Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
(foto: Istimewa)
Sangatta - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat capaian respons Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 mencapai 100 persen.
Capaian ini menempatkan Kutim sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik, meski memiliki tantangan wilayah luas dan akses yang tidak mudah.
Ketua BPS Kutim, Widiyantono menyampaikan keberhasilan tersebut didukung oleh kerja tim Statistik Sosial dan para mitra lapangan yang terlibat dalam pelaksanaan Sakernas dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
“Daerah kita ini relatif paling sulit, wilayahnya luas dan aksesnya tidak mudah. Namun Alhamdulillah capaian respons Sakernas bisa mencapai 100 persen,” ujar Widiyantono.
Sakernas menyajikan data lengkap tentang kondisi tenaga kerja, mulai dari jumlah angkatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja, hingga tingkat pengangguran terbuka.
“Instansi lain, termasuk Kementerian Tenaga Kerja belum memiliki survei yang menjangkau seluruh kabupaten dan kota seperti yang dilakukan BPS. Karena memang tugas BPS adalah menyediakan statistik dasar,” tambahnya.
Berdasarkan hasil Sakernas, Widiyantono mengungkap tingkat pengangguran di Kutim mengalami peningkatan pada 2024-2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah daerah.
“Data lapangan menunjukkan pengangguran meningkat. Ini dipengaruhi banyak faktor, seperti efisiensi anggaran pemerintah, dampak di sektor pertambangan dan kondisi ekonomi global,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya penyajian data yang jujur dan sesuai fakta. Menurutnya, BPS hanya bertugas mengukur dan menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Kalau memang ada penganggur, ya harus ditulis ada. Kalau tidak ada, jangan dibuat ada. Jangan sampai data menjadi ABS, asal bapak senang. Tugas BPS hanya mengukur dan menyajikan fakta,” tegasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

(foto: Istimewa)
Sangatta - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat capaian respons Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 mencapai 100 persen.
Capaian ini menempatkan Kutim sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik, meski memiliki tantangan wilayah luas dan akses yang tidak mudah.
Ketua BPS Kutim, Widiyantono menyampaikan keberhasilan tersebut didukung oleh kerja tim Statistik Sosial dan para mitra lapangan yang terlibat dalam pelaksanaan Sakernas dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
“Daerah kita ini relatif paling sulit, wilayahnya luas dan aksesnya tidak mudah. Namun Alhamdulillah capaian respons Sakernas bisa mencapai 100 persen,” ujar Widiyantono.
Sakernas menyajikan data lengkap tentang kondisi tenaga kerja, mulai dari jumlah angkatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja, hingga tingkat pengangguran terbuka.
“Instansi lain, termasuk Kementerian Tenaga Kerja belum memiliki survei yang menjangkau seluruh kabupaten dan kota seperti yang dilakukan BPS. Karena memang tugas BPS adalah menyediakan statistik dasar,” tambahnya.
Berdasarkan hasil Sakernas, Widiyantono mengungkap tingkat pengangguran di Kutim mengalami peningkatan pada 2024-2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah daerah.
“Data lapangan menunjukkan pengangguran meningkat. Ini dipengaruhi banyak faktor, seperti efisiensi anggaran pemerintah, dampak di sektor pertambangan dan kondisi ekonomi global,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya penyajian data yang jujur dan sesuai fakta. Menurutnya, BPS hanya bertugas mengukur dan menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Kalau memang ada penganggur, ya harus ditulis ada. Kalau tidak ada, jangan dibuat ada. Jangan sampai data menjadi ABS, asal bapak senang. Tugas BPS hanya mengukur dan menyajikan fakta,” tegasnya.
(Sf/Lo)