Cari disini...
Seputar Kaltim
Asisten II Sekretariat Kota (Sekot) Samarinda, Marnabas Patiroy (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Rekonstruksi bangunan Pasar Pagi Samarinda sudah memasuki tahap final. Dari segi fisik sudah rampung dikerjakan, hanya tinggal uji coba kelistrikan yang akan dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan.
Asisten II Sekretariat Kota (Sekot) Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan seluruh fasilitas yang disediakan akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.
Kerana itu, pemerintah secara tegas memperingatkan agar tidak ada intervensi pihak mana pun untuk memberikan biaya tmbahan di luar ketentuan yang ada.
"Terkecuali ada pedagang ingin tambah fasilitas sendiri, seperti dispenser atau kipas angin, biaya listriknya akan ditanggung sendiri," tegas Marnabas, Rabu (24/9/2025).
Ia mengungkapkan, anggaran kelistrikan sudah dialokaskkan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda. Sementara jika para pedagang hendak menambah instalasi sendiri, maka disarankan untuk memasang kWh meter baru.
"Tetapi lampu, eskalator, toilet dan sebagainya itu semua sudah menjadi tanggung jawab pemeritnah," tambahnya.
Sejauh ini, pembangunan Pasar Pagi telah menelan anggaran Rp320 miliar pada tahap pertama.
Sedangkan tahap kedua yang sudah berjalan 65 persen menggunakan dana Rp148,5 miliar. Total, proyek ini menghabiskan biaya Rp468,5 miliar.
Tidak hanya bangunan utama, area parkir juga mendapat perhatian. Kapasitas parkir diproyeksikan mampu menampung 800 motor dan 105 mobil, dengan arus kendaraan yang diatur melalui Jalan Jenderal Sudirman untuk mobil dan Jalan Gajah Mada untuk sepeda motor.
"Seluruh persiapan sudah dilakukan. Semua listrik untuk fasilitas publik sudah terpasang. Kami minta dalam 1 atau 2 hari ini harus diuji coba," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Asisten II Sekretariat Kota (Sekot) Samarinda, Marnabas Patiroy (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Rekonstruksi bangunan Pasar Pagi Samarinda sudah memasuki tahap final. Dari segi fisik sudah rampung dikerjakan, hanya tinggal uji coba kelistrikan yang akan dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan.
Asisten II Sekretariat Kota (Sekot) Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan seluruh fasilitas yang disediakan akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.
Kerana itu, pemerintah secara tegas memperingatkan agar tidak ada intervensi pihak mana pun untuk memberikan biaya tmbahan di luar ketentuan yang ada.
"Terkecuali ada pedagang ingin tambah fasilitas sendiri, seperti dispenser atau kipas angin, biaya listriknya akan ditanggung sendiri," tegas Marnabas, Rabu (24/9/2025).
Ia mengungkapkan, anggaran kelistrikan sudah dialokaskkan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda. Sementara jika para pedagang hendak menambah instalasi sendiri, maka disarankan untuk memasang kWh meter baru.
"Tetapi lampu, eskalator, toilet dan sebagainya itu semua sudah menjadi tanggung jawab pemeritnah," tambahnya.
Sejauh ini, pembangunan Pasar Pagi telah menelan anggaran Rp320 miliar pada tahap pertama.
Sedangkan tahap kedua yang sudah berjalan 65 persen menggunakan dana Rp148,5 miliar. Total, proyek ini menghabiskan biaya Rp468,5 miliar.
Tidak hanya bangunan utama, area parkir juga mendapat perhatian. Kapasitas parkir diproyeksikan mampu menampung 800 motor dan 105 mobil, dengan arus kendaraan yang diatur melalui Jalan Jenderal Sudirman untuk mobil dan Jalan Gajah Mada untuk sepeda motor.
"Seluruh persiapan sudah dilakukan. Semua listrik untuk fasilitas publik sudah terpasang. Kami minta dalam 1 atau 2 hari ini harus diuji coba," tandasnya.
(Sf/Rs)