Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi menyoroti kontribusi ritel modern terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Samarinda.
Menurut Iswandi, selama ini pemasukan retribusi dari ritel yang tengah menjamur di Kota Tepian ini, tak terlalu signifikan.
Ia juga mempertanyakan, terkait kontribusi ritel modern tentang penyerapan tenaga kerja, termasuk efek yang ditimbulkan terhadap roda ekonomi di kalangan masyarakat.
Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar mengevaluasi manfaat yang diberikan ritel modern kepada daerah selama ini.
"Ini mau kita lihat dulu, apa sih kontribusinya ritel-ritel yang ada di Kota Samarinda terhadap PAD. Lalu penyerapan tenaga kerja berapa sih?" ucap Iswandi, Senin (10/11/2025).
Jika ritel modern terus bermunculan, kata dia, justru menjadi pukulan berat geliat usaha kecil di Kota Tepian. Untuk itu, perlu intervensi pemerintah mengendalikan pertumbuhan ritel yang kian bertambah selama ini.
"Ini, apakah banyak mudarat apa manfaatnya bagi pengusaha kecil di Samarinda. Kalau banyak mudaratnya sudah distop saja," tegasnya.
Adanya intervensi, diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pertumbuhan dikalangan pengusaha kecil. Dengan begitu dapat melindung kepentingan masyarakat dari efek pertumbuhan ritel modern di Samarinda.
"Kalau bisa kita (komisi II) akan mengusulkan Perda khusus usaha ritel supaya tidak berbenturan dengan usaha tradisional," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi menyoroti kontribusi ritel modern terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Samarinda.
Menurut Iswandi, selama ini pemasukan retribusi dari ritel yang tengah menjamur di Kota Tepian ini, tak terlalu signifikan.
Ia juga mempertanyakan, terkait kontribusi ritel modern tentang penyerapan tenaga kerja, termasuk efek yang ditimbulkan terhadap roda ekonomi di kalangan masyarakat.
Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar mengevaluasi manfaat yang diberikan ritel modern kepada daerah selama ini.
"Ini mau kita lihat dulu, apa sih kontribusinya ritel-ritel yang ada di Kota Samarinda terhadap PAD. Lalu penyerapan tenaga kerja berapa sih?" ucap Iswandi, Senin (10/11/2025).
Jika ritel modern terus bermunculan, kata dia, justru menjadi pukulan berat geliat usaha kecil di Kota Tepian. Untuk itu, perlu intervensi pemerintah mengendalikan pertumbuhan ritel yang kian bertambah selama ini.
"Ini, apakah banyak mudarat apa manfaatnya bagi pengusaha kecil di Samarinda. Kalau banyak mudaratnya sudah distop saja," tegasnya.
Adanya intervensi, diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pertumbuhan dikalangan pengusaha kecil. Dengan begitu dapat melindung kepentingan masyarakat dari efek pertumbuhan ritel modern di Samarinda.
"Kalau bisa kita (komisi II) akan mengusulkan Perda khusus usaha ritel supaya tidak berbenturan dengan usaha tradisional," tandasnya.
(Sf/Rs)