Seputar Kaltim

    Rektor Unikarta Sambut Positif Kebijakan Menghapus Skripsi

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    05 September 2023 pukul 17:54 WITA

    Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Prof. Ince Raden. (Foto:M.Anshori/seputarfakta.com).

    Tenggarong - Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Prof Ince Raden memberikan tanggapan positif wacana Kemendikbud Ristek untuk menghapusan skripsi bagi mahasiswa sebagai tugas akhir. 

    Ince mengatakan kebijakan itu pastinya sudah melalui pertimbangan serta diskusi yang sangat detail. Sebab tidak mungkin pemerintah tiba-tiba mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan tugas akhir mahasiswa.

    "Kami menyambut baik dan tinggal nanti di internal saja yang harus betul-betul punya aturan main sesuai pedoman akademik dan melakukan perubahan di tingkat level program studi," kata Ince. 

    Ia menyebut Unikarta akan melakukan penyesuaian terkait kebijakan baru tersebut. Tapi untuk sementara ini, mahasiswa Unikarta masih mengaplikasikan atau membuat skripsi sebagai tugas akhir perkuliahan.

    "Berkaitan dengan kebijakan baru tersebut, mungkin bisa diterapkan dua tahun ke depan karena kita masih menyiapkan perangkat-perangkatnya," sebutnya.

    Ia menilai lulusan tanpa skripsi bukan berarti memiliki kualitas yang rendah, justru ada konversi lain yang langsung bersentuhan dengan dunia kerja, sehingga ke depan mahasiswa bisa memilih apakah tetap mengerjakan skripsi untuk tugas akhirnya atau memilih jalur lain.

    "Aturan tersebut memberikan kreativitas bagi perguruan tinggi, tetapi, tetap dalam tataran peningkatan kualitas agar menyambut transisi dari dunia skripsi ke dunia kerja itu sudah lebih dekat," pungkasnya. 

    (Sf/By)

     

    Seputar Kaltim

    Rektor Unikarta Sambut Positif Kebijakan Menghapus Skripsi

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    05 September 2023 pukul 17:54 WITA

    Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Prof. Ince Raden. (Foto:M.Anshori/seputarfakta.com).

    Tenggarong - Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Prof Ince Raden memberikan tanggapan positif wacana Kemendikbud Ristek untuk menghapusan skripsi bagi mahasiswa sebagai tugas akhir. 

    Ince mengatakan kebijakan itu pastinya sudah melalui pertimbangan serta diskusi yang sangat detail. Sebab tidak mungkin pemerintah tiba-tiba mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan tugas akhir mahasiswa.

    "Kami menyambut baik dan tinggal nanti di internal saja yang harus betul-betul punya aturan main sesuai pedoman akademik dan melakukan perubahan di tingkat level program studi," kata Ince. 

    Ia menyebut Unikarta akan melakukan penyesuaian terkait kebijakan baru tersebut. Tapi untuk sementara ini, mahasiswa Unikarta masih mengaplikasikan atau membuat skripsi sebagai tugas akhir perkuliahan.

    "Berkaitan dengan kebijakan baru tersebut, mungkin bisa diterapkan dua tahun ke depan karena kita masih menyiapkan perangkat-perangkatnya," sebutnya.

    Ia menilai lulusan tanpa skripsi bukan berarti memiliki kualitas yang rendah, justru ada konversi lain yang langsung bersentuhan dengan dunia kerja, sehingga ke depan mahasiswa bisa memilih apakah tetap mengerjakan skripsi untuk tugas akhirnya atau memilih jalur lain.

    "Aturan tersebut memberikan kreativitas bagi perguruan tinggi, tetapi, tetap dalam tataran peningkatan kualitas agar menyambut transisi dari dunia skripsi ke dunia kerja itu sudah lebih dekat," pungkasnya. 

    (Sf/By)