Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Pengangkatan kepada perwakilan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Sebanyak 1.329 pegawai honorer di Balikpapan kini resmi menyandang status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mereka menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan langsung dari Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, Kamis (17/4/2025).
Selain itu, tiga orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) juga turut menerima SK, dan 20 anggota Korpri yang pensiun mendapatkan tali asih sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan pesan penting, jangan sampai status baru membuat semangat kerja jadi kendor. Ia menegaskan, menjadi PPPK atau PNS bukan hanya soal status, tapi juga soal tanggung jawab yang lebih besar.
“Banyak yang sudah menunggu belasan tahun untuk bisa sampai di titik ini. Jadi, tolong jaga amanah ini dengan baik. Tetap semangat, tetap berkontribusi untuk kota,” ucap Rahmad kepada pegawai Balikpapan yang baru dilantik.
Ia juga memastikan bahwa para PPPK akan tetap ditempatkan sesuai dengan posisi kerja sebelumnya. Selain itu, proses pengangkatan tahap kedua juga akan segera dilakukan.
Kepada para pegawai yang sudah pensiun, Rahmad menyampaikan rasa terima kasih dan harapan agar mereka tetap memberi kontribusi positif di tengah masyarakat.
“Pensiun bukan berarti selesai pengabdiannya. Sumbangsih Bapak dan Ibu tetap kami harapkan sebagai panutan di lingkungan masyarakat,” terangnya.
Tak hanya pelantikan, wali kota juga membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri 2025 yang diikuti oleh 79 peserta. MTQ ini memperlombakan delapan cabang, di antaranya Tartil Al-Qur'an, Tilawah, Hafalan, Dakwah, Adzan, Khutbah Jumat, serta penulisan makalah Al-Qur’an.
“MTQ ini menjadi upaya untuk memperkuat keimanan, meningkatkan rasa persatuan anggota Korpri, mempererat silaturahmi, dan membentuk sumber daya manusia yang unggul serta berkarakter Islami,” paparnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Pengangkatan kepada perwakilan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Sebanyak 1.329 pegawai honorer di Balikpapan kini resmi menyandang status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mereka menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan langsung dari Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, Kamis (17/4/2025).
Selain itu, tiga orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) juga turut menerima SK, dan 20 anggota Korpri yang pensiun mendapatkan tali asih sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan pesan penting, jangan sampai status baru membuat semangat kerja jadi kendor. Ia menegaskan, menjadi PPPK atau PNS bukan hanya soal status, tapi juga soal tanggung jawab yang lebih besar.
“Banyak yang sudah menunggu belasan tahun untuk bisa sampai di titik ini. Jadi, tolong jaga amanah ini dengan baik. Tetap semangat, tetap berkontribusi untuk kota,” ucap Rahmad kepada pegawai Balikpapan yang baru dilantik.
Ia juga memastikan bahwa para PPPK akan tetap ditempatkan sesuai dengan posisi kerja sebelumnya. Selain itu, proses pengangkatan tahap kedua juga akan segera dilakukan.
Kepada para pegawai yang sudah pensiun, Rahmad menyampaikan rasa terima kasih dan harapan agar mereka tetap memberi kontribusi positif di tengah masyarakat.
“Pensiun bukan berarti selesai pengabdiannya. Sumbangsih Bapak dan Ibu tetap kami harapkan sebagai panutan di lingkungan masyarakat,” terangnya.
Tak hanya pelantikan, wali kota juga membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri 2025 yang diikuti oleh 79 peserta. MTQ ini memperlombakan delapan cabang, di antaranya Tartil Al-Qur'an, Tilawah, Hafalan, Dakwah, Adzan, Khutbah Jumat, serta penulisan makalah Al-Qur’an.
“MTQ ini menjadi upaya untuk memperkuat keimanan, meningkatkan rasa persatuan anggota Korpri, mempererat silaturahmi, dan membentuk sumber daya manusia yang unggul serta berkarakter Islami,” paparnya.
(Sf/Rs)