Seputar Kaltim

    Rencana Kereta Cepat di Kaltim Dikritik, Pengamat: prioritaskan perbaikan jalan rusak dulu!

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Maret 2025 pukul 19:46 WITA

    Kereta Cepat Whoosh yang bakal ditiru Kaltim. (Foto: Keretacepat.id)

    Samarinda - Wacana pembangunan kereta api cepat di Kalimantan Timur, yang diutarakan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, menuai kritik dari Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi. 

    Seno Aji sebelumnya menyatakan ketertarikan Kaltim untuk menjajaki kerja sama investasi kereta api cepat, mencontoh kesuksesan WHOOSH di Jakarta-Bandung.

    Namun, Purwadi menilai pemerintah provinsi seharusnya lebih fokus pada perbaikan infrastruktur jalan yang rusak parah di Kaltim. 

    "Pemerintah provinsi harusnya berpikir keras memperbaiki jalan-jalan rusak di Kaltim," tegasnya.

    Menurut Purwadi, perbaikan infrastruktur jalan yang baik akan menarik investasi dan meningkatkan kenyamanan masyarakat, terutama di kabupaten. 

    Ia mengkritik proyek kereta api era pemerintahan sebelumnya yang dinilai menghabiskan banyak anggaran tanpa hasil signifikan.

    "Kereta api era Awang seperti apa, itu semua menghabiskan uang saja. Nah ini yang perlu di-review ulang. Jangan sampai pemerintahan baru, kalau masih sama kaya kemarin buat apa kita pilih yang itu," sebut Purwadi.

    Purwadi juga menekankan pentingnya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pertanian. Menurutnya, pembangunan kereta api cepat belum menjadi urgensi saat ini.

    "Menurut saya kereta api masih belum menjadi urgensi, masih banyak sektor yang harus dibenahi oleh pemerintah kita yang sekarang," tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Rencana Kereta Cepat di Kaltim Dikritik, Pengamat: prioritaskan perbaikan jalan rusak dulu!

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Maret 2025 pukul 19:46 WITA

    Kereta Cepat Whoosh yang bakal ditiru Kaltim. (Foto: Keretacepat.id)

    Samarinda - Wacana pembangunan kereta api cepat di Kalimantan Timur, yang diutarakan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, menuai kritik dari Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi. 

    Seno Aji sebelumnya menyatakan ketertarikan Kaltim untuk menjajaki kerja sama investasi kereta api cepat, mencontoh kesuksesan WHOOSH di Jakarta-Bandung.

    Namun, Purwadi menilai pemerintah provinsi seharusnya lebih fokus pada perbaikan infrastruktur jalan yang rusak parah di Kaltim. 

    "Pemerintah provinsi harusnya berpikir keras memperbaiki jalan-jalan rusak di Kaltim," tegasnya.

    Menurut Purwadi, perbaikan infrastruktur jalan yang baik akan menarik investasi dan meningkatkan kenyamanan masyarakat, terutama di kabupaten. 

    Ia mengkritik proyek kereta api era pemerintahan sebelumnya yang dinilai menghabiskan banyak anggaran tanpa hasil signifikan.

    "Kereta api era Awang seperti apa, itu semua menghabiskan uang saja. Nah ini yang perlu di-review ulang. Jangan sampai pemerintahan baru, kalau masih sama kaya kemarin buat apa kita pilih yang itu," sebut Purwadi.

    Purwadi juga menekankan pentingnya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pertanian. Menurutnya, pembangunan kereta api cepat belum menjadi urgensi saat ini.

    "Menurut saya kereta api masih belum menjadi urgensi, masih banyak sektor yang harus dibenahi oleh pemerintah kita yang sekarang," tukasnya.

    (Sf/Rs)