Cari disini...
Seputar Kaltim
Penampakan Istana Garuda yang menjadi tempat Presiden Indonesia berkantor nanti.(Dok.Humas OIKN)
Penajam - Rencana pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) masih belum menunjukkan kejelasan yang pasti.
Ini dikarenakan ada beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat.
Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN (OIKN), Alimudin mengatakan rencana pemindahan ASN tersebut masih dalam tahap pendataan ulang guna memverifikasi kembali nama-nama yang sebelumnya telah terdata oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
“Mungkin pemerintah pusat masih melakukan pendataan secara detail, terutama soal agama yang dianut para ASN. Ini bertujuan agar tempat ibadah untuk masing-masing kepercayaan bisa disediakan di IKN,” ucap Alimuddin, Selasa (28/1/2025).
Selain itu, perbedaan kultur dan gaya hidup menjadi pertimbangan utama bagi pemerintah pusat untuk memindahkan ASN ke IKN.
Apalagi minimnya ketersediaan layanan dasar seperti Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan pendidikan di kawasan IKN menjadi kekhawatiran para ASN sebelum dipindahkan.
“Kita harus realistis. Kebanyakan yang pindah ke IKN itu orang Jakarta dan pasti membawa kebiasaan sehari-hari mereka yaitu berbelanja di mall sedangkan mall disini belum didirikan atau dibangun. Tidak hanya itu, mereka pasti mempertanyakan bagaimana layanan kesehatan dan anak-anak mau sekolah dimana nanti,” ungkapnya.
Alimuddin menekankan pentingnya akselerasi pembangunan untuk memastikan anak-anak ASN yang ikut dipindahkan ke IKN bersama orang tuanya menerima layanan kesehatan dan pendidikan yang layak.
“Kami OIKN selaku pihak penyelenggara proyek strategis nasional ini juga melakukan sebuah akselerasi agar saat dipindahkan, anak-anak ASN sudah terfasilitasi mulai dari Faskes dan pendidikan,” jelasnya.
Namun, kata Alimuddin, kondisi air bersih di IKN sudah lancar dan kualitasnya pun sangat bagus. Bahkan, airnya bisa dikonsumsi atau diminum langsung di kran.
Sedangkan gas, kini sedang dalam tahap pembangunan. “Kita pastikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan ASN sebelum pindah kesini telah tersedia. Air sih sudah bagus ya sekarang apalagi airnya bisa dikonsumsi langsung,” papar Alimuddin.
Kini, OIKN hanya menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat terkait rencana pemindahan ASN Jakarta ke IKN melalui penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) oleh Presiden Prabowo.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penampakan Istana Garuda yang menjadi tempat Presiden Indonesia berkantor nanti.(Dok.Humas OIKN)
Penajam - Rencana pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) masih belum menunjukkan kejelasan yang pasti.
Ini dikarenakan ada beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat.
Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN (OIKN), Alimudin mengatakan rencana pemindahan ASN tersebut masih dalam tahap pendataan ulang guna memverifikasi kembali nama-nama yang sebelumnya telah terdata oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
“Mungkin pemerintah pusat masih melakukan pendataan secara detail, terutama soal agama yang dianut para ASN. Ini bertujuan agar tempat ibadah untuk masing-masing kepercayaan bisa disediakan di IKN,” ucap Alimuddin, Selasa (28/1/2025).
Selain itu, perbedaan kultur dan gaya hidup menjadi pertimbangan utama bagi pemerintah pusat untuk memindahkan ASN ke IKN.
Apalagi minimnya ketersediaan layanan dasar seperti Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan pendidikan di kawasan IKN menjadi kekhawatiran para ASN sebelum dipindahkan.
“Kita harus realistis. Kebanyakan yang pindah ke IKN itu orang Jakarta dan pasti membawa kebiasaan sehari-hari mereka yaitu berbelanja di mall sedangkan mall disini belum didirikan atau dibangun. Tidak hanya itu, mereka pasti mempertanyakan bagaimana layanan kesehatan dan anak-anak mau sekolah dimana nanti,” ungkapnya.
Alimuddin menekankan pentingnya akselerasi pembangunan untuk memastikan anak-anak ASN yang ikut dipindahkan ke IKN bersama orang tuanya menerima layanan kesehatan dan pendidikan yang layak.
“Kami OIKN selaku pihak penyelenggara proyek strategis nasional ini juga melakukan sebuah akselerasi agar saat dipindahkan, anak-anak ASN sudah terfasilitasi mulai dari Faskes dan pendidikan,” jelasnya.
Namun, kata Alimuddin, kondisi air bersih di IKN sudah lancar dan kualitasnya pun sangat bagus. Bahkan, airnya bisa dikonsumsi atau diminum langsung di kran.
Sedangkan gas, kini sedang dalam tahap pembangunan. “Kita pastikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan ASN sebelum pindah kesini telah tersedia. Air sih sudah bagus ya sekarang apalagi airnya bisa dikonsumsi langsung,” papar Alimuddin.
Kini, OIKN hanya menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat terkait rencana pemindahan ASN Jakarta ke IKN melalui penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) oleh Presiden Prabowo.
(Sf/By)