Seputar Kaltim

    Rehabilitasi Mangrove di Kutim, Upaya Lawan Krisis Oksigen

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, usai menghadiri kegiatan penanaman mangrove di Pantai Teluk Lingga, Sangatta Utara, Kamis (12/6/2025). (foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan oleh PT Aksara Pratama Energi (APE) mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi krisis oksigen.

    Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang selama ini tidak disadari perlahan berdampak pada krisis oksigen.

    “Kita belum terasa, tapi makin hari berdasarkan data, kita makin mengalami krisis oksigen. Tanaman-tanaman penghasil oksigen dibabat dan diganti dengan tanaman yang sedikit menghasilkan oksigen, seperti palem-paleman. Selain itu, pertambangan juga semakin meluas,” ujar Mahyunadi usai menghadiri penanaman mangrove, Kamis (12/6/2025).

    Menurutnya, penanaman kembali mangrove menjadi upaya penting untuk memulihkan apa yang telah diambil dari alam. Ia berharap rehabilitasi ini dapat menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ruang hijau.

    “Dengan ditanamnya mangrove ini, mudah-mudahan suplai oksigen kita selalu terpenuhi. Ini bukan hanya soal tanaman, tapi juga soal kesadaran bahwa lingkungan hidup yang hijau harus kita bangun dan pertahankan,” katanya.

    Lebih lanjut, ia menghimbau agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutim, khususnya di sektor pertambangan, lebih proaktif dalam melakukan rehabilitasi lingkungan.

    “Kami bukan hanya mengandalkan kerja sama formal, tapi lebih mengimbau agar perusahaan sadar dan bertanggung jawab mengembalikan apa yang sudah mereka ambil dari alam,” tegasnya.

    Dalam kegiatan ini, ia juga mengajak seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan masyarakat sekitar Pantai Teluk Lingga, untuk ikut menjaga dan merawat bibit mangrove yang telah ditanam.

    “Mudah-mudahan apa yang kita mulai hari ini bisa dijaga dan ditiru oleh perusahaan-perusahaan serta kelompok masyarakat lainnya. Pemerintah sangat menyambut baik gerakan ini,” tutup Mahyunadi.

    Dengan penanaman mangrove ini, pemerintah berharap kawasan pesisir Kutim semakin hijau, ekosistem pesisir kembali pulih, dan masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Rehabilitasi Mangrove di Kutim, Upaya Lawan Krisis Oksigen

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, usai menghadiri kegiatan penanaman mangrove di Pantai Teluk Lingga, Sangatta Utara, Kamis (12/6/2025). (foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan oleh PT Aksara Pratama Energi (APE) mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi krisis oksigen.

    Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang selama ini tidak disadari perlahan berdampak pada krisis oksigen.

    “Kita belum terasa, tapi makin hari berdasarkan data, kita makin mengalami krisis oksigen. Tanaman-tanaman penghasil oksigen dibabat dan diganti dengan tanaman yang sedikit menghasilkan oksigen, seperti palem-paleman. Selain itu, pertambangan juga semakin meluas,” ujar Mahyunadi usai menghadiri penanaman mangrove, Kamis (12/6/2025).

    Menurutnya, penanaman kembali mangrove menjadi upaya penting untuk memulihkan apa yang telah diambil dari alam. Ia berharap rehabilitasi ini dapat menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ruang hijau.

    “Dengan ditanamnya mangrove ini, mudah-mudahan suplai oksigen kita selalu terpenuhi. Ini bukan hanya soal tanaman, tapi juga soal kesadaran bahwa lingkungan hidup yang hijau harus kita bangun dan pertahankan,” katanya.

    Lebih lanjut, ia menghimbau agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutim, khususnya di sektor pertambangan, lebih proaktif dalam melakukan rehabilitasi lingkungan.

    “Kami bukan hanya mengandalkan kerja sama formal, tapi lebih mengimbau agar perusahaan sadar dan bertanggung jawab mengembalikan apa yang sudah mereka ambil dari alam,” tegasnya.

    Dalam kegiatan ini, ia juga mengajak seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan masyarakat sekitar Pantai Teluk Lingga, untuk ikut menjaga dan merawat bibit mangrove yang telah ditanam.

    “Mudah-mudahan apa yang kita mulai hari ini bisa dijaga dan ditiru oleh perusahaan-perusahaan serta kelompok masyarakat lainnya. Pemerintah sangat menyambut baik gerakan ini,” tutup Mahyunadi.

    Dengan penanaman mangrove ini, pemerintah berharap kawasan pesisir Kutim semakin hijau, ekosistem pesisir kembali pulih, dan masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

    (Sf/Rs)