Seputar Kaltim

    Relokasi Bakal Tetap Dijalankan Meski Ditolak, Pemkot Samarinda Minta Pedagang Pahami Niat Baik Pemerintah

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 April 2025 pukul 14:57 WITA

    Pedagang Pasar Subuh yang menolak relokasi ke Pasar Beluluq Lingau saat melakukan aksi demo di depan Balai Kota Samarinda, Selasa (29/4/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan bahwa proses relokasi pedagang Pasar Subuh, Jalan Yos Sudarso ke kawasan Beluluq Lingau, Jalan PM Noor akan tetap dilaksanakan sesuai rencana, meski mendapat penolakan dari sebagian pedagang.

    Keputusan itu diambil setelah berbagai tahapan sosialisasi dan pemenuhan fasilitas yang dianggap cukup oleh pemerintah. 

    Sebagaimana diketahui, para Pedagang Pasar Subuh yang terdiri lebih dari 50 orang pagi tadi melakukan aksi penolakan relokasi di depan Balai Kota Samarinda sebagai bentuk protesnya.

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa relokasi ini bukan langkah mendadak, melainkan hasil dari kesepakatan bersama yang telah dijalin sejak lama. 

    Bahkan, relokasi yang semula dijadwalkan pada tahun lalu telah ditunda selama hampir enam bulan untuk memberi waktu adaptasi kepada para pedagang.

    “Memang ada satu dua yang menolak karena tempatnya tidak layak dan kurang, tapi kami sudah fasilitasi semuanya, dan sosialisasi juga kita lakukan,” ujar Marnabas saat diwawancara di Balai Kota, Selasa (29/4/2025) siang. 

    Ia menambahkan bahwa Pemkot telah melengkapi kebutuhan dasar bagi para pedagang di lokasi baru yakni Pasar Beluluq Lingau, termasuk penerangan dan fasilitas pendukung lainnya.

    Sebagai bentuk perhatian, ia menyebut Pemkot juga akan memberikan bantuan biaya transportasi sebesar Rp500 ribu kepada masing-masing pedagang yang direlokasi. 

    Selain itu, untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka, pemerintah juga menyiapkan program promosi, termasuk bazar dengan harga subsidi untuk menarik minat masyarakat datang ke pasar tersebut. 

    Menurut Marnabas, lokasi Pasar Subuh sebelumnya tidak memiliki izin resmi dan turut menyumbang kemacetan lalu lintas. Oleh karena itu, relokasi ini juga bagian dari upaya penataan kota.

    “Pasar Subuh ini ada orang punya tanah kemudian ia izinkan, dia sewakan, itu kan melanggar,” tegasnya.

    Di lokasi baru, pemkot telah menyiapkan sekitar 130 lapak lengkap dengan fasilitas, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah. 

    Kawasan ini juga akan diarahkan menjadi pasar tematik yang ikonik, dengan pembagian komoditas sesuai jenis, seperti ikan dan sayur mayur di Pasar Segiri dan buah di Pasar Merdeka.

    Marnabas berharap pedagang memahami bahwa relokasi ini bukan untuk mematikan rezeki mereka, tetapi justru memberi ruang usaha yang lebih tertata dan prospektif.

    Ia menegaskan bahwa proses relokasi akan tetap berjalan, termasuk langkah pengosongan lokasi lama yang dijadwalkan pada 4 Mei mendatang. Jika masih ditemukan pedagang yang bertahan maka tim penertiban pun akan dikerahkan sesuai prosedur.

    “Harapan saya pedagang tolong pahami bahwa tidak ada niat pemerintah untuk mematikan rezeki, sudah kami pikirkan bagaimana di sana nanti,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Relokasi Bakal Tetap Dijalankan Meski Ditolak, Pemkot Samarinda Minta Pedagang Pahami Niat Baik Pemerintah

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 April 2025 pukul 14:57 WITA

    Pedagang Pasar Subuh yang menolak relokasi ke Pasar Beluluq Lingau saat melakukan aksi demo di depan Balai Kota Samarinda, Selasa (29/4/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan bahwa proses relokasi pedagang Pasar Subuh, Jalan Yos Sudarso ke kawasan Beluluq Lingau, Jalan PM Noor akan tetap dilaksanakan sesuai rencana, meski mendapat penolakan dari sebagian pedagang.

    Keputusan itu diambil setelah berbagai tahapan sosialisasi dan pemenuhan fasilitas yang dianggap cukup oleh pemerintah. 

    Sebagaimana diketahui, para Pedagang Pasar Subuh yang terdiri lebih dari 50 orang pagi tadi melakukan aksi penolakan relokasi di depan Balai Kota Samarinda sebagai bentuk protesnya.

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa relokasi ini bukan langkah mendadak, melainkan hasil dari kesepakatan bersama yang telah dijalin sejak lama. 

    Bahkan, relokasi yang semula dijadwalkan pada tahun lalu telah ditunda selama hampir enam bulan untuk memberi waktu adaptasi kepada para pedagang.

    “Memang ada satu dua yang menolak karena tempatnya tidak layak dan kurang, tapi kami sudah fasilitasi semuanya, dan sosialisasi juga kita lakukan,” ujar Marnabas saat diwawancara di Balai Kota, Selasa (29/4/2025) siang. 

    Ia menambahkan bahwa Pemkot telah melengkapi kebutuhan dasar bagi para pedagang di lokasi baru yakni Pasar Beluluq Lingau, termasuk penerangan dan fasilitas pendukung lainnya.

    Sebagai bentuk perhatian, ia menyebut Pemkot juga akan memberikan bantuan biaya transportasi sebesar Rp500 ribu kepada masing-masing pedagang yang direlokasi. 

    Selain itu, untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka, pemerintah juga menyiapkan program promosi, termasuk bazar dengan harga subsidi untuk menarik minat masyarakat datang ke pasar tersebut. 

    Menurut Marnabas, lokasi Pasar Subuh sebelumnya tidak memiliki izin resmi dan turut menyumbang kemacetan lalu lintas. Oleh karena itu, relokasi ini juga bagian dari upaya penataan kota.

    “Pasar Subuh ini ada orang punya tanah kemudian ia izinkan, dia sewakan, itu kan melanggar,” tegasnya.

    Di lokasi baru, pemkot telah menyiapkan sekitar 130 lapak lengkap dengan fasilitas, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah. 

    Kawasan ini juga akan diarahkan menjadi pasar tematik yang ikonik, dengan pembagian komoditas sesuai jenis, seperti ikan dan sayur mayur di Pasar Segiri dan buah di Pasar Merdeka.

    Marnabas berharap pedagang memahami bahwa relokasi ini bukan untuk mematikan rezeki mereka, tetapi justru memberi ruang usaha yang lebih tertata dan prospektif.

    Ia menegaskan bahwa proses relokasi akan tetap berjalan, termasuk langkah pengosongan lokasi lama yang dijadwalkan pada 4 Mei mendatang. Jika masih ditemukan pedagang yang bertahan maka tim penertiban pun akan dikerahkan sesuai prosedur.

    “Harapan saya pedagang tolong pahami bahwa tidak ada niat pemerintah untuk mematikan rezeki, sudah kami pikirkan bagaimana di sana nanti,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)