahnya.

    Pemkot Balikpapan berharap proyek ini dapat menjadi simbol perubahan wajah pasar rakyat yang lebih tertata dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

    (Sf/Lo)