Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim
Bangunan yang terbakar berhasil di padamkan, di Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto:Istimewa).
Tenggarong - Kebakaran menghanguskan lima rumah di jalan Cendana RT 12, Anggana, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Dalam insiden tersebut, satu relawan yang meningal dunia ketika berupaya memadamkan Si Jago Merah.
Laporan Damkar Anggana menyebutkan bahwa api berawal dari percikan arus pendek listrik dari salah satu rumah warga yang juga menjadi korban.
"Api dengan cepat menghanguskan bangunan karena tipuan angin yang sangat kencang. Diketahui kebakaran itu berada di tepi sungai," kata Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani saat dikonfirmasi, Rabu (22/11/2023) malam.
Ia menyebut dalam insiden kebakaran tersebut, ada satu korban jiwa, yakni personel Damkar Anggana saat hendak membantu memadamkan api di kawasan tersebut.
Korban yang meninggal diketahui adalah MH (18). Saat kejadian, korban berupaya memadamkan api yang berada di antara dua rumah.
Posisi korban berada di atas sungai sambil memegang selang pemadam.
"Kemudian terdapat kabel listrik yang jatuh ke sungai tersebut, sehingga membuat korban kesetrum. Korban sempat dibawa ke puskesmas Sungai Meriam, tapi tidak terselamatkan," ungkap Afe, sapaannya.
Musibah ini, kata Afe, diduga bermula dari korsleting listrik di salah satu rumah warga. Api dengan cepat membesar dikarenakan tiupan angin kencang dan sebagian rumah berada di tepi sungai itu berbahayan kayu.
Saksi yang melihat kejadian tersebut, lanjut dia, langsung meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memadamkan api.
Upaya pemadaman terus dilakukan, tapi api yang terlanjur membesar menghanguskan lima unit rumah warga, 1 unit bangsalan empat pintu serta bagian belakang bangunan milik Pos Polairud Polda Kaltim.
Api berhasil dipadamkan pukul 17.00 WITA dengan mengerahkan unit pemadam kebakaran dari BPBD Anggana, Pertamina EP, PT Barokah, delapan unit mobil relawan Samarinda dan tiga unit Tagboat pemadam.
"Untuk perkiraan kerugian sekitar Rp1,5 miliar," tutupnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim

Bangunan yang terbakar berhasil di padamkan, di Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto:Istimewa).
Tenggarong - Kebakaran menghanguskan lima rumah di jalan Cendana RT 12, Anggana, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Dalam insiden tersebut, satu relawan yang meningal dunia ketika berupaya memadamkan Si Jago Merah.
Laporan Damkar Anggana menyebutkan bahwa api berawal dari percikan arus pendek listrik dari salah satu rumah warga yang juga menjadi korban.
"Api dengan cepat menghanguskan bangunan karena tipuan angin yang sangat kencang. Diketahui kebakaran itu berada di tepi sungai," kata Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani saat dikonfirmasi, Rabu (22/11/2023) malam.
Ia menyebut dalam insiden kebakaran tersebut, ada satu korban jiwa, yakni personel Damkar Anggana saat hendak membantu memadamkan api di kawasan tersebut.
Korban yang meninggal diketahui adalah MH (18). Saat kejadian, korban berupaya memadamkan api yang berada di antara dua rumah.
Posisi korban berada di atas sungai sambil memegang selang pemadam.
"Kemudian terdapat kabel listrik yang jatuh ke sungai tersebut, sehingga membuat korban kesetrum. Korban sempat dibawa ke puskesmas Sungai Meriam, tapi tidak terselamatkan," ungkap Afe, sapaannya.
Musibah ini, kata Afe, diduga bermula dari korsleting listrik di salah satu rumah warga. Api dengan cepat membesar dikarenakan tiupan angin kencang dan sebagian rumah berada di tepi sungai itu berbahayan kayu.
Saksi yang melihat kejadian tersebut, lanjut dia, langsung meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memadamkan api.
Upaya pemadaman terus dilakukan, tapi api yang terlanjur membesar menghanguskan lima unit rumah warga, 1 unit bangsalan empat pintu serta bagian belakang bangunan milik Pos Polairud Polda Kaltim.
Api berhasil dipadamkan pukul 17.00 WITA dengan mengerahkan unit pemadam kebakaran dari BPBD Anggana, Pertamina EP, PT Barokah, delapan unit mobil relawan Samarinda dan tiga unit Tagboat pemadam.
"Untuk perkiraan kerugian sekitar Rp1,5 miliar," tutupnya.
(Sf/By)