Seputar Kaltim

    Revitalisasi Citra Niaga Samarinda Tahap Awal Tertunda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    05 Januari 2024 pukul 22:04 WITA

    Proses pengerjaan revitalisasi Citra Niaga tahap I yang masih tertunda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Proyek revitalisasi kawasan Citra Niaga Samarinda yang seharusnya selesai akhir tahun 2023, kini mengalami penundaan hingga akhir Januari 2024. Penyebabnya adalah faktor cuaca yang kurang bersahabat dan kendala teknis yang dihadapi oleh kontraktor pelaksana.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, saat ditemui di Balai Kota Samarinda, Jumat (5/1/2023).

    Menurut Desy, proyek revitalisasi Citra Niaga tahap I yang meliputi pelebaran trotoar, penataan median jalan, dan penanaman pohon, baru mencapai 85 persen dari target.

    "Ada beberapa kendala teknis yang kami temui, salah satunya adalah pemotongan material granit yang akan dipasang sebagai lantai pedestrian. Material ini harus dipotong secara manual oleh kontraktor yang memiliki keahlian khusus, karena bentuknya yang tidak seragam," jelasnya.

    Desy menambahkan, faktor cuaca juga menjadi pengaruh besar, karena intensitas hujan yang tinggi di kota Samarinda. Hal ini menyebabkan pekerjaan terganggu dan tidak bisa berjalan lancar.

    "Kalau hujan, tentu saja pekerjaan harus dihentikan sementara, karena berisiko menimbulkan kerusakan. Jadi kami harus menunggu cuaca yang mendukung untuk melanjutkan pekerjaan," katanya.

    Sedangkan untuk proyek revitalisasi Citra Niaga tahap II yang mencakup revitalisasi ruko lanjutan jalan niaga utara, penambahan sarana dan prasarana, serta penataan drainase dan kabel tanam, sudah masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2024, dengan nilai sekitar Rp40 miliar.

    Adapun rincian anggarannya meliputi revitalisasi ruko lanjutan jalan niaga utara sebesar Rp7 miliar, penambahan sarana dan prasarana sebesar Rp15 miliar, serta median jalan, drainase, dan kabel tanam sebesar Rp18 miliar.

    "Proyek tahap II ini sudah kami siapkan untuk dilelang melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Kami berharap tidak ada kendala lagi dalam proses lelang ini," ujar Desy.

    Di samping itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyatakan bahwa pihaknya telah memberi pilihan kepada kontraktor untuk memperpanjang masa pengerjaan proyek, dengan syarat harus membayar denda keterlambatan sesuai dengan kontrak.

    Andi mengharapkan, kontraktor bisa menuntaskan proyek revitalisasi Citra Niaga tahap I paling lambat 20 Februari 2024. Ia juga menjamin, penundaan ini tidak akan berdampak pada kualitas dan hasil akhir proyek.

    "Mereka (kontraktor) berjanji akan selesai akhir Januari 2024. Saya yakin mereka bisa menepati janji, karena materialnya sudah tersedia semua. Yang penting kontraktor bisa bekerja sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan," tegasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Revitalisasi Citra Niaga Samarinda Tahap Awal Tertunda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    05 Januari 2024 pukul 22:04 WITA

    Proses pengerjaan revitalisasi Citra Niaga tahap I yang masih tertunda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Proyek revitalisasi kawasan Citra Niaga Samarinda yang seharusnya selesai akhir tahun 2023, kini mengalami penundaan hingga akhir Januari 2024. Penyebabnya adalah faktor cuaca yang kurang bersahabat dan kendala teknis yang dihadapi oleh kontraktor pelaksana.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, saat ditemui di Balai Kota Samarinda, Jumat (5/1/2023).

    Menurut Desy, proyek revitalisasi Citra Niaga tahap I yang meliputi pelebaran trotoar, penataan median jalan, dan penanaman pohon, baru mencapai 85 persen dari target.

    "Ada beberapa kendala teknis yang kami temui, salah satunya adalah pemotongan material granit yang akan dipasang sebagai lantai pedestrian. Material ini harus dipotong secara manual oleh kontraktor yang memiliki keahlian khusus, karena bentuknya yang tidak seragam," jelasnya.

    Desy menambahkan, faktor cuaca juga menjadi pengaruh besar, karena intensitas hujan yang tinggi di kota Samarinda. Hal ini menyebabkan pekerjaan terganggu dan tidak bisa berjalan lancar.

    "Kalau hujan, tentu saja pekerjaan harus dihentikan sementara, karena berisiko menimbulkan kerusakan. Jadi kami harus menunggu cuaca yang mendukung untuk melanjutkan pekerjaan," katanya.

    Sedangkan untuk proyek revitalisasi Citra Niaga tahap II yang mencakup revitalisasi ruko lanjutan jalan niaga utara, penambahan sarana dan prasarana, serta penataan drainase dan kabel tanam, sudah masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2024, dengan nilai sekitar Rp40 miliar.

    Adapun rincian anggarannya meliputi revitalisasi ruko lanjutan jalan niaga utara sebesar Rp7 miliar, penambahan sarana dan prasarana sebesar Rp15 miliar, serta median jalan, drainase, dan kabel tanam sebesar Rp18 miliar.

    "Proyek tahap II ini sudah kami siapkan untuk dilelang melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Kami berharap tidak ada kendala lagi dalam proses lelang ini," ujar Desy.

    Di samping itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyatakan bahwa pihaknya telah memberi pilihan kepada kontraktor untuk memperpanjang masa pengerjaan proyek, dengan syarat harus membayar denda keterlambatan sesuai dengan kontrak.

    Andi mengharapkan, kontraktor bisa menuntaskan proyek revitalisasi Citra Niaga tahap I paling lambat 20 Februari 2024. Ia juga menjamin, penundaan ini tidak akan berdampak pada kualitas dan hasil akhir proyek.

    "Mereka (kontraktor) berjanji akan selesai akhir Januari 2024. Saya yakin mereka bisa menepati janji, karena materialnya sudah tersedia semua. Yang penting kontraktor bisa bekerja sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan," tegasnya.

    (Sf/Rs)